Ujian Kesabaran Jemaah Umrah di Tengah Pandemi

Jumat, 13 November 2020 09:51 Reporter : Supriatin
Ujian Kesabaran Jemaah Umrah di Tengah Pandemi Persiapan Masjidil Haram jelang ibadah haji. ©Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Menjelang siang, langit begitu cerah di Bandara Soekarno Hatta. Hari itu di terminal khusus penerbangan internasional agak ramai. Banyak kelompok jemaah Umrah akan beribadah di tengah pandemi corona. Sabar mereka menunggu panggilan keberangkatan. Meskipun ada perasaan was-was yang tak bisa dihindarkan.

Dari pengeras suara, informasi keberangkatan diumumkan. Pesawat Saudia Airlines dengan kode penerbangan SV 817 sudah bersiap di landasan. Para jemaah Umrah pun bergegas. Sambil memanjatkan doa, mereka melangkahkan kaki dan antre memasuki pesawat.

Tepat pukul 10.45 WIB pada 1 November 2020, pesawat lepas landas. Total terdapat 224 jemaah Umrah di dalam Saudi Airlines menuju Bandara King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi. Tiap penumpang dipastikan sudah melewati tes usap dan dinyatakan negatif corona. Berbagai protokol kesehatan pun dijalankan.

masjidil haram kembali dibuka untuk jemaah umrah dari luar negeri

Masjidil Haram kembali dibuka untuk jemaah umrah dari luar negeri ©Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

Nana Sujana Gaido, salah seorang jemaah Umrah, merasa perjalanan ibadah Umrah hari itu terasa berbeda. Semua protokol begitu ketat diterapkan. Walau semua penumpang dalam keadaan negatif corona, tetap ada perasaan tidak tenang. Kekhawatiran tertular virus corona menjadi pikiran terbesar. Hanya kerinduan untuk melihat Baitullah yang menjadi penyemangat dia.

Sekitar jam 16.30 waktu Arab Saudi, burung besi itu mendarat di Kota Jeddah. Nana dan rombongan bersiap meninggalkan pesawat. Langkah kaki jemaah mengarah ke terminal kedatangan penumpang di bandara. Biasanya, jemaah berjalan bersamaan dan berdekatan. Namun, pandemi Covid-19 membuat mereka harus menjaga jarak. Setiap orang harus berjarak minimal satu meter. Mereka dilarang menimbulkan kerumunan.

Di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, para jemaah Umrah Indonesia menyerahkan bukti hasil tes swab negatif Covid-19 kepada petugas. Berbagai formulir diisi dan wajib menandatangani pernyataan harus mengikuti aturan kesehatan Arab Saudi. "Kita di sana harus patuh dan tunduk pada aturan kesehatan yang ada di Arab Saudi," cerita Nana, Rabu lalu.

Usai melengkapi berkas administrasi, mereka menempuh perjalanan menuju tempat penginapan. Hotel yang disediakan bukan lagi bintang tiga. Melainkan hotel bintang lima. Jarak antara hotel dengan Masjidil Haram pun tak lagi jauh.

Sebelum menempati kamar hotel, mereka diminta mematuhi aturan kapasitas. Setiap kamar hanya boleh diisi maksimal dua orang. Sebelumnya bisa lebih dari tiga orang. Ketentuan kapasitas penghuni kamar ini untuk menghindari adanya kontak dekat antarjemaah.

Ibadah Umrah tidak bisa langsung dijalani. Para jemaah wajib melakukan karantina selama dua hari. Kemudian kembali menjalani tes usap demi memastikan bahwa mereka benar-benar terbebas dari penularan covid-19. Setelah itu semua dibawa untuk melaksanakan Umrah dengan rangkaian tawaf, sa'i dan tahalul.

Penerbangan jemaah Umrah pada 1 November itu menjadi pertama kali sejak Covid-19 melanda dunia. Nyaris sembilan bulan umat Islam di Tanah Air tak bisa mengunjungi Kakbah.

Selama ibadah Umrah berlangsung, banyak aturan tidak boleh dilakukan jemaah. Misalnya, tidak bisa mendekat ke Kakbah dan mencium batu Hajar Aswad. Para jemaah hanya bisa melihat dan memanjatkan doa dari jarak jauh. Momen ini tentu berbeda ketika masa sebelum datang pandemi corona. Para jemaah Umrah maupun Haji bakal berebut menyentuh kiblat umat Islam dunia itu.

"Tidak boleh ada sentuhan atau apa pun. Kita hanya melihat saja, kemudian salat di belakang makam Ibrahim, berdoa," ujar dia.

Baca Selanjutnya: Syarat masuk ke Masjidil Haram...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini