Isuzu pelajari Panther versi facelift

Selasa, 24 Januari 2017 07:33 Reporter : Syakur Usman
Isuzu pelajari Panther versi facelift Isuzu Panther. © otonity.com

Merdeka.com - Kabar gembira diembuskan oleh Isuzu Indonesia. Meski fokus ke pasar mobil komersial jenis truk, pabrikan yang dikenal dengan slogan Rajanya Diesel ini menjanjikan membawa model baru di pick-up dan minibus.

Isuzu Panther maksudnya?

Edy J Oekasah, Director Product Planning Division PT Isuzu Astra Motor Indonesia, mengaku pasar mobil pick-up dan minibus masih menarik di Indonesia, sehingga Isuzu masih menjualnya, termasuk model Isuzu Panther yang bermain di segmen minibus. Baru-baru ini surat pemesanan kendaraan (SPK) mobil Isuzu di segmen minibus dan pick-up cenderung meningkat, utamanya setelah terjadi kenaikan bahan bakar minyak non-subsidi baru-baru ini.

"Tarikan SPK-nya naik serta merta. Still going on, kami lebih percaya. Khusus Panther, tim pabrikan Isuzu global masih terus mempelajarinya, harapannya bisa menghadirkan Panther facelift ke depan," ujar Edy saat media gathering 2017 di Jakarta, Senin (23/1).

Isuzu Indonesia menargetkan penjualan Panther di 2017 mencapai 1.100 unit. Target ini lebih rendah dari hasil penjualan tahun lalu yang tercatat 1.259 unit dan 1.495 unit pada 2015.

Lebih jauh, Edy menjelaskan, Isuzu Panther sulit jika hanya dibangun untuk pasar Indonesia. Pertama, Indonesia masih menggunakan standar emisi Euro-2, sedangkan pasar internasional menggunakan Euro-4. Kedua, volume penjualan di Indonesia masih sedikit, sehingga Isuzu harus mencari pasar internasional supaya bisa mencapai nilai keekonomiannya. "Jika itu bisa dicapai, baru bisa masuk (rencana itu)."

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan Indonesia tertinggal dibandingkan negara lain, kerena masih menggunakan standar emisi Euro-2. Padahal negara jiran seperti Filipina dan Vietnam akan menerapkan Euro-4 pada tahun ini. Sedangkan Malaysia sudah yang menggunakan Euro-4, bahkan Singapura yang sudah mau menerapkan Euro-5.

Dengan menggunakan standar Euro-2, maka kadar sulfur di solar Indonesia masih tinggi, yakni di bawah 500 parts per million (ppm). Sedangkan Euro-3 kadar sulfur di bawah 150 ppm, Euro 4 dan Euro 5 kadar sulfur di bawah 50 ppm. Makin rendah kadar sulfurnya, makin ramah lingkungan. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. Isuzu Panther
  2. Isuzu
  3. Otomotif
  4. Mobil Baru
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini