Komunitas Apresiasi Auto Clinic Daihatsu Seri Terakhir di Surabaya

Rabu, 6 November 2019 07:43 Reporter : Syakur Usman
Komunitas Apresiasi Auto Clinic Daihatsu Seri Terakhir di Surabaya Auto Clinic Daihatsu di Surabaya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Lebih dari 50 member Komunitas Daihatsu di Jawa Timur berkumpul di Outlet Astra Daihatsu Cabang Surabaya Waru, Jawa Timur, akhir pekan lalu. Mereka menghadiri acara "Auto Clinic 2019: Anticipated Driving Program’ yang diselenggarakan oleh Daihatsu bersama GT Radial.

Acara ini merupakan batch terakhir dari total tujuh batch yang diagendakan sepanjang tahun ini, setelah Jakarta, Bandung, Semarang, Bekasi, dan Tangerang. Di putaran terakhir ini, peserta yang datang tidak hanya dari Surabaya, tapi juga dari beberapa wilayah lain di Jawa Timur, seperti Sidoarjo, Pasuruan, Gresik, Mojokerto, Blitar, Malang, dan Madiun. Termasuk peserta dari komunitas AvanzaXenia Indonesia Club (AXIC).

Acara dibuka oleh Sapto Pamungkas, Kepala Bengkel sekaligus Koordinator Service Wilayah Jawa Timur PT Astra International Daihatsu Sales Operation. Sapto mengaku bahagia atas antusias dan sambutan positif dari rekan-rekan klub member, sekaligus menyampaikan harapannya semoga event ini bisa menjadi awal silaturahmi yang baik antara komunitas dan outlet Daihatsu.

“Klub dan outlet merupakan sebuah keluarga, yaitu keluarga besar Daihatsu, sehingga outlet kami ini juga menjadi rumah dari rekan-rekan klub atau komunitas Daihatsu,” ujarnya.

Sonny Susmana, praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), kembali menjadi Trainer dalam acara ini. Pria yang biasa disapa Om Sonny ini memberikan banyak tips keselamatan dan juga additional skill berkendara untuk para peserta.

Salah satu materi yang menarik adalah saat diungkap fakta tingginya angka kecelakaan yang diakibatkan oleh pecah ban dan kelelahan/mengantuk. Pecah ban bisa terjadi, jika kondisi ban sudah tidak layak pakai dan kurang angin. Sementara kelelahan (fatigue) terjadi karena pengemudi mengabaikan sinyal dari tubuh untuk beristirahat dan memaksakan diri untuk cepat sampai di lokasi tujuan.

Menurut Sonny, sebaiknya tubuh diistirahatkan jika berkendara lebih dari 3 jam. "Jika mengantuk, boleh minum kopi tapi kemudian harus tetap tidur, karena efek kafein akan dirasakan 1 jam setelah diminum. Sehingga saat bangun, tubuh fresh karena mendapatkan istirahat yang cukup dan juga dari efek kafein kopi."

Setelah istirahat makan siang, acara dilanjutkan dengan praktek judgement ability test menggunakan New Astra Daihatsu Sigra. Di sesi ini, peserta diajarkan teknik pengereman, melatih fokus berkendara, dan bagaimana mengambil keputusan jika mengalami kondisi yang tidak diinginkan saat berada di jalan raya.

©2018 Merdeka.com

Sesi ini juga berlangsung ramai karena jika ada peserta menabrak cone, maka peserta lain serta merta menyoraki. Namun jika ada yang berhasil melewati rintangan, peserta lain akan memberikan tepuk tangan.

“Acaranya cukup menarik dan banyak memberikan pengalaman serta pengetahuan baru. Bukan hanya teori, tapi ada sesi praktek yang membuat saya deg-degan,” ungkap Hanif Ashari, anggota AXIC Cabang Surabaya.

Di akhir acara, Om Sonny menegaskan seharusnya pengemudi yang mengendalikan mobil, bukan dikendalikan oleh mobil. Kuncinya adalah dengan mengikuti aturan lalu lintas dan selalu menggunakan akal sehat saat berkendara. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Daihatsu
  2. Surabaya
  3. Komunitas Mobil
  4. AXIC
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini