Kerepun Intelektual Hindu Meninggal Dunia

Jumat, 5 Agustus 2005 21:10 Sumber :
Kerepun Intelektual Hindu Meninggal Dunia
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Made Kembar Kerepun (70), budayawan yang juga salah seorang tokoh intelektual kritis Hindu di Bali, menghembuskan napas terakhir akibat serangan penyakit jantung di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Denpasar, Jumat dinihari.

"Bapak meninggal saat menjalani rotgen sekitar pukul 01.30 dinihari, yang sebelumnya sama sekali tidak sempat mengeluhkan tentang penyakitnya," ujar Ni Made Dewi Satyawati Pertiwi, salah seorang putri almarhum, di Batubulan, Gianyar, Jumat (05/08).

Kerepun yang juga mantan Bupati Gianyar periode 1965-1969 itu, pada dinihari itu dilarikan ke RSUP Sanglah, setelah kesehatannya mendadak terganggu, meski almarhum tidak sempat mengeluh.

Pria kelahiran Banjar Pande, Desa Belahbatuh, Kabupaten Gianyar itu, menurut keluarganya dilarikan ke rumah sakit setelah kondisinya terlihat cukup lemah.

Namun demikian, Kerepun yang selama ini menderita penyakit jantung itu, ternyata tidak bersedia menaiki kursi roda, saat turun dari mobil menuju ruang rawat RSUP Sanglah.

Dewi mengatakan, ayahnya memilih untuk berjalan kaki menuju ruang unit gawat darurat, tempat dilakukannya pemeriksaan kesehatan.

Namun saat harus menjalani pemeriksaan dengan perangkat rotgen yang lamanya berkisar 30 menit, Kerepun tiba-tiba menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Kerepun yang juga mantan anggota Dewan Pemerintah Daerah Gianyar 1959-1960, serta pengurus dan penasehat Maha Semaya Warga Pande itu, dikenal sebagai tokoh kritis yang acap kali menyoroti masalah adat dan agama Hindu di Bali.

Sebagai intelektual, Kerepun tercatat menulis sejumlah buku, serta kerap kali tampil sebagai penulis kolom, artikel dan esai di berbagai media massa terbitan Bali dan nasional.

Bisnis

Almarhum semasa hidupnya, selain mengabdi untuk umat, bangsa dan negara, juga menggeluti bisnis yang bergerak dalam bidang ekspor produk tekstil, kerajinan Bali dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.

Dalam kiprahnya di lahan bisnis, sempat menjadi pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, sejak wadah itu dibentuk hingga 2003.

Selain itu, Kerepun juga penasehat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Bali maupun pusat selama 15 tahun, serta ketua Masyarakat Tekstil Indonesia lebih dari lima tahun.

Menurut Dewi, tidak kurang dari sepuluh jabatan pada sejumlah asosiasi di bidang bisnis, sempat dipegang almarhum selama hidupnya.

Untuk sepak terjangnya di bidang pembangunan, Kerepun antara lain ikut membantu pembangunan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta.

Almarhum meninggalkan seorang istri, AA Ngurah Mayun, enam putra-putri dan 14 cucu. Jenazah pendiri CV Satya dan PT Satya Sidhi yang bergerak dalam bidang ekspor-impor itu, kini disemayamkan di rumah duku Desa Belahbatuh, Gianyar.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimandikan hari Selasa (12/08) mendatang, dan keesokan harinya, Rabu (13/08) akan dilakukan "plebon", yakni kremasi jenazah di setra (pemakaman) desa setempat. (*/lpk)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini