Kampanye Mudik Sehat dari Rumah Didukung Pemerintah

Senin, 3 Mei 2021 11:24 Reporter : Syakur Usman
Kampanye Mudik Sehat dari Rumah Didukung Pemerintah webinar kampanye mudik sehat dari rumah. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah mendukung kampanye mudik sehat dari rumah yang diinisiasi oleh Jurnalis Peduli Kesehatan Masyarakat (JPKM). Kampenye ini bertujuan mencegah penambahan kasus baru Covid-19, tanpa memutus tali silaturahim saat Lebaran.

Wihana Kirana Jaya, Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi, menjelaskan pemerintah sudah memutuskan pelarangan mudik selama 6-17 Mei tahun ini untuk mengontrol pandemi Covid-19. Sebab, jika tak bisa dikontrol, Indonesia akan rugi besar. Biasanya kasus Covid-19 naik tajam selepas liburan tertentu.

Contohnya, selama Lebaran tahun lalu, kasus harian melonjak 93 persen dan kematian mingguan naik 66 persen. Selanjutnya, pada libur akhir 2020, kasus harian melejit 78 p, sedangkan kematian naik 46 persen.

Meski begitu, pemerintah menyadari, mudik adalah ritual sosial di Indonesia. Mudik menjadi mindset masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun.

“Itu sebabnya, kampanye mudik sehat dari rumah ini cukup bagus, karena ritual mudik tetap bisa dijalankan secara virtual, tanpa tatap muka, dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Kampanye ini harus disosialisasikan terus,” ujar Wihana yang mewakili Menteri Perhubugan Budi Karya Sumadi di webinar Mudik Sehat dari Rumah, akhir pekan lalu.

Webinar ini juga menghadirkan pembicara lain, yakni Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto, dan Head Strategic Operation & Automation PT XL Axiata Tbk Ahmad Hamzah.

Kata Wihana, menteri sangat mengapresiasi kampanye mudik sehat dari rumah. Alasannya, jika mudik diizinkan tahun ini, dikhawatirkan kasus Covid-19 kembali meledak. Dampak ekonomi hal ini sangat besar, karena biaya perawatan satu pasien Covid-19 sekitar Rp 100 jutaan.

Selain itu, meledaknya kasus baru Covid-19 akan membuat rumah sakit kewalahan. Tenaga kesehatan kelelahan dan daya tampung rumah sakit tak sanggup lagi menerima pasien. Bisa terjadi “tsunami” ekonomi dan kesehatan, jika mudik diizinkan.

“Tsunami ini harus dibendung dengan kampanye positif, seperti mudik sehat dari rumah.
Pemerintah sudah melarang mudik agar tidak terjadi krisis ekonomi berkelanjutan,” kata dia.

Tiga Tahap Larangan Mudik

Dirjen Budi Setiadi menambahkan kebijakan peniadaan mudik Lebaran tahun ini terbagi dalam tiga tahap. Pertama, masa pengetatan mudik (pra), yakni 22 April-5 Mei. Pada periode ini, mudik bisa dilakukan, dengan sejumlah syarat, yakni hasil negatif test PCR/rapid test antigen maksimal 1x24 jam dan hasil negatif GeNose C19 sebelum keberangkatan.

Kedua, masa peniadaan mudik 6-7 Mei 2021. Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang dikecualikan dari peniadaan mudik adalah untuk keperluan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka, dan ibu hamil. Syaratnya, hasil negatif tes RT-PCR maksimal 3x24 jam, hasil test rapid antigen maksimal 2x24 jam, dan hasil tes negatif GeNose C19 sebelum keberangkatan.

Ketiga, masa pengetatan mudik (pasca) 18-24 Mei 2021. Pada periode ini, tak ada larangan mudik. Hanya ada syaratnya, yang sama seperti tahap pertama.

"Pemerintah mendorong masyarakat melakukan mudik online dengan menggunakan teknologi lewat media sosial. Apalag pengguna ponsel pintar di Indonesia sangat banyak. Ini akan mempermudah kegiatan mudik online,” kata dia.

Edo Rusyanto menyatakan, dalam kondisi normal, sebanyak 40-50 orang meninggal per hari selama periode mudik. Namun, tahun lalu, kecelakaan di jalan turun 31 persen menjadi 1.980 kasus, sedangkan korban meninggal 63 persen menjadi 418, karena pandemi Covid-19 mulai melanda Indonesia dan pemerintah melarang mudik.

“Larangan mudik pemerintah menjadi momentum untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan berkendara secara aman, nyaman, dan selamat. Intinya, kita perlu menerapkan kehati-hatian secara universal dalam aspek kehidupan,” tegas dia.

Ahmad Hamzah menyatakan, operator telekomunikasi siap membantu masyarakat tetap bersilaturahmi pada Lebaran dengan meyiapkan infrastruktur pendukung. Dengan demikian, masyarakat tetap berada di rumah sambil bersilaturahmi. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini