Bekal Porsche Macan yang mengatur 'minum' BBM

Sabtu, 16 Agustus 2014 10:51 Sumber :
Bekal Porsche Macan yang mengatur 'minum' BBM Porsche Macan (foto: Nazar)

Merdeka.com -

Porsche Macan sudah 'mengaum' di Indonesia beberapa waktu lalu. PT Eurokars Artha Utama menawarkan tiga tipe di antaranya untuk pasar Indonesia. Untuk saat ini, mereka baru memasarkan Macan S (3.000cc) dan varian tertinggi Macan Turbo (3.600cc), serta Macan 2.000cc yang rencananya akan diperkenalkan bulan September atau Oktober mendatang.

Sejumlah keunggulan teknologi Macan sudah disodorkan kepada pencinta crossover/SUV premium. Diantaranya transmisi 7-percepatan Porsche Doppelkupplung (PDK) yang terintegrasi bersama dengan fitur canggih lainnya, seperti start/stop dan coasting untuk peningkatan efisiensi.

PT Eurokars Artha Utama menjelaskan bahwa fungsi start/stop otomatis terintegrasi pada PDK dan mematikan mesin dengan segera pada saat Macan mengerem hingga kecepatan dua km/jam - meskipun pada saat Adaptive Cruise Control (ACC) sedang diaktifkan. Pada saat rem dilepaskan, sistem tersebut membuat mesin menyala kembali dengan cepat dan mulus. Simbol pada display instrumen cluster memberi petunjuk kepada pengemudi saat fungsi start/stop diaktifkan.

Sistem audio dan komunikasi akan tetap menyala meskipun mesin dimatikan, dan pengatur udara dua zona standard akan tetap menjaga temperatur. Fungsi start/stop otomatis dapat dinonaktifkan atau diaktifkan kembali melalui tombol di konsol tengah.

Selain itu, dengan adanya PDK, maka setiap Macan kemampuan untuk meluncur 'coast': Pada saat pengemudi mengangkat kaki mereka dari akselerator, PDK secara otomatis memisahkan gigi yang sedang digunakan dan kendaraan akan meluncur pada gigi netral. Pengemudi juga diperingatkan bahwa kendaraan tersebut sedang berada pada 'coasting mode' dengan meteran rev yang drop hingga kecepatan idle. Pada saat pedal akselerator atau rem kembali ditekan, PDK memilih gigi yang sesuai sekali lagi dan mengaktifkan kopling.

Kemungkinan lain untuk memicu coasting adalah dengan perpindahan manual di atas gigi tertinggi yang memungkinkan untuk masing-masing kecepatan. Pada saat rem ditekan, mesin akan secara otomatis dan secara mulus kembali aktif dalam waktu sepersekian detik, dan efek pengereman mesin juga direduksi dengan jarak free-wheeling. Pengaktifan mesin setara dengan perpindahan pada saat pengemudi menekan pedal akselerator. Pada kenyataannya, fungsi coasting ini dapat menghemat hingga 1 liter bahan bakar per 100 kilometer, tergantung profil pengemudian.

Porsche Traction Management

Sementara itu, masih terkait dengan hal di atas, Macan punya pengatur kestabilan dan traksi optimum. Fitur ini dinamakan Porsche Traction Management (PTM). Teknologi ini memungkinkan konsep all-wheel drive dari Porsche 911 Carrera 4 yang kemudian ditemukan pada kendaraan di segmen SUV compact ini. PTM memberikan traksi yang luar biasa dan stabilitas kendaraan untuk kenikmatan pengemudian yang didominasi dengan pengemudian roda belakang yang merupakan ciri khas Porsche. Dasar dari sistem tersebut terletak pada all-wheel drive aktif yang dikontrol secara elektrik, map-controlled kopling multi pelat, lengkap dengan Automatic Brake Differential (ABD) dan Anti-Slip Regulation (ASR).

Dengan PTM, pembagian torsi yang fleksibel dicapai melalui transmisi flange-mounted tambahan (sistem all-wheel drive 'hang-on'). Poros belakang selalu dikemudikan. Poros depan menerima torsi pengemudian tergantung dari rasio penguncian dari kopling multi pelat yang dikontrol secara elektrik. Dengan memonitor status kendaraan secara terus menerus, sistem ini mampu merespon berbagai situasi pengemudian: Sensornya secara terus menerus memonitor kecepatan dari keempat roda, akselerasi longitudinal dan lateral kendaraan serta sudut pengemudian, serta elemen-elemen lain.

Untuk situasi dimana roda poros belakang berada di permukaan dengan koefisien friksi yang jauh lebih rendah dibandingkan roda poros depan (contohnya di es) yang dengan demikian menyebabkan poros roda belakang berputar pada saat bergerak, torsi penting dapat ditransfer hingga 100 persen pada poros depan. Meskipun demikian, poros belakang tidak pernah dipisahkan dalam situasi ini dan 100 persen torsi ditransfer ke poros depan melalui kopling multi pelat.

Sistem all-wheel drive hang-on ini sempurna untuk semua aplikasi, dan mendukung kemampuan manuver kendaraan dan pendukung lateral poros depan dan memungkinkan traksi maksimum pada kedua poros. Hasilnya adalah ketangkasan maksimum dan penanganan yang bersih dan dapat diprediksi berkat distribusi torsi terkendali dengan distribusi dasar variabel.

Tenaga penggerak yang optimum bekerja setiap saat bahkan pada permukaan jalan yang paling kasar sekalipun. Selain itu, konsep pengemudiannya memungkinkan oversteer mencekik yang disengaja pada saat Porsche Stability Management (PSM) dimatikan, tombol Sport Plus dinyalakan dan differential lock opsional di poros belakang dinyalakan. ASR juga mengurangi putaran roda. Tenaga penggerak dengan jumlah yang tepat ditransfer ke sudut roda depan untuk mencapai suport lateral optimum.

Bersama dengan sistem PSM yang telah dikembangkan lebih jauh, PTM berinteraksi dengan semua sistem untuk mengamankan distribusi daya yang tepat untuk tenaga penggerak yang luar biasa untuk segala situasi pengemudian: pengemudian jarak jauh yang lurus, pada sudut-sudut tipis atau pada permukaan dengan koefisien friksi yang berbeda.

Traksi juga ditingkatkan dengan Automatic Brake Differential (ABD) pada permukaan dengan koefisien friksi yang berbeda. Bila roda beresiko terputar, PTM mengerem roda tersebut dengan ABD dan mentransfer torsi pengemudian kepada roda lain pada poros yang sama.

(kpl/nzr/rd)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Sumber: Otosia.com

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini