Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Nader Thaher

Profil Nader Thaher | Merdeka.com

Nader Thaher adalah seorang mantan Direktur Utama PT. Siak Zamrut Pusaka Pekanbaru. Dia lahir di Pekanbaru, 25 Oktober 1955. Thaher adalah seorang terpidana kasus kredit macet di bank Mandiri sebesar Rp 24,78 miliar pada 2002. Dana itu diduga digunakan untuk PT SZP, perusahaan sub kontraktor di PT Caltex Pacific Indonesia. Jaksa menjeratnya dengan Undang-Undang Antikorupsi. Kasus Nader sempat mendapat perhatian masyarakat luas di Riau. Di samping dinilai sebagai putra Riau yang sukses menjadi pengusaha, ia sempat dua kali mencalonkan diri menjadi gubernur.

Nader ditetapkan sebagai tersangka pada 15 April 2005. Ia ditangkap di Batam pada 21 April dan sempat ditahan di Kejaksaan Agung, Jakarta. Kemudian Pengadilan Negeri Pekanbaru menjatuhkan dia hukuman 14 tahun penjara dan dikenai denda sebesar Rp 250 juta rupiah. Vonis ini lebih tinggi 2 tahun dari tuntutan jaksa yang hanya 12 tahun.

Nader kemudian mengajukan banding atas putusan tersebut ke PT Riau. Dari putusan banding, hukuman Nader dikurangi menjadi 7 tahun. Lalu, jaksa mengajukan kasasi. Nader diduga kabur setelah masa penahanannya di Lapas Kelas II B Pekanbaru dinyatakan habis dan tidak diperpanjang pada 21 maret 2006. Kemudian pihak LP Pekanbaru mengeluarkan Nader pada 3 April 2006. Pihak LP telah mengirimkan surat permohonan perpanjangan penahanan ke MA sejak 15 Maret 2006. Namun hingga masa penahanan habis, pihak MA belum juga memberikan penetapan masa perpanjangan penahanan.

Kejaksaan baru mengetahui Nader tidak berada di selnya ketika perpanjangan penahanan dikeluarkan MA (Mahkamah Agung). Surat perpanjangan penahanan Nader sejatinya turun sejak 7 April dan sampai ke PN Pekanbaru pada 11 April. Tapi, Nader tidak pernah muncul lagi setelah ditemui pengacaranya pada 16 April.

Sampai saat ini, Nader belum ditemukan. Diduga dia bersembunyi di Singapura. Dia termasuk ke dalam buronan kelas kakap bersama Ramlan Zas, terpidana kasus korupsi dana tak terduga APBD Rokan Hulu (Rohul) tahun anggaran 2003 senilai Rp 3,5 miliar.

Riset dan Analisa: Nur Laila

Profil

  • Nama Lengkap

    Drs. Nader Thaher MBA

  • Alias

    No Alias

  • Agama

  • Tempat Lahir

    Pekanbaru

  • Tanggal Lahir

    1955-10-25

  • Zodiak

    Scorpion

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Biografi

    Nader Thaher adalah seorang mantan Direktur Utama PT. Siak Zamrut Pusaka Pekanbaru. Dia lahir di Pekanbaru, 25 Oktober 1955. Thaher adalah seorang terpidana kasus kredit macet di bank Mandiri sebesar Rp 24,78 miliar pada 2002. Dana itu diduga digunakan untuk PT SZP, perusahaan sub kontraktor di PT Caltex Pacific Indonesia. Jaksa menjeratnya dengan Undang-Undang Antikorupsi. Kasus Nader sempat mendapat perhatian masyarakat luas di Riau. Di samping dinilai sebagai putra Riau yang sukses menjadi pengusaha, ia sempat dua kali mencalonkan diri menjadi gubernur.

    Nader ditetapkan sebagai tersangka pada 15 April 2005. Ia ditangkap di Batam pada 21 April dan sempat ditahan di Kejaksaan Agung, Jakarta. Kemudian Pengadilan Negeri Pekanbaru menjatuhkan dia hukuman 14 tahun penjara dan dikenai denda sebesar Rp 250 juta rupiah. Vonis ini lebih tinggi 2 tahun dari tuntutan jaksa yang hanya 12 tahun.

    Nader kemudian mengajukan banding atas putusan tersebut ke PT Riau. Dari putusan banding, hukuman Nader dikurangi menjadi 7 tahun. Lalu, jaksa mengajukan kasasi. Nader diduga kabur setelah masa penahanannya di Lapas Kelas II B Pekanbaru dinyatakan habis dan tidak diperpanjang pada 21 maret 2006. Kemudian pihak LP Pekanbaru mengeluarkan Nader pada 3 April 2006. Pihak LP telah mengirimkan surat permohonan perpanjangan penahanan ke MA sejak 15 Maret 2006. Namun hingga masa penahanan habis, pihak MA belum juga memberikan penetapan masa perpanjangan penahanan.

    Kejaksaan baru mengetahui Nader tidak berada di selnya ketika perpanjangan penahanan dikeluarkan MA (Mahkamah Agung). Surat perpanjangan penahanan Nader sejatinya turun sejak 7 April dan sampai ke PN Pekanbaru pada 11 April. Tapi, Nader tidak pernah muncul lagi setelah ditemui pengacaranya pada 16 April.

    Sampai saat ini, Nader belum ditemukan. Diduga dia bersembunyi di Singapura. Dia termasuk ke dalam buronan kelas kakap bersama Ramlan Zas, terpidana kasus korupsi dana tak terduga APBD Rokan Hulu (Rohul) tahun anggaran 2003 senilai Rp 3,5 miliar.

    Riset dan Analisa: Nur Laila

  • Pendidikan

  • Karir

    • Mantan Dirut Pt Siak Zamrut Pusaka Pekanbaru

  • Penghargaan

Geser ke atas Berita Selanjutnya