Belum Diproduksi di Indonesia, Mengapa Daihatsu Rocky Dapat Diskon Pajak 100 Persen?

Selasa, 2 Maret 2021 17:09 Reporter : Syakur Usman
Belum Diproduksi di Indonesia, Mengapa Daihatsu Rocky Dapat Diskon Pajak 100 Persen? Daihatsu Rocky raih bintang lima JNCAP. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam lampiran Keputusan Menteri Perindustrian No 169 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor dengan Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah, disebutkan 21 mobil yang mendapat insentif pajak itu per 1 Maret.

Ke-21 mobil tersebut diproduksi oleh enam pabrikan, antara lain Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda HR-V, Suzuki Ertiga, dan Wuling Confero.

Menariknya, ada dua mobil baru, yang belum dipasarkan secara resmi di Indonesia, tapi masuk dalam kelompok 21 tersebut. Artinya, kedua mobil ini dapat diskon PPnBM 100 persen mulai bulan ini, meski belum diproduksi dan dijual di republik ini. Kedua mobil itu adalah Toyota Raize dan Daihatsu Rocky.

Di lampiran itu disebutkan Toyota Raize dan Daihatsu Rocky akan diproduksi oleh PT Astra Daihatsu Motor dengan komponen lokalnya 70 persen. Ini sesuai dengan persyaratan yang diatur oleh Kementerian Perindustrian RI.

Tapi bisa ya mobil yang belum diproduksi mendapat diskon pajak 100 persen itu?

Pertanyaanini diajukan ke Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang memiliki anggota pabrikan otomotif.

Kukuh Kumara, Sekjen Gaikindo, tidak merespons pertanyaan yang diajukan, sedangkan Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo, menjawab meski singkat.

"Silakan tanyakan ke Kementerian Perindustrian RI," jawab Jongkie lewat aplikasi chat pada Merdeka.com, Selasa (2/3).

Sementara itu, sumber Merdeka.com yang bekerja di salah satu pabrikan otomotif terbesar di Indonesia menjelaskan, selama peraturan menteri keuangan diskon PPnBM 100 persen itu sudah keluar semestinya tidak dipersoalkan (PMK No 20/2021).

Apalagi sepengetahuan dirinya, sejumlah diler sudah membuka pemesanan mobil tersebut dengan menyetorkan sejumlah uang sebagai surat pemesanan kendaraan (SPK). Kabarnya kedua mobil baru itu akan diluncurkan pada bulan ini atau April.

"Cuma masalahnya mobil itu belum diproduksi, artinya belum diaudit oleh Surveyor Indonesia. Pertanyaannya, apakah Surveyor Indonesia sudah menghitung komponen lokalnya yang 70 persen itu atau belum," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 1 Tahun 2021 tentang Perhitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tahun 2021, nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) Toyota Raize dan Daihatsu Rocky, masing-masing Rp 146-198 juta dan Rp 130-168 juta.

Di sana juga disebutkan mobil baru Toyota dan Daihatsu itu menawarkan pilihan mesin 1.000 cc turbo dan 1.200 cc (N/A). Mesin 1.000 cc turbo ditandai dengan kode A250, sedangkan mesin 1.200 cc (N/A) pakai kode A251. Kemudian kode kedua mobil ini ditandai sebagai RA untuk Raize dan RS untuk Rocky.

Rencananya, Toyota Raize ditawarkan dalam enam tipe, yakni 1.0T S CVT, 1.0 X CVTTSS, 1.0T G CVT, 1.0T G M/T, 1.2 G CVT, dan 1.2 G M/T. Sedangkan Daihatsu Rocky juga akan ditawarkan dalam enam varian, seperti 1.0R A/T, 1.0R M/T, 1.2M A/T, 1.2X A/T, 1.2M M/T, dan 1.2X M/T. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini