Diskon Pajak Tahap 2, Menaksir Penurunan Harga Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross

Minggu, 6 Juni 2021 20:00 Reporter : Syakur Usman
Diskon Pajak Tahap 2, Menaksir Penurunan Harga Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross Mitsubishi Xpander Cross debut global di Jakarta. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) terhadap mobil model tertentu memasuk tahap kedua, yakni pemberian diskon PPnBM sebesar 50 persen. Pemberian diskon pajak ini dimulai Juni hingga Agustus mendatang untuk mendorong penjualan dan produksi pabrikan otomotif di Indonesia.

Tahap pertama pemberian diskon pajak oleh pemerintah ini sudah dimulai pada Maret-Mei lalu dengan pemberikan diskon pajak 100 persen. Artinya, mobil-mobil yang masuk kelompok penerima relaksasi pajak ini harga jualnya lebih murah, karena mendapat diskon pajak 100 persen.

Namun, di tahap kedua ini, diskon yang diberikan pemerintah tidak lagi 100 persen, dikurangi tinggal 50 persen. Jadi konsumen harus membayar biaya pajak ini separuhnya saja alias 50 persen.

Misalnya, untuk model Mitsubishi Xpander. Bila di tahap pertama diskon pajaknya diberikan 100 persen, maka penurunan harga jual Xpander mencapai Rp 14,9 juta hingga Rp 16,9 juta per varian.

Sementara untuk Xpander Cross, penurunan harga jualnya mulai Rp 16,9 juta hingga Rp 18,3 juta.

Bagaimana harga jualnya setelah diskon pajak tahap kedua sebesar 50 persen?

Berdasarkan data-data tersebut, bisa dikatakan untuk model Xpander, harga jualnya akan turun sekitar Rp 7-8 jutaan per varian, sementara model Xpander Cross turun harga Rp 8-9 jutaan.

Penurunan harga jual tersebut terbilang lumayan bagi konsumen yang sudah mengincar mobil MPV rasa SUV ini.

Berdasarkan laman resmi mitsubishimotors.co.id, Xpander dipasarkan sebanyak 7 varian. Varian terendah, GLS M/T, dibanderol Rp 237,9 juta per unit --belum diskon pajak 50 persen. Bila diskon pajaknya sudah dihitung, maka harga jualnya turun menjadi sekitar Rp 230 jutaan. Sementara varian tertinggi, Ultimate A/T, harganya juga turun menjadi sekitar Rp 270 juta.

Sekarang model Xpander Cross yang memiliki tiga varian. Varian M/T semula dibanderol Rp 276,5 juta, setelah diskon pajak 50 persen, harganya turun menjadi Rp 267 jutaan. Sementara varian A/T dan Premium Package A/T, harga jualnya juga turun menjadi Rp 277 jutaan dan Rp 290 jutaan.

Perlu diingat, kebijakan diskon pajak (PPnBM) sebesar 50 persen ini hanya berlangsung hingga Agustus tahun ini.

Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, mengakui dampak positif kebijakan diskon pajak ini terhadap penjualan dua model mobilnya yang meningkat dari sebelum relaksasi.

“Berkat penerapan program insentif PPnBM oleh pemerintah Indonesia, permintaan terhadap Xpander dan Xpander Cross di luar perkiraan dan mengakibatkan penundaan terhadap proses pengiriman kepada konsumen. Untuk itu, saya ingin menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen yang masih menunggu unitnya dikirim karena permintaan yang sangat tinggi ini. Kami melakukan usaha terbaik untuk mengakselerasi dan menyesuaikan permintaan dan ketersediaan, serta memastikan konsumen segera mendapatkan unit yang sudah dipesan,” ujar Nakamura-san dalam keterangan resminya, kemarin.

Penjualan Naik Dua Kali Lipat

Relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk produk otomotif per 1 Maret lalu membawa angin segar bagi Mitsubishi Motors Indonesia. Terjadi kenaikan penjualan, tapi pabrikan mewaspadai inden, karena permintaan lebih tinggi dari pasokan.

Sebelumnya, Irwan Kuncoro, Direktur Sales dan Marketing MMKSI, mengungkapkan penjualan model Xpander dan Xpander Cross naik signifikan sejak kedua model itu mendapat diskon pajak 100 persen mulai 1 Maret lalu.

Bila pada tahun lalu, rata-rata penjualan model Xpander 2 ribu unit per bulan, tapi sejak Maret tahun ini penjualannya naik dua kali lipat. Demikian gambaran kenaikan penjualan Xpander dan Xpander Cross pasca-relaksasi PPnBM ini. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini