Soediro Atmoprawiro Siap Kembalikan Prestasi Jateng

Senin, 15 Desember 2008 07:13 Sumber :
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Ketua Umum Konida I Jawa Tengah terpilih, Soediro Atmoprawiro periode 2008-2012 siap mengembalikan prestasi provinsi ini yang sempat terpuruk pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur pada pesta olahraga multieven empat tahunan ke-18 di Riau tahun 2012.

Soediro usai Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Konida I Jawa Tengah di Semarang, Minggu, mengatakan, dengan pembinaan atlet yang terencana dan terpadu tentunya hal itu akan bisa dicapai untuk mengembalikan peringkat Jawa Tengah dari urutan lima di PON XVII/2008 ke peringkat keempat pada PON XVIII/2012 Riau.

"Kalau dikatakan beban itu berat sangat relatif, tetapi dengan dukungan semua komponen kami akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa mencapai hal itu. Tentunya harus didukung dengan sarana dan prasarana atlet yang memadai," kata Soediro yang dikenal sebagai pengusaha angkutan di Semarang tersebut.

Pada PON-PON sebelumnya Jateng selalu berada pada urutan keempat di bawah DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat tetapi pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur, Jawa Tengah justru melorot ke urutan kelima di bawah Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat dengan 53 emas, 80 perak, dan 81 perunggu.

Padahal saat itu atlet Jateng sudah diiming-imingi dengan bonus yang sangat besar yaitu Rp150 juta bagi peraih medali emas. Jumlah bonus ini sama dengan yang diberikan Kalimantan Timur kepada atletnya, sedangkan provinsi lain justru di bawah Rp100 juta seperti Jatim yang hanya Rp75 juta.

Ketika ditanya apakah siap mencari terobosan dana agar pembinaan olahraga di Jawa Tengah ini tidak tergantung pada dana APBD, dia mengatakan, dirinya akan menggalang para pengusaha untuk mendapatkan dana selain dari dana APBD.

"Kami tidak akan terlalu berharap pada dana APBD tetapi akan menggalang dunia usaha di Jateng untuk mengumpulkan dana demi pembinaan olahraga di sini," katanya.

Soal waktu yang luang untuk memfokuskan diri membina olahraga, mengingat selama ini dikenal sebagai pengusaha, dia mengatakan, sejak tahun 2000, usahanya dijalankan keenam anaknya sehingga tidak ada alasan untuk tetap membina olahraga demi kemajuan prestasi olahraga.

"Saya tetap akan fokus pada pembinaan olahraga karena usaha yang dijalankan selama ini sudah diserahkan kepada anak-anaknya," katanya.

Soal kepengurusan induk organisasi olahraga di Jateng periode mendatang, dia mengatakan, soal "gemuk atau kurus" itu akan dipikirkan kemudian karena terlalu dini membicarakan soal kepengurusan mengingat dirinya bersama anggota formatur diberi waktu 30 hari untuk membentuk kepengurusan.

Sukahar, salah seorang anggota tim formatur mengatakan, untuk membentuk kepengurusan Konida I Jateng akan disesuaikan dengan kondisi di Jawa Tengah. "Makanya kami minta dukungan pemangku olahraga di Jateng untuk bersatu padu memajukan olahraga di sini," katanya.

Ketua Pengda IMI Jawa Tengah, Wing Wibisono mengatakan, ketua terpilih harus bisa menggali permasalahan olahraga di sini, terutama pemenuhan kebutuhan venues yang sangat minim di Jawa Tengah. "Sarana untuk latihan harus menjadi prioritas ketua umum terpilih karena kalau itu tidak terpenuhi tentunya akan sulit bagi atlet Jateng untuk berprestasi lebih baik lagi," katanya.(kpl/roc)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini