Ayla tak sanggup menanjak di Kali Kenteng, ini tanggapan Daihatsu

Senin, 11 Juni 2018 15:04 Reporter : Yoga Tri Priyanto
Ayla tak sanggup menanjak di Kali Kenteng, ini tanggapan Daihatsu Daihatsu Ayla tak kuat menanjak di Kali Kenteng. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Sebuah video pendek yang direkam oleh salah seorang warga menunjukkan bahwa Daihatsu Ayla terlihat kesusahan saat menaiki tanjakan di Jembatan kali Kenteng, Susukan, Semarang. Padahal itu merupakan jalur tol fungsional ruas Salatiga-Kartasura yang mana akan selalu dilewati oleh mobil-mobil saat mudik lebaran. [ega]

Sontak saja, beberapa petugas termasuk anggota satuan lalu lintas ikut melakukan pertolongan pertama dengan cara mengganjal bagian ban dan menahannya.

Hal ini justru ada yang mempertanyakan ketangguhan Daihatsu Ayla jika dikendarai di jalur menanjak?

Menanggapi hal tersebut, Technical Service Executive Coordinator PT Astra Daihatsu Motor Anjar Rosjadi angkat bicara. Menurut Anjar, Daihatsu Ayla pada dasarnya mampu melalui jalur menanjak.

"Itu kurang skill (pengemudi). Karena ketika mobil itu tidak bisa nanjak, itu suara raungan mesinnya tidak ada sama sekali. Artinya dia tidak mencoba menyeimbangkan antara RPM dan kopling ketika mau nanjak," jelas Anjar kepada Liputan6.com, Senin (11/6/2018).

"RPM-nya suaranya pelan banget, artinya dia melepas kopling dan tidak menginjak gas. Itu yang kalau saya dengar dari videonya," sambung Anjar.

Sebaliknya Anjar mengklaim, meski bentuk mungil, Daihatsu Ayla tergolong mobil yang tangguh, walau harus melewati tanjakan.

"Pengalaman saya, Daihatsu Xenia 1.000 cc itu saja dilakukan pengetesan tanjakan tidak masalah. Padahal secara desain dan bobot itu lebih besar. Jadi Daihatsu Ayla juga sudah diuji," ucap Anjar.

Masyarakat yang hendak mudik menggunakan kendaraan pribadi melewati jalur tol fungsional ruas Salatiga-Kartasura, tepatnya di Jembatan Kali Kenteng, Susukan, Semarang, harus ekstra waspada.

Pasalnya, di jalur ini ada sebuah tanjakan yang mampu membuat mobil bekerja ekstra. Setidaknya hal ini terlihat dari beredarnya mobil Daihatshu Ayla B 1081 FRA yang secara tiba-tiba mati karena tidak kuat.

Hal ini pula sempat diunggah oleh akun Kominfo Jawa Tengah di akun resminya, @kominfo_jtg, yang menggambarkan kondisi tol fungsional Salatiga menuju arah Solo.

Dalam video tersebut, Daihatsu Ayla terlihat kesulitan menanjak, dan harus dibantu oleh pihak kepolisian mengganjal mobil dengan batu.

Sementara itu, akun @jktinfo di instagram, memberikan informasi jalur alternatif jika pemudik tidak ingin melewati tol fungsional tersebut.

"Bagi pengguna jalan yang ingin menggunakan alternatif di luar ruas fungsional, dihimbau keluar di GT Salatiga, dan melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri kota Boyolali menuju Solo," tulis akun @jktinfo.

Para pemudik rupanya jangan terpengaruh berita-berita hoax. Sebab jalan di Jembatan Kali Kenten, tidak memiliki kemiringan seperti dikabarkan yang mencapai 57 derajat.

Sebaliknya, menurut informasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk, kemiringan jalan di tol fungsional Salatiga menuju Solo, hanya 7,24 derajat.

Kendati demikian, jika ada mobil yang mengalami mogok saat di jalur tol fungsional, maka Jasa Marga telah menyiapkan truk derek untuk kondisi darurat.

Perlu diingat bahwa sampai H-4 Lebaran, terjadi 152 kecelakaan dengan sebaran lokasi di berbagai daerah.Kecelakaan tersebut mengakibatkan 25 orang meninggal dunia. Sedangkan yang luka-lukan, 28 orang luka berat dan 197 orang mengalami luka ringan. Fakta ini diungkapkan langsung olehKepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, melalui pesan singkat, Selasa (12/6).

Sumber: Liputan6.com

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini