Wasekjen PAN: Orientasi Kita Cenderung ke Prabowo

Rabu, 24 Mei 2023 06:03 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Wasekjen PAN: Orientasi Kita Cenderung ke Prabowo Wasekjen DPP PAN Fikri Yasin. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Amanat Nasional (PAN) masih mencari 'arah angin' untuk Pilpres 2024. Dua nama calon Presiden menguat di internal partai berlambang matahari. Mereka adalah Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Wasekjen DPP PAN Fikri Yasin mengungkapkan, PAN kini condong mengarahkan dukungan kepada Prabowo. Begitu pula dengan satu anggota KIB lainnya yaitu Golkar.

Fikri juga bercerita soal perkembangan koalisi pasca-PDIP mendeklarasikan Ganjar sebagai calon Presiden. Peta koalisi berubah. Muncul kecenderungan KIB minus PPP dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang diisi Gerindra-PKB melebur menjadi satu.

Komunikasi keempat partai berjalan ke arah positif. Fikri mengatakan, terbentuknya koalisi bersama Golkar, PAN, Gerindra dan PKB hanya tinggal menunggu momentum untuk deklarasi. Keempat partai juga ternyata sering bertemu menjajaki koalisi.

Bila koalisi empat partai terbentuk, Fikri memprediksi Pilpres 2024 akan terpolarisasi menjadi tiga poros. Poros PDIP-PPP, Koalisi Perubahan dan Koalisi Empat Partai Gerindra, PKB, Golkar dan PAN.

Berikut wawancara khusus wartawan merdeka.com Raynaldo Ghiffari dan Genantan Saputra bersama Wasekjen DPP PAN Fikri Yasin:

2 dari 2 halaman

Sikap politik PAN sekarang arahnya bagimana? Karena pasca-PDIP deklarasi Ganjar, satu anggota KIB masuk ke sana? Jadi sisa 2 partai di KIB?

Kalau PAN sampai saat ini tadinya sebelum Ganjar itu dideklarasikan oleh PDI Perjuangan itu kita bulat. Jadi 3 ini PAN, Golkar, dan PPP itu bulat ke Ganjar itu tinggal nunggu waktu saja, mungkin hari saja untuk deklarasi. Di tengah jalan Ganjarnya didekati oleh PDIP. Inilah kemudian kita berpikir ulang tadinya kan PDIP katanya Puan, kita dengar dari dalam tetap Puan tetap Puan. Ya sudah artinya yang kita maksud mereka ini kan enggak akan mencalonkan Ganjar, maka yang ini terus kita mainkan kita pupuk popularitas, ketokohan dan sebagainya sehingga jadilah tokoh besar si Ganjar ini.

Tapi setelah dia katakanlah popularitasnya tinggi Ganjar dicalonkan juga dengan PDIP, ya memang kader PDIP sebenarnya. Tadinya enggak mau ini (PDIP), sehingga ada benturan kan, sampai kita dianggap celeng lah sebagainya. Karena itu dicalonkan, sehingga kita mengkaji ulang ini. Nah inilah kemudian kita sekarang lagi konstruksi baru arahnya. Arahnya apa tetap ke Prabowo atau ke Ganjar itu lain lagi.

Sejauh ini siapa capres yang dipertimbangkan PAN setelah Ganjar di dicalonkan PDIP?

Ya Prabowo, potensinya ya Prabowo.

Golkar dan PAN sekarang condong ke Prabowo ya?

Prabowo, orientasinya cenderung ke Prabowo.

Elite PAN menyebut nama Ganjar masih kuat di internal PAN? Lalu Prabowo, Anies, ini sinyal PAN potensi ke poros PDIP?

Masih bisa, masih mungkin. Artinya dalam situasi kayak sekarang hitungannya masih ke Ganjar, dalam posisinya dia dicalonkan oleh PDIP atau misalnya ke (Prabowo) masih mungkin dua duanya.

Kalau kader di internal sampai akar rumput bagaimana suaranya ke dua tokoh ini?

Kalau grassrott kita terbelah tiga, jadi di wilayah ini ada Anies tertinggi, di wilayah tertentu Ganjar tertinggi, kemudian di wilayah tertentu ada Prabowo tertinggi, terbelah tiga. Karena itu juga dampak dari bisa jadi karena DPP belum memutuskan sehingga polarisasi terhadap tiga itu.

Kapan dideklarasikan Capres PAN?

Kalau pastinya kita belum tahu, karena masih kajian dari empat partai ini.

KIB kecewa karena sudah bangun image Ganjar, kemudian tanpa ada diskusi tiba-tiba Ganjar diumumkan Capres?

Kalau kecewa enggak lah, hanya karena gini. Kita juga sadar dia kader PDI Perjuangan itu bedanya. Hanya yang kita lihat dalam perjalanannya dia katanya tidak dicalonkan sehingga ya sudah kalau enggak dicalonkan oleh induknya, maka kita pinang kemudian kita besaran untuk popularitas kita, tapi ternyata Ganjar balik ke sana, dan PDIP deklarasi ya enggak apa-apa juga.

Sehingga kita enggak bisa kecewa maupun marahain hanya sekarang kita berpikir ulang. Sehingga membuat mainan baru apakah terus bisa mengcreate konstruksi baru atau berketetapan dengan Ganjar sampai sekarang belum.

Bangun komunikasi ke dua poros bagaimana?

Masih berjalan, kalau dilihat sekarang ini kan saling mengunjungi itu ke sana, ini ke sana yang terjadi kan gitu.

PPP pamit ketika keluar dari KIB?

Ya pamit, karena kita enggak bisa juga ngelarang. Kan bus itu koalisinya dalam konteks membangun ini kita jalan, tapi ternyata karena ininya (Ganjar) sudah diambil (PPP) ya terus gimana kita, akhirnya ya sudah kalau mau duluan boleh.

Artinya ada poros PDIP-PPP, poros Gerindra, PKB, Golkar dan PAN dan Poros Perubahan. Tiga poros ini yang sekarang?

Iya iya menyiapkan diri untuk bertarung.

KIB-KKIR akan cenderung melebur. Kapan bertemu empat partai?

Sebenarnya kalau bertemu sudah berkali-kali empat-empatnya. Tetapi memang untuk memastikan saja sekarang ini kira-kira pas deklarasinya kapan, hanya utnuk memastikan itu saja, tapi kecenderungan itu sudah. Misalnya walaupun yang sudah SK saja bisa berubah, tapi situasi sekarang nuansanya itu sudah mendekati PDIP sudah sama PPP, kemudian perubahan 3 partai itu (koalisi perubahan) dan yang empat ini PAN, Golkar, PKB, Gerindra potensinya itu.

Tinggal masalah menentukan cawapres?

Nah itu yang tinggal saling tunggu itu, karena kalau dia pasang laki laki, kita pasang perempuan, kalau dia pasang ini, kita pasang ini.

Ada concern dari tiap partai ini adalah tokoh dari Timur? Apa jadi Concern PAN dan koalisi?

Sama, sama. Jadi cawapres kita paling tidak itu juga mampu menggerakkan efek elektoralnya juga enggak sekadar ngekor saja, tapi ini kenapa ini belum dimunculkan. Misalnya kalau si Fulan dari basisnya dari sana dia laki laki, kita pasang basisnya dari sana tapi perempuan. Orientasinya misalnya Islamnya ini, kalau kita Islamnya ini, kaya gitu kaya gitu.

Tapi yang dibangun nasionalis-religius juga?

Sama pasti sama. Kenapa misalnya Ganjar itu kan yang kita dengar juga dia karena nuansa ke Islaman Ganjar dianggap lemah, maka dia diharapkan menggandeng cawapresnya yang punya nilai ke Islamannya ada. Terus ngambilnya dari basis mana, terus dari Islam apa, itu juga pertimbangan semua. Termasuk oke kalau dia pasang itu kita ambil supaya Indonesia Timur tidak merasa ditinggalkan, kalau Indonesia Timur siapa, tarikannya kayak gitu.

Zulkifli Hasan sempat kasih sinyal di Rapimnas PAN soal duet Ganjar-Erick? Sejauh ini apa nama Erick disodorkan ke poros PDIP? Dan seberapa dekat pak Zulhas ke Pak Erick?

Kalau ngomong dekat hampir semua komunikasi dekat dengan tokoh-tokoh. Hanya tadinya kita intens membangun kekuatan itu katakanlah si Erick Thohir ini karena situasinya dengan Ganjar, apakah posisi sekarang terjadi polarisasi ini, itu elite masih bisa diterima Ganjar di sana, ya menurut saya belum tentu juga.

Kan dulu kenapa Erick punya nilai jual karena KIB-nya dianggap pada saat itu masuk di KIB yang ini, 3 partai yang ini, tapi begitu Ganjarnya ditarik lagi lewat PDIP maka secara otomatis enggak bisa serta merta menyodorkan Ericknya ke sana.

Sempat ingin dijodohkan Ganjar-Erick lewat KIB?

Ada dulu pembicaraan yang artinya kalau Ganjar itu jadi di KIB, maka potensi cawapresnya yang salah satu masuk dalam radar adalah Erick Thohir. Yang saya dengar ya, mungkin ada Khofifah dan lain lain.

Cawapres yang paling diinginkan PAN untuk sekarang?

Kalau sekarang buyar lagi, karena misalnya gini ketetapan capees kita kan masih apakah ke Ganjar atau Prabowo maka dalam situasi sekarang ini masih belum bisa juga siapa cawapresnya masih cair kalau situasi cawapres.

Tiga partai ini akan menunggu siapa Cawapres Ganjar?

Iya salah satunya itu.

Punya orang yang akan dijadikan senjata rahasia dari poros Prabowo?

Ada, sudah dikantongi. Tapi ini hampir sama kayak di Perubahan juga nunggu momentum juga. Bisa jadi kenapa cawapresnya belum dikeluarkan karena kira kira kalau dia ngeluarin itu, kita ngeluarin ini, kira kira gitu hitung-hitungan.

Ada syarat khusus untuk memberikan dukungan cawapres?

Oh iya, ya misalnya kenapa kayak kita dulu kenapa kita nerima Ganjar itu sederhana saja. Pertama karena popularitasnya bagus, kinerjanya di Jawa Tengah diuji di Gubernur Jateng, sehingga kinerjanya itu mudah dilihat. Sama juga misalnya Anies DKI, kalau Prabowo kan sekarang kita lihat rekam jejak dia 5 tahun Kemenhan.

Salah satu syaratnya memang paling ditonjolkan sementara waktu popularitasnya, kemudian kinerja kandidat, itu kalau syarat umumnya. Kalau syarat khususnya banyak, tapi agak susah kalau diomongkan.

Ada pendekatan capres untuk mengambil cawapres dari kader PAN?

Enggak, karena survei internal kita baik capres maupun cawapres popularitasnya enggak mumpuni, kita juga sadar diri. Artinya enggak memaksakan kita enggak mau memaksakan mau siapa ini. Yang penting cawapresnya Pak Zul saya pikir enggaklah. Kita juga realistis karena kita bukan sekadar sebut nama, tapi kita bisa duduk sehingga apapun yang kita sebutkan itu memamg atas dasar suara publik risetnya.

Zulkifli Hasan bilang dua minggu lagi ada kejutan, kejutan apa?

Ya kan ngelihat situasi juga kira-kira Ganjar ini nanti wakilnya siapa, baru nanti langkah ini disusun ulang. Walaupun nanti sudah ada ya figurnya kalau ini anunya ini, kalau Prabowo anunya (cawapresnya) ini, pasnya ini. Tapi kan semuanya melihat juga kita ini kan enggak bisa juga, kita kan enggak berjalan sendirian, karena melihat momentum lawan.

PAN berada di bawah ambang batas parlemen di survei, strategi mendongkrak elektoral seperti apa?

Siapa kita pakai, itu kita riset lalu berubah. Biasanya kan hanya 1,2 atau 0,8, 1,2 pokoknya asal kita enggak ngorder misalnya kita minta diriset pasti 1,2. Nah karena itu sudah berlangsung bertahun tahun empat lima kali pemilu dan kebetulan kita sekarang posisi tiap pemilu treatment yang kita bangun stategi sebagainya sampai dipastikan kita mainnya rata rata 7 persen, 6 koma sekian persen. Dan lima kali ikut pemilu kita kayak gitu, maka sebenarnya kalau dibilang strategi hampir sama lah semua partai politik untuk membangun pertempuran pakai strategi pakai riset. Kalau detilnya kan enggak mungkin kita ngomong.

Survei internal PAN berapa untuk perolehan suara nasional?

Kalau sekarang kita 5,7 sekarang. Jadi belum bergerak kita. Nah ini tugas kita untuk menggenjot di 60 dapil ini agar dia nanti katakanlah 8 persen 9 persen dan arahnya ke sana.

Caranya dengan gaet tokoh tokoh artis?

Di antaranya itu. Karena kita sadar tokoh itu menjadi penting di masyarakat. Kemudian kalau kita mau ngambil kelompok mana paling mudah dikenali, ya kelompok artis. Maka PAN menarik artis tujuannya ke sana.

Ketika Pemilu 2019, seberapa efektif penggunaan caleg artis?

Sangat efektif kalau di kita. Jadi begitu caleg itu yang berasal dari artis itu kita terjunkan ke sana itu popularitasnya langsung meningkat. Persoalannya memang dia kan tidak linier antara elektabilitas bersama popularitas. Nah tugas PAN merapihkan pertempuran di situ. Supaya mengubah orientasinya bukan hanya dia populer tapi menaikkan elektabilitasnya, itu tugas partai. Jadi kalau dilepas saja di situ ya dia populer tapi enggak ada yang milih.

Itu ada strateginya?

Ada strateginya. Biarkan mereka dengan gaya artisnya, nah tugas kita merapihkan itu sistem itu, supaya menggeser dia menjadi efek elektoralnya itu arahnya.

[ray]

Baca juga:
Din Syamsuddin: AHY dan Khofifah Cocok Jadi Cawapres Anies
Reaksi Din Syamsuddin soal Anies Baswedan Dijegal Nyapres
Demokrat soal Anies Sindir Pejabat Rangkap Pedagang: Ajak Kontestasi Ide di Pemilu
Din Syamsuddin Minta Jokowi Jangan Sering Undang Parpol Bahas Pilpres 2024
Din Syamsuddin: Saya Bersaksi Anies Baswedan Tepat Jadi Calon Presiden

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini