Ini Dua Strategi Utama ExxonMobil Lubricants Indonesia Tembus Kelompok 'Top 3'

Selasa, 15 September 2020 11:16 Reporter : Syakur Usman
Ini Dua Strategi Utama ExxonMobil Lubricants Indonesia Tembus Kelompok 'Top 3' media gatheting virtual PT ExxonMobil Lubricants Indonesia. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pabrikan pelumas merek Mobil dan Federal Oil, PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI), mengincar masuk kelompok elite pasar pelumas di Indonesia. EMLI menargetkan kelompok tiga besar di bisnis pelumas Tanah Air.

Patrick Adhiatmadja, Head of Indonesia Lubricants Market Indonesia EMLI, menjelaskan target top 3 ditetapkan karena pasar pelumas di Indonesia sangat menarik. Perusahaan optimistis produknya mampu menembus pasar dengan kelebihan memiliki based oil sendiri. Based oil ini kemudian ditambahkan aditif untuk diolah menjadi produk pelumas yang dipasarkan dengan merek Mobil dan Federal Oil.

"Resep untuk menjadi pemain utama di pasar pelumas Indonesia sudah ada, tapi perlu waktu untuk merealisasikannya," kata Patrick saat media gathering virtual, baru-baru ini.

Menurutnya, strategi untuk mencapai target itu ada dua. Pertama, melakukan konsolidasi ke dalam, setelah perusahaan mengakuisisi PT Federal Karyatama (FKT) pada 2018 sehingga menjadi memegang hak pemasaran pelumas merek Federal Oil di Indonesia.

Perusahaan perlu melakukan integrasi dua organisasi yang masing-masing punya kekuatan unik, yakni Federal Oil kuat di pasar pelumas kendaraan bermotor roda dua, sedangkan Mobil kuat di pasar komersial, industri, atau B2B.

"Kami kuatkan dulu masing-masing itu supaya solid," ujarnya.

Strategi kedua, setelah organisasinya solid yang menjadi pondasi ke depan, adalah melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Setelah itu pengembangan merek dan relasi dengan konsumen.

Bila semua itu bisa dilakukan, kami optimistis bisa mencapai pasar lebih baik.

"Kami bisa menang secara fair dan jujur di pasar pelumas Indonesia," tegasnya.

Data Asosiasi Pelumas Indonesia (Aspelindo) menyebutkan kapasitas terpasang pabrik pelumas di Indonesia mencapai 2 juta kiloliter per tahun. Sebanyak satu juta kiloliter diserap pasar domestik, sedangkan sisanya diekspor ke mancanegara.

Khusus pasar domestik, 60 persen untuk konsumen industri dan 40 persen untuk otomotif. Saat ini pasar pelumas di Indonesia dikuasai oleh merek-merek lokal dengan pangsa pasar sekitar 75 persen. Pemerintah memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pemasaran produk pelumas di Tanah Air.

Jangkau 10 Juta Konsumen Indonesia

Patrick menjelaskan saat ini EMLI mendukung banyak bisnis baik B2C maupun B2B di Indonesia. Tidak hanya untuk konsumen roda dua, tapi juga roda empat dan konsumen industri seperti transportasi, manufaktur, pertambangan, dan energi.

"Saat ini EMLI menjangkau lebih dari 10 juta konsumen di Indonesia dengan merek Federal Oil, dan lebih dari 15 ribu bengkel independen yang dilayani melalui jaringan distributor di seluruh Indonesia. Kami akan terus berupaya melakukan integrasi jaringan distribusi penjualan dengan fokus pada area-area potensial meliputi wilayah-wilayah di Jawa, Bali, dan Sumatera," pungkas Patrick.

Baca Selanjutnya: Pasca-Akuisisi Federal Oil...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini