Perlu Road Test Berbulan-bulan, Cerita Kegiatan R&D Produk Pelumas Pertamina

Senin, 27 Juli 2020 10:16 Reporter : Syakur Usman
Perlu Road Test Berbulan-bulan, Cerita Kegiatan R&D Produk Pelumas Pertamina Brigt Olimart. Pertaminaretail.com

Merdeka.com - Pertamina Lubricants mengembangkan produk pelumas anyar berdasarkan riset dan pengembangan (R&D) mendalam. Bila hanya varian baru, misalnya API SN, waktu R&D yang dibutuhkan berkisar 6-12 bulan.

"Bila benar-benar produk baru, lebih lama lagi, yakni 12-24 bulan. Bahkan produk pelumas untuk industri, lebih lama lagi karena field test pelumas inidustri memang lama. Misalnya oli untuk mesin kapal, bisa mencapai 24-36 bulan sendiri," ujar Fathona Shorea Nawawi, Product Development Specialist Automotive Gear Oil PT Pertamina Lubricants, dalam diskusi virtual, akhir pekan lalu.

Menurut Fathona, hal pertama yang mendasari R&D produk pelumas baru adalah ada permintaan (pasar) dan tren spesifikasi baru, seperti API GF 6 atau API SP untuk mesin bensin. Setelah itu, dilakukan riset laboratorium untuk menguji resep pelumasnya, lalu blending skala test, dan laboratorium test.

Bila riset laboratorum hasilnya bagus, naik ke tahap selanjutnya, yakni engine test dan terakhir road test atau field test untuk produk pelumas industri.

Seperti penjelasan sebelumnya, road test setiap produk pelumas berbeda-beda, tergantung kompleksitas produknya. Bila hanya varian baru seperti, API SN, waktunya lebih cepat, yakni 6-12 bulan. Begitu seterusnya seperti penjelasan di atas.

"Faktor kompleksitas produk dan running hours produk pelumas di pasar sangat menentukan durasi R&D produk pelumas. Yang pasti, Pertamina Lubricants memproduksi produk pelumas yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Karena kami sangat paham dengan pasar Indonesia," pungkasnya.

Untuk segmen otomotif, produk pelumas memiliki beragam merek seperti Fastron, Enduro, PrimaXP, Fastorn EcoGreen, Meditran SX Bio, dan Mesran.

Sementara segmen industri, ada merek Medripal, Meditran SX, Masri, Turalik, Rored, Turbolube, Translik, Trafolube, Salyx, NG Lube, Termo, Steelo, dan Diloka.

Seluruh produk pelumas Pertamina Lubricants ini diproduksi di tiga fasilitas domestik, yakni Jakarta, Cilacap, dan Gresik. Satu fasiltas lagi ada di luar negeri, Thailand, dengan volume produksi 60 juta liter per tahun.

Baca Selanjutnya: Tantangan Mesin Turbo dan Bahan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini