Chandra meraup untung di tengah kelesuan bisnis Harley-Davidson

Jumat, 15 April 2016 16:27 Reporter : Darmadi Sasongko
Chandra meraup untung di tengah kelesuan bisnis Harley-Davidson Bengkel Harley Davidson di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Chandra Ade Priawan (42) boleh jadi meraup untung besar lewat bisnis layanan servis dan penyediaan suku cadang Harley-Davidson (HD). Pendapatan bengkelnya terus meningkat seiring banyaknya jumlah pemilik dan pehobi kuda besi bikinan Amerika Serikat itu.

Bengkel miliknya, Chandra Part's and Service menjadi referensi para pemilik Harley-Davidson dari berbagai daerah. Bengkel di Jalan Simpang Panji Suroso, Kota Malang, itu tidak pernah sepi pelanggan dari sekadar mencuci sampai modifikasi. Padahal, pemasok utamanya, Mabua Harley-Davidson, memilih tutup.

Awalnya, Chandra bermain modifikasi mobil Jeep sejak 1995. Baru pada 2005 dia mulai melayani servis Harley-Davidson, setelah melihat potensi bisnis menjanjikan.

"Potensi bisnisnya di Harley Davidson sangat kuat. Konsumennya orang-orang yang mapan, secara konsumen akan lebih berani dari sisi harga," kata Chandra di bengkelnya, Jalan Simpang Panji Suroso Kota Malang, Jumat (15/4).

Menurut Chandra, harga sebuah Harley-Davidson berkisar antara Rp 400 juta sampai Rp 1,2 miliar, dengan pajak tahunan mencapai Rp 12 juta. Karena itu, pemiliknya dipastikan akan rela mengeluarkan biaya perawatan tinggi demi barang kesayangan. Selain itu, beberapa bengkel resmi Harley-Davidson di Indonesia tutup, karena alasan pasar. Padahal dalam perkiraannya, pemilik HD bakal terus bertambah.

"Pemilik HD bertambah, tetapi kenyataannya bengkel resminya tutup, seperti di Semarang. Padahal perawatan pasti dibutuhkan terus-menerus. Orang sebenarnya tidak mau repot dengan urusan ganti oli harus ke bengkel resmi," ujar Chandra.

Setiap bulan, Chandra mengaku rata-rata menerima satu pelanggan servis kerusakan berat, dan minimal sepuluh unit servis ringan seperti ganti pelumas. Kerusakan yang ditangani paling sering persoalan sistem kelistrikan.

"Kalau modifikasi minimal butuh Rp 50 juta sampai Rp 100 juta. Paling banyak servis jatuh dan servis berkala semacam ganti oli. Biasanya juga pengecekan untuk persiapan touring atau servis setelah selesai touring," lanjut Chandra.

Chandra menyatakan pelanggannya berasal dari berbagai tempat, termasuk Semarang dan Surabaya. Jumlah kuda besi itu di Kota Malang menurut Chandra lebih dari 150 unit, kendati tidak seluruhnya servis ke bengkelnya.

Chandra juga memberikan layanan jasa pengambilan dan pengiriman HD, termasuk layanan servis datang ke rumah. Dia juga memberikan pelayanan cuci dan salon Harley Davidson, produksi dongkrak khusus HD, aneka emblem, dan pernak-pernik HD.

"Dongkrak HD sudah kirim ke Bandung, Batam, sampai Kaltim," ucap Chandra.

Saat merdeka.com berkunjung ke bengkel, Chandra bersama anak buahnya sedang menyelesaikan modifikasi HD tipe Ultra Classic 2007 dan Road King 2005. [ary]

Topik berita Terkait:
  1. Harley Davidson
  2. Malang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini