Gagal 'Lobi' Anies Baswedan, Mitsubishi 'Lobi' Gubernur Lain Soal Insentif PHEV

Rabu, 5 Februari 2020 12:46 Reporter : Syakur Usman
Gagal 'Lobi' Anies Baswedan, Mitsubishi 'Lobi' Gubernur Lain Soal Insentif PHEV Mitsubishi Outlander PHEV ramaikan kegiatan Jakarta Langit Biru 2019. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mitsubishi Motors Indonesia tidak putus asa mencari dukungan insetif pajak kepada pemerintah daerah lain bagi mobil listriknya, Outlander PHEV, meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memberikan insentif bea balik nama (BBN) nol persen bagi mobil listrik berteknologig plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Pada Januari 2020, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 3 Tahun 2020 tentang Insentif Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor atas Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle ) untuk Transportasi Jalan. Kebijakan Gubernur Anies Baswedan itu prinsipnya hanya memberikan pajak BBN nol persen pada mobil listrik dengan teknologi full baterai, bukan hybrid termasuk PHEV, seperti mobil Mitsubishi Outlander PHEV.

Padahal sejak akhir tahun lalu, Mitsubishi Motors Indonesia sudah 'melobi' Gubernur Anies untuk memberikan insentif pada mobil listrik bertekbologi PHEV. Lobi itu antara dilakukan dengan mendukung segala kegiatan Pemprov DKI Jakarta, seperti program Jakarta Langit Biru pada Oktober 2019.

Aditya Wardani, Head of PR & CSR Department PT Mitusbisih Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menjelaskan pihaknya menerima Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 3/2020 tersebut.

"Kami akan terus melakukan sosialisasi mobil listrik teknologi PHEV, karena masih banyak daerah lain di Indonesia yang menjadi target pasar mobil Outlander PHEV. Kami akan melakukan pendekatan ke pemerintah daerah tersebut soal PHEV supaya dapat insentif oleh kepala pemerintah daerah tersebut," ujar Aditya menjawab Merdeka.com di sela media test drive Mitsubishi Xpander Cross, Outlander PHEV, New Triton, dan Eclipse Cross di Banyuwangi, kemarin.

Menurutnya, sosialisasi dan edukasi tentang mobil PHEV akan terus dilakukan baik ke publik maupun pemerintah daerah. Supaya akselerasi ke mobil listrik di Tanah Air lebih baik.

Perlu diketahui, Mitsubishi Motors Indonesia fokus memasarkan mobil listriknya di kawasan Jabodetabek dan Bali. Karena dianggap mendukung dari sisi infrastruktur mobil listriknya.

1 dari 2 halaman

Mobil Listrik PHEV Solusi Transisi Ideal

2018 Merdeka.com

Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Motors di Indonesia, menambahkan ada lost in translation dalam Pergub DKI No 3/2020 tersebut, terutama pasal 1. Karena pasal satu menyebutkan, kendaraan bermotor listrik berbasi baterai adalah kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik dan mendapatkan pasokan sumber daya tenaga listrik dari baterai secara langsung di kendaraan maupun dari luar.

Menurutnya, regulasi tersebut justru cenderung mengatur kendaraan bermotor roda dua (sepeda motor).

"Ada lost in translation di sini, karena mobil listrik PHEV dianggap berkontribusi terhadap polusi udara karena masih ada knalpotnya. Padahal RPM mesinnya tidak pernah naik. Idle di posisi 2.000-2.500 RPM," ujarnya.

Kata Rifat, mobil listrik berteknologi PHEV adalah mobil listrik yang paling realistis dan ideal dengan kondisi pasar Indonesia yang minim infrastruktur kelistrikan. Teknologi PHEV adalah solusi transisi yang ideal di Tanah Air sehingga perlu dukungan berupa insentif pajak misalnya.

2 dari 2 halaman

Pemasaran Outlander PHEV di Indonesia

2019 Merdeka.com

Mobil listrik Mitsubishi Outlander PHEV diluncurkan di Indonesia pada September tahun lalu. Fokus pemasarannya adalah kawasan Jabodetabek dan Bali.

Mitsubishi Outlander PHEV adalah mobil yang mengintegrasikan SUV, teknologi 4WD, dan keunggulan PHEV yang mampu mengubah mobilitas masyarakat yang polusi menjadi aktivitas yang lebih ramah lingkungan. Kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle merupakan perpaduan antara motor listrik-baterai dan mesin gasoline 2,4L.

Dilengkapi teknologi elektrik terintegrasi, Outlander PHEV hadir dengan tiga mode pengendaraan, yakni EV Drive Mode, Series Hybrid Mode, dan Parallel Hybrid Mode.

Outlander PHEV terbukti ketahanan dan keamanannya dengan meraih skor lima bintang dari ASEAN NCAP (New Car Assessment Program). Outlander PHEV ini menjadi produk PHEV pertama yang diuji dan mendapatkan hasil yang sangat baik.

[sya]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini