Tanah Tuhan jadi rebutan

Rabu, 26 Desember 2012 07:00 Reporter : Faisal Assegaf
Tanah Tuhan jadi rebutan Kota Yerusalem, Tepi Barat. (reuters/ammar awad)

Merdeka.com - Sekali lagi, pemimpin Israel menegaskan Yerusalem adalah milik mereka. "Tembok Ratapan telah menjadi milik kami selama tiga ribu tahun. Dinding ini dan negara Israel akan tetap menjadi milik kami selamanya," kata Perdana menteri Benjamin Netanyahu, pertengahan bulan ini, pada puncak perayaan hari suci Hanukkah di Kotel (Tembok Ratapan dalam bahasa Ibrani), seperti dilansir surat kabar Arutz Sheva.

Tembok ini berada di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha. Kaum Yahudi sejagat menganggap ini sebagai tempat suci mereka. Mereka meyakini dinding ini sebagai sisa dari Kuil Sulaiman Kedua setelah yang pertama dihancurkan. Hanukkah memang diperingati buat mengenang kuil itu.

Bukan hanya Tembok Ratapan di Yerusalem. Kota tua nan bersejarah ini juga menjadi kota suci bagi penganut Nasrani dan Islam. Sebab, di sana terdapat pula Masjid Al-Aqsha (berkubah hijau, sedang Masjid Umar berkubah emas) yang pernah menjadi kiblat pertama kaum muslim. Dari masjid ini pula, Nabi Muhammad melaksanakan mikraj setelah isra dari Masjid Al-Haram di Kota Makkah. Sedangkan orang Kristen memiliki gereja Makam Yesus. Mereka juga bisa menziarahi rute perjalanan Yesus hingga tiang salib di Bukit Golgota.

Pantas saja Yerusalem kerap menjadi rebutan. Posisinya sangat bergengsi bagi tiga agama samawi itu. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan Yerusalem di bawah kontrol mereka. Namun, negara Zionis itu mencaplok kota ini selepas menang Perang Enam Hari 1967.

Knesset (parlemen Israel) merestui penguasaan itu lewat Hukum Dasar yerusalem disahkan pada September 1980. Undang-undang itu menegaskan Yerusalem adalah ibu kota abadi Israel dan tidak dapat dibagi dua dengan negara mana saja, termasuk Palestina. Sejak itu, semua kantor pemerintah, termasuk istana presiden dan kediaman resmi perdana menteri Israel, dipindah dari Tel Aviv ke Yerusalem Barat.

Para pemimpin dan rakyat Palestina disokong umat Islam mendukung Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara itu nantinya. Karena itu, status Palestina sebagai calon ibu kota negara Palestina selalu menjadi agenda utama saban perundingan antara Palestina dan Israel. "Kami bersumpah terus berjuang buat menguasai Al-Aqsha (Yerusalem)," ujar pemimpin senior Hamas di Jalur Gaza, Mahmud Zahar, kepada merdeka.com akhir Oktober lalu.

Tentu saja, negara Bintang Daud ini tidak akan rela mengabulkan tuntutan Palestina itu. Semasa Yassir Arafat masih hidup, Israel pernah mengusulkan Abu Dis, di luar Yerusalem Timur, sebagai ibu kota alternatif Palestina.

Kedua pihak dipastikan akan terus mempertahankan klaim masing-masing atas Yerusalem. Alhasil, konflik berkepanjangan antara kedua bangsa sangat mungkin tidak akan pernah berakhir hingga kiamat. Cuma Tuhan bisa memutuskan siapa paling berhak atas Yerusalem. [fas]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini