Gara-gara Covid-19: Merek Otomotif yang Terpuruk dari Volume Produksi dan Ekspor

Rabu, 27 Mei 2020 11:17 Reporter : Syakur Usman
Gara-gara Covid-19: Merek Otomotif yang Terpuruk dari Volume Produksi dan Ekspor Perakitan Mitsubishi Xpander. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kemampuan produksi mobil di Indonesia juga terpuruk akibat pandemi Covid-19 sejak Maret lalu. Ketika kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dilakukan, pabrikan anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ramai-ramai menghentikan sementara pabriknya.

Namun, pada periode waktu tertentu, pabrik mereka berproduksi kembali hanya untuk memenuhi komitmen pasar ekspornya.

Per April lalu, volume produksi anggota Gaikindo hanya mencapai 21.434 unit. Turun 80,8 persen dibanding bulan sebelumnya (Maret) yang mencapai 111.565 unit. Bila secara tahunan (April tahun lalu), volume penurunannya mencapai 79,6 persen.

Penurunan volume produksi yang besar ini juga berdampak terhadap volume pasokan atau penjualan pabrikan ke diler (wholesales). Tak heran, volume wholesales per April juga sangat buruk, turun sekitar 90 persen, menjadi 7.871 unit. Padahal saat normal wholesales rata-rata 80 ribu unit per bulan.

Secara tahunan, pabrikan yang mencatat penurunan produksi terbesar adalah Mitsubishi Fuso sebesar 99,4 persen jadi 20 unit di kendaraan niaga. Sementara di kendaraan penumpang, yakni Daihatsu dengan penurunan 91,7 persen menjadi 1.330 unit.

Di posisi berikutnya ada Wuling, yang mencatat penurunan sebesar 82,2 persen; Mitsubishi Motors 81,8 persen; Toyota 80,5 persen; Suzuki 67,3 persen; dan Honda 60,1 persen.

Sedangkan di kendaraan niaga, UD Truck tercatat menurun 83,9 persen; Isuzu 75,7 persen; dan Hino 60,9 persen.

Baca Selanjutnya: Kinerja Ekspor Terburuk Hyundai dan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini