KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Fanclub Rossi kecewa soal teriakan penonton ke Marquez

Kamis, 14 September 2017 12:21 Sumber :
Marc Marquez (c) AFP

Merdeka.com - Presiden fanclub Valentino Rossi, Flavio Fratesi akhirnya angkat bicara soal perlakuan penonton yang sebagian besar merupakan penggemar The Doctor kepada Marc Marquez di MotoGP San Marino yang digelar di Sirkuit Misano akhir pekan lalu. Kepada Marca, Fratesi pun curhat soal keresahannya menghadapi situasi tersebut.

Para penggemar Rossi tetap memenuhi tribun-tribun Misano, terutama di Tikungan 1, 2 dan 3, meski rider Movistar Yamaha MotoGP tersebut absen karena cedera kaki. Mereka pun kedapatan bersorak gembira ketika Marquez terjatuh di sesi pemanasan yang diguyur hujan, serta meneriaki rider Repsol Honda itu ketika di atas podium merayakan kemenangan.

"Ada 20.000 orang di tribun. Seperti sepakbola, pasti ada orang-orang yang tidak sportif. Memang penting mengatur mereka, tapi kami tak bisa mengendalikan semuanya. Mustahil. Tapi kami selalu berkata bahwa kami harus sportif kepada semua orang. Kami tak pernah meneriaki mereka, karena semua pembalap itu penting," ujar Fratesi.

Menurut pria Italia ini, para penggemar seharusnya menghormati semua rival Rossi. "Ini hal yang tidak benar dilakukan, dan di Spanyol, saya juga bertepuk tangan untuk Marc, saya tak pernah meneriakinya, karena semua orang menjalani balapan mereka sendiri, baik yang terdepan maupun yang paling buncit," lanjutnya.

Fratesi bahkan meyakini bahwa penonton dengan mentalitas seperti ini tak layak disebut sebagai penggemar balap motor. "Ini bukan soal mereka tak pantas menjadi anggota fanclub, justru mereka tak pantas jadi penggemar balap motor. Olahraga ini penting, semua rider harus dihormati," ungkapnya.

Uniknya, Fratesi juga mengaku pihaknya punya hubungan baik dengan fanclub Marquez, yang dipresideni oleh paman rider berusia 24 tahun tersebut, Ramon Marquez. "Kami punya hubungan yang baik. Saya telah bicara dengan Ramon, dan bagi kami rider favorit kami adalah passion kami, seperti Marc bagi mereka," tuturnya.

Fratesi pun menegaskan bahwa perselisihan antara Rossi dan Marquez pada 2015 harusnya dilupakan saja. "Di Tavullia tak ada pesan kebencian terhadap Marc. Tahun ini bahkan orang-orang datang dengan atribut Marc dan kami bercanda dengan mereka. Semuanya telah berakhir. Momen-momen menegangkan itu sudah berlalu," pungkas Fratesi. (mrc/kny)


Sumber: Bola.net
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.