Daftar Mobil 'Gratis' Pajak di Maret, Satu Modelnya Bikin Kaget!

Selasa, 16 Februari 2021 09:56 Reporter : Syakur Usman
Daftar Mobil 'Gratis' Pajak di Maret, Satu Modelnya Bikin Kaget! GIIAS 2019. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Meski masih disiapkan aturan teknisnya, pemerintah melalui Kementerian Koordinasi Perekonomian dan Kementerian Perindustrian RI secara prinsip memberikan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) produk otomotif per Maret tahun ini.

Namun, tidak semua produk otomotif mendapat insentif kala pandemi tersebut. Ada beberapa kriteria, yakni kapasitas mesinnya kurang dari 1.500 cc, diproduksi di dalam negeri, dan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 70 persen.

Dalam skenario relaksasi PPnBM tersebut, realisasinya dilakukan tiga tahap. Tahap pertama pada Maret-Mei, diskon PPnBM sebesar nol persen. Tahap kedua, Juni-Agustus sebesar 50 persen dan tahap ketiga September-November diskonnya tinggal 25 persen.

Atas kriteria tersebut, tidak semua mobil sedan dan berpenggerak 4x2 bakal mendapat 'gratis' PPnBM pada Maret nanti. Mobil berpenggerak 4x4 tidak satu pun mendapat insentif PPnBM, karena segmen ini tidak ada satu model pun diproduksi di Indonesia.

Merdeka.com mencoba menghimpun mobil-mobil yang bakal mendapat insentif PPnBM 0 persen di Maret tahun ini:

1. Toyota Vios

Mobil sedan ini berkapasitas 1.500 cc yang diproduksi di pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Karawang, Jawa Barat. Selain pasar domestik, sedan in juga diekspor ke negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Qatar, kemudian Brunei serta Singapura.

2. Toyota Yaris, Honda Jazz, dan Honda Brio (non-LCGC)

Mobil segmen hatchback ini akan dapat 'gratis' PPnBM karena memenuhi kriteria dari pemerintah.

3. Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Toyota Sienta, Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, Mitsubishi Xpander, dan Wuling Confero

Sebagai segmen populer, mobil MPV ini bisa dipastikan dapat 'gratis' PPnBM di Maret, karena mobil ini paling banyak diproduksi di dalam negeri. TKDN-nya juga tinggi-tinggi, rata-rata sekitar 80 persen. Maklum mobil ini paling laris di pasar, seperti 'mobil sejuta umat' Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.

4. Toyota Rush, Daihatsu Terios, Honda HR-V, dan Honda CR-V Turbo

Mobil SUV ini kemungkinan dapat insentif PPnBM 0 persen, karena memenuhi kriteria termasuk mobil SUV atas Honda CR-V Turbo.

Menurut data Honda Prospect Motor, Honda CR-V Turbo diproduksi di pabrik Karawang, Jawa Barat, yang memiliki kapasitas produksi 200.000 unit per tahun. Di pabrik ini pula model lain diproduksi, seperti Honda Brio, Mobilio, BR-V, HR-V, dan Honda Jazz.

Relaksasi PPnBM, menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), fokus pada produk yang diproduksi di dalam negeri. Tujuannya supaya produk tersebut lebih laku di pasar supaya meningkatkan volume produksi pabrikan otomotif di Tanah Air yang rata-rata volume produksinya kurang dari 70 persen.

Karena baru di level volume 70 persen lah pabrikan otomotif bisa bernapas lega karena mencapai titik impas (BEP), sejak pandemi Covid-19 yang memukul pasar otomotif RI dengan penjualan turun sekitar 46 persen di tahun lalu. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini