Laba Bisnis Otomotif Astra Grup Turun 26 Persen Jadi Rp 1,4 Triliun

Rabu, 21 April 2021 17:13 Reporter : Syakur Usman
Laba Bisnis Otomotif Astra Grup Turun 26 Persen Jadi Rp 1,4 Triliun Menara Astra International. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Raksasa otomotif Indonesia, PT Astra International Tbk, melaporkan kinerja usahanya per kuartal I tahun ini. Dampak pandemi masih dirasakan kelompok usaha yang mengelola merek otomotif Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, dan Peugeot serta Honda (sepeda motor).

Di kuartal I, laba bersih divisi otomotif Astra Grup turun 26 persen menjadi Rp 1,4 triliun. Penurunan laba ini mencerminkan penurunan volume penjualan unit kendaraannya.

Rinciannya, penjualan mobil Astra turun 24 persen menjadi 99 ribu unit di kuartal I tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu. Pangsa pasarnya pun menurun dari 55 persen menjadi 53 persen. Pada periode ini, Astra Grup telah meluncurkan lima model revamped.

Selain mobil, penjualan sepeda motor Honda juga menurun 17 persen menjadi 1,008 juta unit meski mengalami kenaikan pangsa pasar. Pada periode ini telah diluncurkan dua model baru dan lima model revamped.

Di bisnis komponen otomotif grup dengan kepemilikan 80 persen, PT Astra Otoparts Tbk (AOP), justru mencatat peningkatan laba bersih, yakni sebesar 43 persen, menjadi Rp 164 miliar. Kenaikan ini disebabkan meningkatnya keuntungan selisih kurs, meski pendapatan dari segmen pabrikan menurun.

Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur PT Astra International Tbk, menjelaskan pendapatan dan laba bersih Astra Grup kuartal I tahun ini lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu, mengingat tahun lalu pandemi baru mulai berdampak terhadap ekonomi Indonesia dan kinerja bisnis secara substansial pada Maret 2020.

"Walaupun kinerja usaha grup perlahan membaik pada beberapa bulan terakhir, prospek kinerja tahun ini masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat dampak pandemi yang masih berlanjut,” ujar Djony dalam keterangan resminya, Rabu (21/4).

Astra Grup mencatat pendapatan bersih Rp 51,7 triliun di kuartal I tahun ini, turun 4 persen dibandingkan kuartal I tahun lalu. Laba bersihnya juga turun, yakni 22 persen, menjadi Rp 3,7 triliun.

Nilai aset bersih per saham tercatat Rp 3.971 per 31 Maret 2021, naik 3 persen dibandingkan posisi pada 31 Desember 2020. Kas bersih (tidak termasuk anak usaha jasa keuangan grup) mencapai Rp 15,9 triliun per 31 Maret tahun ini.

Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup meningkat dari Rp 39,2 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp 40,3 triliun pada 31 Maret 2021. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini