Kemenperin Incar Ammdes dan Esemka Jadi Pendorong Perekonomian Desa

Selasa, 24 September 2019 15:41 Reporter : Syakur Usman
Kemenperin Incar Ammdes dan Esemka Jadi Pendorong Perekonomian Desa Kementerian Perindustrian di pameran TTG Nasional XXI Bengkulu. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian memfasilitasi sejumlah pelaku industri dalam negeri dalam gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXI 2019 di Bengkulu. Kegiatan yang diselenggaran oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) ini akan berlangsung hingga besok (25/9) sejak akhir pekan lalu.

Kementerian Perindustrian kali ini menampilkan produk unggulan dari PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), dan Sefator Deos Maks. Selain itu, Kemenperin juga menampilkan produk hasil riset Balai Besar dan Balai Riset dan Standarisasi (Baristand) Industri.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, menjelaskan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan TTG nasional tahun ini karena menjadi ajang bagi para inventor, kreator, dan inovator teknologi dari desa-desa di berbagai daerah untuk mempromosikan hasil temuannya. Apalagi tema tahun ini terkait dengan upaya meningkatkan inovasi teknologi dalam kesiapan menyongsong era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat pedesaan.

“Demi mendukung tujuan tersebut, kami tunjukkan beberapa karya anak bangsa dari industri kita. Contohnya, Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang diproduksi PT KMWI telah mendapat pujian dari Bapak Eko Putro Sandjojo karena dapat meningkatkan produktivitas di pedesaan secara lebih efektif sehingga mendorong kegiatan ekonomi dan penguasaan teknologi tepat guna,” ujar Putu dalam keterangan resminya, Selasa (24/9).

Gelaran TTG Nasional XXI dibuka oleh Eko Putri Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada Minggu (22/9). Mendes PDTT melihat langsung dua unit AMMDes, yakni yang menggunakan aplikasi pengolah serabut kelapa dan perontok multiguna.

“AMMDes pengolah serabut kelapa cukup mendapat perhatian dari para pengunjung. Sebab, sejalan dengan upaya Kemenperin dalam menjalankan hilirisasi industri kelapa, serabut kelapa itu bisa banyak dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tambah tinggi. Misalnya untuk jok, panel dan insulator kendaraan bermotor,” ujar Putu.

Dalam waktu dekat, AMMDes pengolah serabut kelapa akan dilakukan pilot project di Kabupaten Indragilir Hilir, Kab. Pangandaran dan Kab. Ciamis dengan menggandeng koperasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah setempat. Selain bisa menjadi jok kendaraan, serabut kelapa dapat diolah pula menjadi produk turunan lain seperti coco fiber, coco peat, coco board, coco bed, furnitur dan akustik serta bahan bangunan lainnya.

Di pameran ini, para pengunjung juga antusias memperhatikan mobil Esemka yang tipe pick up dengan merek Bima. Kendaraan produksi PT SMK ini telah melakukan kerja sama dengan 30 industri komponen lokal. Pada tahun pertama, PT SMK menargetkan produksi sebanyak 3.500 unit pick up Bima. Pabrik yang beroperasi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ini akan menyerap tenaga kerja lokal hingga 300 orang.

Inovasi teknologi industri

Di TTG Nasional XXI di Bengkulu, Kemenperin memperkenalkan produk PUFFER (Pure Water For Life), yaitu mesin penjernih air portabel. Alat ini akan digunakan di sejumlah rumah sakit untuk air bersih dan air minum untuk kebutuhan rumah sakit. Dikembangkan pula unit yang sesuai peruntukan puskemas dan kelompok masyarakat antara 50-200 kepala keluarga. Diharapkan dapat melayani masyarakt untuk kebutuhan air yang sehat.

“Alat ini dapat mensterilkan air yang berasal dari sumber air baku seperti laut, sungai, danau, dan sumur menjadi air yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk mandi, masak, dan air minum. Mesin penjernih air ini bahkan terkoneksi dengan teknologi industri 4.0 dengan online monitor untuk kinerja alat dan kualitas air yang dihasilkan serta dilengkapi dengan predictive maintenance untuk menjaga kualitas air,” ucap Putu.

Kemudian Kemenperin turut menampilkan berbagai teknologi terkini tepat guna yang telah dikembangkan oleh Balai-balai industri di bawah binaannya. Tahun ini diikuti oleh tiga Balai Besar dan lima Baristand Industri. Adapun teknologi yang ditampilkan adalah Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dengan aplikasi Dobby Elektronik dari hasil inovasi Balai Besar Tekstil, Peningkatan Mutu Kosmetik (Krim) Berbasis Turunan Kelapa Sawit dengan Pendekatan Nanoteknologi (Balai Besar Kimia Kemasan), dan Teknologi Pengolahan Limbah Industri (Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri).

Selanjutnya, Rekayasa dan Rancang Bangun Material Heat Resistant Fire Grade untuk Spare Part Boiler pada Pabrik Kelapa Sawit (Baristand Medan), serta Pengembangan Teknologi Proses dan Desain Peralatan untuk Produksi Alat Kesehatan, Otomotif, dan Karet Tambang Berbasis Karet Alam dan Biomassa (Baristand Palembang).

Berikutnya, Aplikasi dan Pengembangan Pigmen Warna Alam Gambir pada Produk Tekstil Ramah Lingkungan IKM dan Alat Pemecah Kemiri (Baristand Padang), Diversifikasi Produk Minyak Atsiri dan Produk Ikan (Baristand Ambon), serta Penerapan Teknologi Internet of Things (IoT) untuk fermentasi tembakau (Baristand Surabaya). [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini