KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Wawancara eksklusif merdeka.com dengan Presdir PT Brother Indonesia

Senin, 11 September 2017 17:53 Reporter : Syakur Usman
Presdir PT Brother Indonesia, Masahiro Isobe. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Brother Industries Ltd dikenal pabrikan global antara lain di bisnis printer dan solusi asal Jepang dengan pendapatan 168 miliar yen dan laba 9,7 miliar yen di kuartal pertama tahun fiskal 2018 yang berakhir Juni lalu. Tahun ini pabrikan berusia 108 tahun itu ada kantor di lebih dari 40 negara dengan 36 ribu pekerja.

Melihat potensi pasar printer di Indonesia, salah satu perusahaan raksasa Jepang ini akhirnya berani 'ekspansi penuh' dengan mendirikan PT Brother International Sales Indonesia pada September 2008, dari semula hanya perusahaan distributor dari Singapura. Di pasar printer yang menjadi bisnis intinya, Brother Indonesia bersaing keras dengan HP, Xerox, Canon, dan Epson yang lebih dahulu eksis di pasar Indonesia.

Untuk mengetahui perkembangan bisnis Brother Indonesia sejak komersial pada 2009 hingga semester pertama tahun ini, M Syakur Usman dan M Lutfhi Rahman dari Merdeka.com mewawancarai Mr Masahiro Isobe, Presiden Direktur Brother Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu. Berikut petikannya:

Bagaimana perkembangan bisnis Brother Indonesia sejak 2009?

Sejak dua tahun terakhir Brother makin populer dan diterima di pasar Indonesia. Pertumbuhan bisnis kami juga bagus. Sejak 2009 hingga 2016, bisnis kami tumbuh 10 kali lipat.

Apa kunci sukses dari pertumbuhan 10 kali tersebut?

Ada beberapa alasan kami bisa tumbuh 10 kali lipat. Pertama, sejak membangun perusahaan di Indonesia, kami melakukan banyak investasi dalam hal merek, layanan, tenaga kerja, pemasaran, promosi, dan iklan. Ini memang menjadi tanggung jawab prinsipal kami di Jepang. Setelah banyak investasi dua tahun terakhir, bisnis kami tumbuh lebih dari 10 kali.

Kinerja per semester I tahun ini, penjualan kami juga tumbuh lebih dari 10 persen. Kami fokus di segmen korporasi, karena permintaan di segmen ini terus tumbuh ganda setiap tahun. Saat ini bisnis printer dan solusi berkontribusi 80 persen, scanner 10 persen, sisanya berasal dari mesin jahit, dan lain-lain.

Di segmen korporasi apa yang berkontribusi besar terhadap kinerja Brother?

Segmen pemerintah tumbuh baik tahun ini. Kemudian sektor keuangan juga, serta sektor manufaktur di kawasan industri. Klien kami saat ini lebih dari 100 perusahaan di Indonesia.

Kami juga fokus ke bisnis tinta atau toner contract, terkait bisnis management printer system (MPS) klien korporasi. Tujuannya kami memiliki fix printer voluem.

Menariknya, di Indonesia banyak perusahaan manufaktur Jepang. Seberapa besar benefitnya bagi Brother yang juga asal Jepang?

Di Jepang kami memang dikenal, tapi di Indonesia, merek Brother belum kuat. Saat ini banyaknya perusahaan manufaktur Jepang di Indonesia tidak banyak memberi keuntungan bagi Brother Indonesia, karena di sini ada merek Canon dan Epson, yang juga merek Jepang. Kebanyakan pabrikan Jepang memilih produk printer dari tiga merek ini, yakni Canon, Epson, dan Brother. Saat ini kami masih di bawah Canon dan Epson, maka itu kami fokus mengejar mereka.

Apa yang menjadi kelebihan dan kekuatan Brother dibandingkan pesaing?

Brother, secara global sebagai produk yang andal. Maka itu, hanya Brother yang bisa memberikan garansi tiga tahun di Indonesia. Kedua, fungsional produk Brother lebih baik dari pesaing. Ini pula yang membuat kami yakin dengan garansi tiga tahun, meski tetap saja tidak banyak produk kami perbaiki (sambil tertawa).

Jika mereka menggunakan komponen original, selama tiga tahun tidak akan ada masalah. Soal garansi, Epson hanya beri garansi dua tahun. Jadi produk adalah kekuatan kami.

Lantas, apa fokus strategi Anda tahun ini?

Kami investasi sangat banyak untuk memperbarui layanan/service, terutama on site service. Ini sangat penting bagi klien korporasi, jika terjadi problem printer. Kelebihan lain, kami yang sangat berguna bagi klien adalah garansi berdurasi tiga tahun. Saya kira garansi selama 3 tahun ini satu-satunya di Indonesia.

Jadi service menjadi kekuatan kami. Saat ini kami mempunyai 116 service center di 53 kota di seluruh Indonesia.
Bahkan baru-baru ini kami membuat terobosan dengan membuka one stop solutions service center. Kami menamakannya customer care center. Ini konsep baru, yang menyediakan layanan mulai dari pre-sales hingga aftersales.
Di fasilitas ini, kami bisa melakukan demo produk, meeting dengan klien, dengan nyaman.

Di Jakarta, customer care center ada dua showroom, yakni di Mangga Dua IT Mall dan Mangga Dua Square di Jakarta Utara. Kemudian di Surabaya, Semarang, dan Medan. Jadi total ada lima showroom di Indonesia.

Di kota-kota mana fasilitas serupa akan dibangun lagi?

Hingga akhir tahun ini, kami akan membangun customer care center di Cikarang, Bandung, Pontianak, dan Lampung. Jadi total ada empat lagi hingga akhir tahun ini. Pertimbangan kami ekspansi ke kota-kota tersebut, kombinasi antara potensi pasar kota besar dan klien korporasi yang eksisting. Layanan ini sangat strategis bagi klien korporasi.

Hingga kini, pasar mana yang berkontribusi terbesar?

Kontribusi terbesar bagi Brother Indonesia adalah Jakarta, dan diprediksi masih di masa mendatang. Jakarta pasarnya sangat besar di segmen korporasi, karena banyak perusahaan manufaktur berada di Jakarta. Pasar terbesar kedua, Surabaya. Di sini, kami punya kantor cabang dengan staf 6 pekerja.

Bagaimana tren produk printer secara inovasi teknologi?

Brother memiliki produk dari sisi inovasi teknologi, seperti printer isi ulang dalam kemasan botol. Dengan kemasan berupa botol ini, secara produk mudah dipasang dan tidak menimbulkan sampah plastik cartridge sehingga lebih ramah lingkungan. Kemudian juga lebih ekonomis.

Kemudian printer Wi-Fi model dan non-Wi-fi model. Di pasar Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa, printer Wi-Fi model sudah menjadi tren dan standar, sedangkan di Indonesia non-Wi-fi model masih menjadi standar meski kini mulai terjadi perpindahan ke Wi-Fi model sebagai standar.

Seperti apa strategi harga Brother di Indonesia?

Dibandingkan Canon dan Epson, harga produk kami lebih mahal, karena fungsional dan keandalan kami lebih baik, dengan garansi tiga tahun. Di pasar, jika dibandingkan Epson, harga jual produk Brother lebih mahal 5 persen, sedangkan dengan Canon, lebih mahal 10-15 persen.

Proyeksi Anda terhadap kinerja bisnis Brother di semester II ini?

Kami harapkan pertumbuhan penjualan lebih baik lagi, dengan fokus tetap ke segmen korporasi, terutama perusahaan manufaktur. Di segmen ini, pada tahun ini kami memperkenalkan tube printer untuk mencetak label di peralatan dan perlengkapan kelistrikan seperti kabel. Perangkat ini sangat cocok untuk perusahaan konstruksi atau bangunan, dan lain-lain. Apalagi Indonesia memiliki banyak office building, sehingga potensi permintaan terhadap tube printer ini sangat tinggi dan sangat potensial.

Goal Anda hingga akhir tahun ini seperti apa?

Yang pertama, bisnis kami tumbuh terutama di perusahaan manufaktur area. Sebab area ini permintaannya tidak pernah turun dan selalu tumbuh setiap tahun. Kedua, memperbarui kualitas layanan. Ketiga, kami mengincar pangsa pasar Brother naik 5 persen di bisnis printer, dari saat ini 15 persen.

Proyeksi Anda terhadap bisnis perusahaan pada 2018?

Kami berharap pertumbuhan bisnis kami lebih cepat di 2018. Kami berpendapat kondisi ekonomi Indonesia semakin baik pada tahun depan, karena dua tahun terakhir demikian. Jadi secara ekonomi, kami melihat tidak banyak masalah bagi pasar Indonesia, yang tetap tumbuh baik.

Kedua, pangsa pasar kami masih rendah dengan 15 persen saat ini. Maka itu, kami ingin merek Brother semakin dikenal di segmen korporasi. Sebab di segmen korporasi ini kami yakin masih banyak ruang untuk tumbuh.

Terakhir, apakah Brother Indonesia punya rencana bangun pabrik di Indonesia?

Kami belum ada rencana membangun pabrik di Indonesia. Produk yang dipasarkan di Indonesia diproduksi di China, Filipina, dan Vietnam. Saat ini kontribusi Brother Indonesia terhadap Brotger global masih kecil, karena baru berdiri kurang dari 10 tahun. Namun, kantor pusat menyatakan Indonesia pasar sangat potensial sehingga mereka mendirikan PT Brother Indonesia dan melakukan investasi banyak. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Bisnis
  2. Highlight
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.