Hanya Bagus di Hilir, Kinerja Sektor Hulu Industri Otomotif Indonesia Melempem

Sabtu, 2 Februari 2019 10:00 Reporter : Syakur Usman
Hanya Bagus di Hilir, Kinerja Sektor Hulu Industri Otomotif Indonesia Melempem

Merdeka.com - Kinerja perdagangan nasional sektor hilir produk otomotif alias produk jadi (mobil utuh) memang bagus. Misalnya, volume ekspor mobil Toyota produksi Indonesia naik 4 persen menjadi 206.600 unit. Volume Toyota mencerminkan sekitar 80 persen terhadap total ekspor industri otomotif Indonesia.

Sayangnya, kinerja bagus hanya terjadi sektor hilir otomotif alias produk jadi. Kinerja sebaliknya terjadi di sektor hulu otomotif alias komponen, yakni defisit. Artinya volume komponen impor otomotif lebih banyak.

Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengakui saat ini tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) industri otomotif di sektor hulu masih menjadi isu. Sebab neraca perdagangan di sektor hulu rantai suplai otomotif terutama di level pemasok komponen lapis ke-2 dan 3 masih negatif. Salah satu penyebabnya, masih banyak bahan mentah dan bahan baku industri manufaktur otomotif berasal dari material impor.

Bob AZAM, Direktur TMMIN, mengatakan hal inilah yang turut memengaruhi TKDN produk otomotif Indonesia. Dengan banyaknya material impor, menjadikan TKDN murni atau “true localization” tidak setinggi yang diharapkan.

"TKDN merupakan isu serius karena pada umumnya menjadi beban tanggung jawab industri kecil yang berperan sebagai pemasok di lapis ke-2 atau ke-3. Inefisiensi menjadi salah satu kendala mendasar operasi bisnis industri kecil di Indonesia. Untuk memerangi ketidakefisienan tersebut, maka diperlukan upaya berkelanjutan dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) terutama pembekalan keterampilan dasar/basic skill," ujar Bob dalam keterangan resminya, kemarin.

Kata Bob, menyoal upaya memperbaiki TKDN murni atau true localization, sejak 2004 TMMIN telah menggunakan baja lokal untuk bagian-bagian kendaraan tertentu. Kemudian pada 2017, dua jenis bahan mentah, yaitu resin, bekerja sama dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, dan non-woven fabric --bekerja sama dengan PT Herculon Carpet, berhasil dilokalkan, setelah berhasil melokalkan pula engine oil lubricant, bermitra dengan PT Pertamina.

Saat ini TMMIN sedang dalam proses riset dan pengembangan penggunaan aluminium lokal untuk dipergunakan pada pelek (wheel disc), bekerja sama dengan PT Inalum dan Pako. TKDN murni produk Toyota berada di angka 65 persen. Ke depannya, Toyota menargetkan bisa mencapai true localization hingga level 80 persen pada 2020. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Otomotif Nasional
  2. Ekspor Impor
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini