Kemenperin Rintis Ammdes Sebagai Mobil Ambulans Pengumpan di Lebak, Banten

Rabu, 17 Juli 2019 08:11 Reporter : Syakur Usman
Kemenperin Rintis Ammdes Sebagai Mobil Ambulans Pengumpan di Lebak, Banten ammdes digunakan sebagai ambulan feeder di Lebak. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pemanfaatan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) di seluruh Indonesia. Salah satunya dengan program Pilot Project Peningkatan Pelayanan Transportasi Rujukan Kesehatan melalui pemanfaatan AMMDes Pengumpan Ambulans.

Di program ini, Kemenperin bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lebak, USAID Jalin, PT Samudera Marine Indonesia, PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, dan PT Kreasi Mandiri Wintor Distributor.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, mengatakan Kemenperin giat melaksanakan program pengembangan AMMDes untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat dengan tujuan menciptakan ketahanan ekonomi dan mendukung kemajuan di desa.

Pemanfaatan AMMDes ambulance feeder/pengumpan ini untuk membantu masyarakat dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi yang cukup tinggi di Kabupaten Lebak, akibat kondisi jalan-jalan desa yang minim infrastruktur dan topografi sulit serta berbukit yang tidak dapat dijangkau oleh ambulans konvensional, ujar Putu di Pendopo Lebak, Selasa (16/7).

Hadir pula dalam seremoni proyek percontohan ini Bupati Kabupaten Lebak Hj Iti Octavia Jayabaya, perwakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

2019 Merdeka.com

Putu menjelaskan, sejak diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2018, saat ini tingkat kandungan komponen lokal AMMDes mencapai 90 persen dan melibatkan 70 industri komponen yang sebagian besar merupakan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Dengan kapasitas produksi 3.000 unit per tahun dan akan terus bertambah sesuai permintaan pasar, AMMDes juga didorong untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor di Timor Leste dan Papua Nugini, serta untuk memenuhi kebutuhan sekitar 10 ribu unit di 49 negara Afrika, tuturnya.

Sampai saat ini Kemenperin berhasil mengembangkan beberapa bisnis model AMMDes bagi kegiatan usaha masyarakat, seperti AMMDes untuk produksi air bersih dan air minum bagi penanganan bencana di Sulawesi Tengah, AMMDes untuk pengangkutan pisang di Lampung, dan AMMDes untuk kebutuhan penyosohan beras di Jawa Tengah.

Jadi, berbagai aplikasi AMMDes yang sudah dikembangkan antara lain untuk penjernih dan air minum, ambulance feeder, penyosoh beras, pompa irigasi, generator listrik, pembuat ice flake, pengolah kopi dan pascapanen pisang, ucapnya.

Gunakan mesin diesel

Pada kesempatan sama, Reiza Treistanto, Presiden Direktur PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), menambahkan AMMDes mempunyai model dasar yang dilengkapi dengan flat deck dan fitur power take off (PTO).

Mesin diesel pada model ini telah mengalami penyesuaian untuk mendapatkan performa lebih baik di medan off road dan berbukit, jelasnya.

Model ini juga mengaplikasikan sistem penggerak tunggal yang dirancang dengan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam dan kapasitas silinder sebesar 650 cc dengan tenaga 14 hp.

Kami bertekad terus mendorong pengembangan teknologi AMMDes, agar dapat bermanfaat secara inklusif dan berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat di pedesaan. AMMDes itu sebagai alat mobilitas yang multifungsi. Jadi, satu alat, beragam manfaat, pungkas Reiza. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Lebak
  2. Mobil Modifikasi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini