Kasihan, Pertamina Pusing Sendiri Pasarkan Paling Banyak Produk Bensin di Asia

Senin, 14 September 2020 11:49 Reporter : Syakur Usman
Kasihan, Pertamina Pusing Sendiri Pasarkan Paling Banyak Produk Bensin di Asia penjualan produk bensin di 10 negara Asia. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pertamina ternyata menjadi perusahaan energi yang paling banyak memasarkan produk bahan bakar minyak (BBM) bensin di Asia berdasarkan angka RON.

Berdasarkan data McKinsey Analysis based on FGE Asia Pasific Databook Fall 2019, Pertamina (Indonesia) memasarkan enam produk bensin di 10 negara Asia, bahkan tertinggi dibandingkan China sekalipun yang hanya memasarkan empat produk.

Pertamina memasarkan enam varian produk BBM, mulai produk bensin dengan RON 88, 89, 90, 92, 95, dan 98. Sedangkan China hanya bensin dengan RON 89, 91,95, dan 98.

Filipina mendekati Indonesia dengan memasarkan empat produk bensin; RON 91, 95, 97, dan 100. Sedangkan Malaysia, Singapura, dan Thailand hanya memasarkan dua produk bensin, masing-masing RON 95 dan 97; RON 92 dan 98; serta RON 91 dan 95.

Data tersebut juga menyebutkan produk bensin yang paling banyak di pasarkan di 10 negara Asia adalah bensin RON 95.

Pusing Sendiri

Eko Kristiawan, Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR III, menjelaskan dengan data tersebut, Pertamina berarti memikirkan seluruh kebutuhan produk bahan bakar (bensin) mobil di Indonesia. Dari mobil paling canggih yang membutuhkan angka RON tinggi sampai mobil dengan teknologi sederhana sekalipun.

"Tapi kami jadi pusing sendiri, karena biaya operasi dan penyimpanannya jadi lebih banyak," ungkap Eko pada Merdeka.com saat diskusi virtual, akhir pekan lalu.

Menurutnya, meski Pertamina paling variatif memasarkan produk bensin di Asia, masyarakat otomotif Indonesia mesti memiliki kesadaran yang lebih baik untuk mengonsumsi produk bensin yang sesuai kebutuhan teknologi mesin kendaraannya serta ramah lingkungan.

Masyarakat seharusnya sadar untuk tidak menggunakan produk bahan bakar yang tidak ramah linkungan dan tidak sesuai teknologi mesin kendaraanya.

"Permintaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan memang masih ada di sini, tapi kita mesti arahkan supaya masyarakat membeli bahan bakar yang sehat," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Produk BBM Sehat Pertamina...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini