Kalahkan Daihatsu, Isuzu jadi pengembang produk otomotif terbaik 2017

Minggu, 20 Agustus 2017 03:17 Reporter : Syakur Usman
Kalahkan Daihatsu, Isuzu jadi pengembang produk otomotif terbaik 2017 Isuzu Indonesia. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Isuzu Astra Motor Indonesia berhasil mengungguli PT Astra Daihatsu Motor untuk menjadi terbaik di ajang Apresiasi Product Development Indonesia (APDI) 2017, yang digelar dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE-BSD City, Tangerang, kemarin. Selain mendapat penghargaan, pemenang APDI mendapat stiker bertuliskan "Build in Indonesia". Artinya, produk otomotif ini dibangun di Indonesia oleh insinyur Indonesia.

Di kompetisi kegiatan pengembangan produk atau product development otomotif ini, Isuzu membawa mobil Isuzu Elf NMR 71 HD Harimau sebagai bukti pengembangan produk dilakukan oleh insinyur Indonesia. Sedangkan Daihatsu membawa mobil LCGC New Ayla 1.2L. Kedua model ini lantas dinilai oleh dewan juri, yang terdiri dari Sigit Santoso (Persatuan Insinyur Indonesia/PII), Yan S Tandiele (Direktur Industri Maritim, Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian), dan Dewa Yuniardi (PII).

Dewa Yuniardi yang juga pengembang mobil nasional Komodo menjelaskan, Isuzu lebih baik dari Daihatsu berdasarkan beberapa kriteria. Pertama, sisi eksterior yang melombakan komponen lampu depan, belakang, dan kabut. Kemudian komponen gril depan, bemper depan, kaca spion, dan bemper belakang.

Kedua, sisi interior, yang dinilai desain jok, material kabin, serta console box. Dan ketiga, sisi rangka kendaraan, seperti sasis dan sistem suspensi. Di kriteria rangka kendaraan, Daihatsu tidak menyertakan komponen sasis dan sistem suspensi.

"Dari tiga sisi tersebut, panel juri memutuskan tim Isuzu sebagai pemenang APDI 2017. Selisihnya nilainya sangat tipis dari Daihatsu," ujar Dewa.

Ajang APDI merupakan ajang pencarian kemampuan pengembangan produk terbaik di sektor otomotif Indonesia. APDI hasil kolaborasi PII, Gaikindo, Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), dan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB)

Agus Tjahajana, Ketua PII Bidang Industri Otomotif, mengatakan industri otomotif di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Dari pasar hanya 100 ribu unit per tahun, kini pasar produk otomorif Indonesia sudah lebih dari satu juta unit.

Pertumbuhan volume pasar ini harus dibarengi dengan pertumbuhan kemampuan industri otomotif di Tanah Air, khususnya para insinyur dalam kegiatan pengembangan produk. Sehingga apra insinyur Indonesia bisa fokus bekerja di bidangnya dan tidak bekerja di luar bidang teknik.

"Ajang APDI merupakan upaya memberikan penghargaan kepada insinyur Indonesia dalam pengembangan produk di industri otomotif," ujar Agus.

Jumlah Peserta
Sementara Achmad Rizal, Ketua Bidang Reindustrialisasi IA-ITB, sekaligus Ketua Panitia Pelaksana APDI 2017, menambahkan penghargaan APDI baru kali kedua. Tahun ini pesertanya, mobil LCGC dibandingkan dengan truk 1 ton, meski tidak dalam satu segmen. Ke depan, mungkin akan disesuaikan dengan segmen mobilnya.

Menurutnya, sangat penting meningkatkan kemampuan product developer Indonesia, karena merekalah yang memberikan nilai tambah besar dari satu komoditas. Insinyur menjadi komponen strategis di industri sehingga perlu diberikan rangsangan dan motivasi agar kemampuannya meningkat, selain menambah jumlah generasi muda yang ingin menjadi insinyur.

"Indonesia selama ini hanya dikenal di bidang produksi produk otomotif. Bukan di pengembangan produk. Kami ingin pabrikan otomotif memiliki fasilitas riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia, sehingga Indonesia menjadi pemenang di industri otomotif global. IA-ITB percaya untuk menjadi bangsa pemenang, Indonesia harus didukung oleh industri yang bergerak di bidang teknologi dan manufaktur yang kuat, serta didukung oleh jumlah insinyur yang andal dan memadai," ucapnya.

Sayangnya, ajang strategis APDI 2017 hanya diikuti oleh dua pabrikan, yakni Isuzu dan Daihatsu. Ke mana pabrikan lain yang sudah besar jualannya di Indonesia, seperti Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi? [ega]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini