Bisnis Otomotif Astra Turun 70 Persen, Untung Penjualan Mobilnya Naik di Kuartal III

Selasa, 27 Oktober 2020 10:33 Reporter : Syakur Usman
Bisnis Otomotif Astra Turun 70 Persen, Untung Penjualan Mobilnya Naik di Kuartal III Menara Astra International. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Buruknya bisnis otomotif Indonesia tahun ini tercermin dari kinerja bisnis otomotif PT Astra International Tbk, yang menguasai lebih dari separuh bisnis otomotif nasional. Pandemi Covid-19 jadi biang keroknya.

Dalam laporan keuangan Astra pper kuartal III tahun ini, laba bersih segmen otomotif Astra Grup turun 70 persen menjadi Rp 1,8 triliun. Ini mencerminkan penurunan volume penjualan yang signifikan.

"Segmen otomotif grup kembali mencatat keuntungan pada kuartal III, setelah mengalami kerugian bersih pada kuartal II akibat kenaikan penjualan menyusul pelonggaran penerapan langkah-langkah penanggulangan pandemi, yang menyebabkan penutupan sementara pabrik dan diler di kuartal II," demikian bunyi siaran pers pada Merdeka.com, kemarin.

Siaran pers Astra Grup juga memaparkan kondisi penjualan produk otomotifnya yang mengelola merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot, dan UD Trucks.

Penjualan Mobil dan Motor

Misalnya, penjualan mobil Astra Grup turun 51 persen menjadi 192.400 unit per kuartal III tahun ini dibanding periode sama tahun lalu. Meski penjualannya turun, pangsa pasar Astra stabil di level 52 persen.

Sementara pasar mobil nasional turun 51 persen menjadi 372.000 unit.

Menariknya, di kuartal III, penjualan mobil Astra meningkat menjadi 53.000 unit, dari 9.700 unit di kuartal II. Kenaikannya sekitar lima kali lipat.

Ada 13 model baru dan 15 model revamped diluncurkan di sembilan bulan pertama tahun ini.

Di bisnis sepeda motor, penjualan Honda drop 38 persen menjadi 2,3 juta unit. Namun, di kuartal III penjualan sepeda motor Astra naik menjadi 849.000 unit, dari 244.000 unit di kuartal II.

Ada 4 model baru dan 9 model revamped diluncurkan. Sementara penjualan sepeda motor nasional turun 42 persen menjadi 2,9 juta unit.

2 dari 3 halaman

Bisnis Komponen Otomotif Negatif

otoparts
©2019 flokloker.com

Sekarang di bisnis komponen otomotif grup dengan kepemilikan 80 persen, PT Astra Otoparts Tbk (AOP). Perseroan mencatat rugi bersih Rp 243 miliar dibandingkan laba bersih Rp 512 miliar di periode sama tahun lalu.

Ini disebabkan penurunan pendapatan dari segmen pabrikan atau original equipment manufacturer (OEM), pasar suku cadang pengganti (REM/replacement market), dan segmen ekspor.

3 dari 3 halaman

Laba Bersih Astra Grup Anjlok

Secara umum, pendapatan bersih konsolidasian Astra Grup per kuartal III sebesar Rp 130,3 triliun, turun 26 persen dari periode sama tahun lalu. Laba bersih, setelah memasukkan keuntungan penjualan saham Bank Permata, jadi menurun 12 persen secara tahunan.

Bila tanpa memasukkan keuntungan dari penjualan tersebut, laba bersih grup menurun 49 persen menjadi Rp 8,2 triliun, terutama karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan.

[sya]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini