AMMDes Jajaki Pasar Ekspor Negara-negara Berbahasa Portugis

Rabu, 17 Juli 2019 09:42 Reporter : Syakur Usman
AMMDes Jajaki Pasar Ekspor Negara-negara Berbahasa Portugis AMMDES. ©2018 Merdeka.com/Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang diproduksi di Citeurep, Bogor, Jawa Barat, siap menembus pasar ekspor. Tepatnya di Timor Leste, Papua Nugini, dan negara-negara di benua Afrika.

Informasi itu disampaikan Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin, saat menghadiri peluncuran "Pilot Project Peningkatan Pelayanan Transportasi Rujukan Kesehatan melalui pemanfaatan AMMDes Pengumpan Ambulans" di Rangkasbitung, Lebak, Banten, kemarin (16/7).

Menurut Putu, saat ini Ammdes diproduksi oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia dengan kapasitas produksi 3.000 unit per tahun dan akan terus bertambah sesuai permintaan pasar. AMMDes juga didorong untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor, seperti sekitar 10 ribu unit di 49 negara Afrika.

2019 Merdeka.com

Bagaimana kesiapan AMMDes memasuki pasar ekspor tersebut?

Wahyu Hidayat Sumarsono, Direktur Operasi PT Repindoo Jagad Raya yang mengurusi pasar ekspor AMMDes, mengakui pihaknya memang sedang menjajaki pasar ekspor. Saat ini masih dalam tahapan studi mengenai kebutuhan pasar tujuan ekspor.

"Yang terdekat kami memang berencana ekspor ke Timor Leste dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada tahun ini. Fokus sementara pasar kami adalah negara-negara yang menggunakan bahasa Portugis sebagai bahasa pertamanya," ujar Wahyu dalam kesempatan yang sama di Lebak, kemarin.

Menurutnya, potensi pasar AMMDes di luar negeri cukup besar. Karena produk ini cocok sekali untuk kebutuhan angkutan pedesaan. Selain itu, hingga kini kami belum ada saingan sehingga peluang pasarnya besar.

Sementara di Indonesia sendiri, menurut catatan Kemenperin, sejak diluncurkan pada Agustus tahun lalu, AMMDes sudah memasuki tahap produksi massal dan terbukti mampu memenuhi berbagai kebutuhan produksi dan peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan. Saat ini tingkat kandungan komponen lokal AMMDes mencapai 90 persen dan melibatkan 70 industri komponen yang sebagian besar merupakan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Kemenperin juga berhasil mengembangkan beberapa bisnis model AMMDes bagi kegiatan usaha masyarakat, seperti AMMDes untuk produksi air bersih dan air minum bagi penanganan bencana di Sulawesi Tengah, AMMDes untuk pengangkutan pisang di Lampung, dan AMMDes untuk kebutuhan penyosohan beras di Jawa Tengah.

Jadi, berbagai aplikasi AMMDes yang sudah dikembangkan antara lain untuk penjernih dan air minum, ambulance feeder, penyosoh beras, pompa irigasi, generator listrik, pembuat ice flake, pengolah kopi dan pascapanen pisang, pungkas Direktur Putu. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Pedesaan
  2. Otomotif Nasional
  3. Lebak
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini