Virus Corona dan Ujian Kesabaran Jemaah Umrah

Rabu, 4 Maret 2020 08:31 Reporter : Irwanto, Arie Sunaryo
Virus Corona dan Ujian Kesabaran Jemaah Umrah Jamaah haji di Masjidil Haram. ©REUTERS/Muhammad Hamed

Merdeka.com - Sedih dan panik. Dua perasaan itu tampak jelas dari raut wajah para jemaah umrah asal Sumatera Selatan ketika transit di Bandara Changi, Singapura. Di dalam ruang tunggu, mereka menerima kabar buruk. Perjalanan ibadah menuju Jeddah dibatalkan akibat teror Virus Corona.

Penerbangan pada Kamis pagi, 27 Februari 2020, awalnya berjalan normal. Rombongan umrah dari Prabu Tour itu berangkat dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menggunakan maskapai Scoot pada Kamis pagi, 27 Februari 2020. Kemudian transit dan seyogyanya langsung terbang lagi ke Jeddah, Arab Saudi.

Turun dari pesawat, lebih kurang 60an jemaah dari agen perjalanan umrah asal Palembang lain disambut delapan orang menajemen maskapai. Mereka meminta jemaah beristirahat terlebih dahulu di ruang tunggu bandara. Alasannya ketika itu lantaran baru melewati perjalanan udara cukup lama dari Palembang.

rombongan jemaah batal umrah karena virus corona

Rombongan jemaah umrah Prabu Tour ©2020 Merdeka.com

Pelayanan spesial itu awalnya dianggap para jemaah umrah sebagai hal biasa. Tak berselang lama menunggu, mereka dibuat kaget pernyataan manajemen maskapai. Di luar dugaan, maskapai itu mengumumkan bahwa penerbangan menuju Arab Saudi sedang ditutup sementara.

"Semuanya panik mendengar pengumuman itu, sangat tidak menyangka karena kami sedang menuju ke sana, tiba-tiba dibatalkan," ungkap Asmawati, salah seorang jemaah umrah Prabu Tour, bercerita kepada merdeka.com, Selasa kemarin.

Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah umrah dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Hal itu sebagai langkah antisipasi terkait maraknya penyebaran virus korona atau Covid-19 di seluruh dunia.

Indonesia termasuk negara yang dicegah untuk melaksanakan ibadah umroh. Beberapa negara lain di antaranya: China, Iran, Italia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, Malaysia, Pakistan, Afghanistan, Irak, Filipina, Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, dan Vietnam.

Saudi merasa perlu mengambil tindakan pencegahan yang dampaknya memengaruhi perjalanan menuju dan keluar negara Teluk tersebut. Mereka berupaya memerangi penyebaran virus dengan menerapkan standar internasional serta mendukung komunitas internasional dalam mencegah penyebaran virus, terutama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)

1 dari 4 halaman

Asmawati masih teringat jelas bagaimana para jemaah begitu kecewa mendengar pengumuman. Mereka langsung lemas. Suasana gembira ketika terbang dari Palembang langsung lenyap seketika, tinggal kesedihan mendalam.

Sama seperti jemaah lain, perempuan 40 tahun itu tidak memungkiri juga mengalami kekecewaan mendalam. Apalagi dia pergi bersama suami dan dua anaknya. Meski ini bukan pertama kali dirinya melaksanakan ibadah umrah.

"Saya bayangkan, bagaimana perasaan jemaah yang baru pertama kali berangkat, pasti sangat kecewa," ucapnya.

Berbekal pengalaman menjadi pimpinan rombongan umrah ketika bekerja di salah satu agen perjalanan beberapa tahun lalu, Asmawati mencoba mendekati satu per satu jemaah. Tujuannya tak lain untuk menghibur dan memberikan semangat. Menjadi teman senasib sepenanggungan.

Asmawati mengobrol dengan beberapa jemaah yang diketahui ternyata baru pertama kali umrah. Mereka bahkan sudah lama menabung untuk berangkat ke tanah suci. Usianya terbilang sudah cukup uzur, di atas 55 tahun. Ada yang berangkat seorang diri maupun dengan pasangannya.

Untuk mengurangi kesedihan, Asmawati meminta mereka menghubungi keluarga di kampung. Asmawati nantinya menjelaskan kepada keluarga agar tidak terlalu khawatir karena kondisi keluarga baik-baik saja.

"Saya layani mereka karena ponsel saya bisa diakses. Saya hubungi keluarga mereka. Ada yang cuma simpan catatan nomor telepon, saya hubungi juga. Kami video call sama keluarga mereka, Alhamdulillah jemaah sedikit terhibur," ujar dia.

2 dari 4 halaman

Belum usai mengharapkan keberangkatan, para jemaah merasa panik lantaran bingung akan bermalam di mana. Apalagi penerbangan dari Singapura menuju Palembang hanya satu kali sehari. Otomatis mereka harus menunggu esok hari untuk kembali ke tanah air.

Setelah mengumumkan pembatalan, manajemen maskapai kembali datang dan meminta seluruh jemaah naik ke mobil untuk diantar ke hotel. Maskapai juga menjanjikan memberikan makan secara gratis selama berada di Singapura. Pelayanan ekstra dari maskapai itu cukup melegakan buat para jemaah.

Esok paginya, Asmawati mendengar keluhan jemaah jika mereka suntuk di hotel. Dia pun menyarankan mereka jalan-jalan sembari menunggu penerbangan pulang ke Palembang sore harinya.

"Saya sempat bercanda ke mereka, ini hikmahnya, umrah batal sementara, tapi bisa jalan-jalan gratis ke Singapura. Kalau sengaja liburan sudah berapa duit," canda dia kepada para jemaah ketika itu.

Manajemen Prabu Tour, Eef Romain, memastikan tidak akan meminta biaya tambahan kepada jemaah yang batal berangkat. Meski diprediksi merugi, perusahaan akan menanggung semua biaya baru, seperti pembuatan visa jemaah.

Dalam kondisi seperti itu, menurut dia, pemahaman kepada jemaah sangat perlu dilakukan agar mereka menerima kenyataan. Sejauh ini, tidak ada jemaah yang meminta kembali uang akibat kejadian itu.

Tidak hanya itu, mereka juga menjanjikan akan memprioritaskan jemaah yang batal terbang akibat teror Virus Corona. "Begitu sudah diizinkan, kami langsung proses agar rombongan kemarin berangkat duluan, tidak ada biaya lagi, tidak ada tambahan," kata Eef Romain menerangkan.

3 dari 4 halaman

Dua Rombongan Umrah Beda Nasib

Keputusan mendadak pemerintah Arab Saudi untuk menunda visa kunjungan umrah tak hanya membuat jemaah kecewa. Biro perjalanan umrah juga tak kalah bingung menyikapi keputusan tanpa kompromi tersebut.

Seperti dialami seorang pendamping jemaah umrah, Handayani. Dia merupakan pendamping dari biro umrah Fath Indah dan Tunas Tour. Di saat semua jemaah bersemangat ibadah, tiba-tiba kabar pembatalan harus disampaikan. Tentu itu membuatnya berkecamuk. Apalagi melihat banyak jemaah sudah berusia lanjut.

rombongan jemaah batal umrah karena virus corona

Rombongan Group Fath batal umrah 2020 Merdeka.com

Perjalanan pada Kamis, 27 Februari 2020, lalu Biro Fath Group memberangkatkan dua grup jemaah umrah dari Tunas Tour dan Fath Indah. Keduanya berencana terbang ke Arab Saudi melalui Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Jakarta.

Tunas Tour menggunakan maskapai pesawat milik Arab Saudi, sementara Fath Indah menggunakan maskapai plat merah Garuda Indonesia. Kedua grup jemaah berangkat melalui Bandara Internasional Adi Soemarmo pukul 11.00 WIB dan tiba di Jakarta sekitar pukul 13.00 WIB.

Awalnya Handayani menduga jemaah masih tetap bisa berangkat. Karena yang ditutup hanya pengajuan visanya. Namun, kenyataannya Saudi juga dilakukan penutupan bandara. Informasi itu tidak langsung disampaikan kepada calon jemaah umrah. Sampai mereka bisa memahami ketika mendapat penjelasan resmi tentang alasan pembatalan terbang ke Tanah Suci.

"Jemaah kami akhirnya melihat sendiri. Kebijakan pemerintah Arab Saudi ternyata memang tidak memungkinkan untuk diterbangkan," katanya.

Untuk menenangkan para jemaah, Handayani kemudian mengarahkan mereka ke hotel untuk beristirahat. Sehingga tidak ada yang terlantar di Bandara.

Rombongan jemaah umrah Group Fath Indah terdiri dari 22 jemaah asal Solo dan 5 jemaah asal Yogyakarta. Kemudian para jemaah dipulangkan kembali dengan bus dari Jakarta. "Jemaah terpaksa kita pulangkan ke Solo dengan bus. Karena tidak ada tiket pesawat untuk 27 orang," jelasnya.

Meski begitu, grup jemaah umrah dari Tunas Tour justru bisa melenggang ke Tanah Suci. Lebih kurang 30 jemaah Tunas Tour bisa tiba lantaran terbang menggunakan maskapai negara Saudi. Menurut Handayani, jemaah Indonesia yang menggunakan maskapai pesawat selain milik Arab Saudi akan ditolak masuk ke bandara Jeddah.

4 dari 4 halaman

Bagi para jemaah umrah batal melakukan terbang, Grup Fath Indah memastikan mengembalikan seutuhnya dana mereka. Kemudian tidak menjadwalkan ulang keberangkatan umrah lantaran belum adanya kejelasan pembukaan Bandara di Arab Saudi.

Sebenarnya pemerintah Kerajaan Arab Saudi berencana bakal kembali membuka penerbangan dari berbagai negara untuk ibadah umrah ke Tanah Suci pada 14 Maret 2020. Informasi tersebut diumumkan dalam telegram dikirimkan Kementerian Luar Negeri Kingdom Saudi Arabia kepada biro travel di seluruh dunia.

Dalam surat itu disebutkan, penangguhan penerbangan ke Arab Saudi mulai berlaku sejak 26 Februari 2020 hingga 13 Maret 2020. Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Haji Umrah Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi, menyebut bahwa 14 Maret 2020 merupakan perkiraan awal pintu penerbangan umrah ke Arab Saudi mulai dibuka.

Arab Saudi bahkan bakal membuka jalur penerbangan umrah untuk seluruh negara. Termasuk negara-negara yang positif ikut terkena dampak penyebaran virus corona. [ang]

Baca juga:
Virus Corona Menjadi Ancaman Dunia, Ini Tindakan Negara-Negara di Timur Tengah
Umrah Disetop Akibat Corona, Uang Jemaah Dijamin Aman
Data Kemenag: 1.117 Jemaah Umrah Sudah Dipulangkan, 568 Lainnya Masih Proses
Biro Travel: Larangan Umrah Berlaku Mulai 26 Februari Sampai 13 Maret 2020
Selesai Umrah, 2.698 Jemaah Asal Indonesia Kembali ke Tanah Air
Arab Saudi Akan Alami Kerugian Ekonomi Bila Larangan Umrah Terlalu Lama

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini