Terjerat bau busuk korupsi daging

Senin, 20 Mei 2013 08:25 Reporter : Alwan Ridha Ramdani
Terjerat bau busuk korupsi daging Ahmad Fathanah. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Dua hari berturut pekan kemarin, Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin bolak-balik kantor antirasuah, di Kuningan, Jakarta Selatan. Bukan tanpa sebab Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil para petinggi partai dakwah ini.

Ahmad Fathanah menjadi jalan bagi komisi ini menelusuri bau busuk dugaan korupsi dalam proyek impor daging sapi. KPK sudah menetapkan dia bersama mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka dan mulai melangkah ke penuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Berbagai aset, seperti rumah, kendaraan, dan perhiasan disebar ke beberapa artis, istri siri, atau orang lain disita. Barang-barang ini diduga hasil tipu-tipu Luthfi bersama Fathanah. KPK pekan lalu mengambil alih enam mobil mewah setelah upaya penyitaan itu gagal seminggu sebelumnya.

Presiden PKS Anis Matta membantah semua tuduhan partainya tersangkut korupsi. Meski penyidik KPK mnemukan akta tanah miliknya dalam mobil Fathanah saat ditangkap, dia menjelaskan teman dekat Luthfi itu memang ingin membeli tanahnya. "Ini baru tawar-menawar dengan adik saya. Hanya itu," ujarnya di KPK pekan lalu.

Dia membantah Fathanah adalah kader PKS atau sebagai manajer investasi keuangan partai dan donator partai. "Fathanah bukan kader, itu sahabat Pak Luthfi."

Hilmi pun ikut-ikutan menolak tudingan itu. Dia mengaku perkenalannya dengan Fathanah berlaku tidak sengaja. Fathanah datang bareng Aksa Mahmud pada Idul Adha lalu ke kediamannya Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dia ogah mengungkapkan dari mana aset miliknya dan kepunyaan partai. Dia membantah ada aliran dana Rp 17 miliar dari Fathanah kepada dirinya lewat anaknya, Ridwan.

Kuasa hukum Hilmi, Zainuddin Paru, menegaskan koleganya atau PKS tidak ada hubungan dengan Fathanah. "Menurut ustad (Hilmi), dia hanya bertemu satu kali. Dalam hubungan apa? hubungan silaturahim Idul Adha," ujarnya.

Dia balik menuduh Fathanah bisa saja mencatut nama Hilmi, Ridwan, atau tokoh nasional lainnya dalam kasus dugaan korupsi impor daging sapi. "Fathanah ini bengal dari dulu," Zainuddin. Dia membantah ada dukungan untuk Indoguna. Dia mengungkapkan Menteri Pertanian Suswono lima kali menolak permohonan Indoguna untuk tambahan kuota. [fas]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini