Kalah Bersaing dari Toyota Agya, Datsun Stop Basis Produksi di Indonesia

Selasa, 26 November 2019 14:14 Reporter : Syakur Usman
Kalah Bersaing dari Toyota Agya, Datsun Stop Basis Produksi di Indonesia Datsun Go Panca di lapangan udara. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian menegaskan prinsipal Datsun menghentikan produksi mobil Datsun GO dan GO+ di Indonesia. Selain Indonesia, basis produksi Datsun ada di India dan Rusia, sejak merek Datsun memutuskan reborn pada 2014.

Di Indonesia, merek Datsun dikelola oleh PT Nissan Motor Indonesia. Bahkan debut global Datsun di pasar otomotif dunia dilakukan di Indonesia pada 2014 silam.

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, menjelaskan mulai Januari 2020 Datsun stop produksi Datsun GO dan GO+ di Indonesia, karena volume penjualannya saat ini tidak mencapai skala ekonomis akibat persaingan ketat di segmen mobil kecil. Akibatnya mereka tidak berhasil mencapai tahap break even point (BEP).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan ritel Datsun Indonesia turun 21 persen menjadi 5.646 unit periode Januari-Agustus tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu.

Pangsa pasarnya hanya 0,8 persen, meski bermain di segmen cukup gemuk, mobil kecil (city car). Datsun bersaing dengan Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio di Tanah Air.

"Maka itu, Datsun Indonesia mengubah strategi bisnisnya dengan menghentikan produksi mobil di pabrik Indonesia. Gantinya, pabrik di Karawang itu akan digunakan sebagai basis produksi komponen mesin untuk model All New Nissan Livina, termasuk kembarannya Mitsubishi Xpander," ujar Putu saat menghadiri peresmian fasilitas quick charging mobil listrik Mitsubishi di Plaza Senayan, Selasa (26/11).

Menurut Putu, pasar domestik memang sedang turun pada tahun ini karena tahun politik. Maka itu, kementerian mendorong setiap pabrikan di Indonesia juga menyasar pasar ekspor. Dia mencontohkan, volume ekspor produk otomotif Indonesia naik 28 persen pada tahun ini. Hal ini menandakan bahwa daya saing produk otomotif Indonesia kompetitif.

1 dari 1 halaman

Kemenperin Tunggu Laporan Resmi Datsun Indonesia

"Memang kalau pasarnya hanya domestik, kemudian penjualanya tidak cukup, skala ekonominya tidak tercapai," tegasnya.

Pemerintah, lanjut dia, masih menunggu kunjungan resmi Datsun Indonesia ke Kementerian Perindustrian untuk melaporkan secara resmi rencana strategi bisnisnya yang baru.

Kementerian tidak khawatir kebijakan Datsun ini menjadi berita buruk bagi industri otomotif nasional. "Ini keputusan bisnis biasa," pungkasnya.

[sya]
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini