Sistem Pinjol Ilegal (1)

Tabir di Balik Bisnis Pinjaman Online Ilegal

Tabir di Balik Bisnis Pinjaman Online Ilegal Suasana ruang kerja jasa Pinjol usai penggerebekan polisi. ©2021 Antara

Merdeka.com - Jam dinding di apartemen menunjukkan pukul 09.00 WIB. Waktunya AY beranjak dari tempat tidur dan langsung duduk di depan layar komputer. Sebuah aplikasi dibuka. Ada 16 SIM Card berukuran KTP dimasukkan ke dalam modem pool.

Telunjuk kanannya cukup menekan tombol apply all. Pesan SMS berisi promosi hingga penagihan aplikasi Pinjol Sinkuka otomatis tersebar ke 150.000 pengguna telepon dan nasabahnya. Setelah tekan apply all, AY bersantai dan berfoya-foya.

Rutinitas itu dilakukan AY setiap hari. Selama dia bekerja sebagai desk collector di perusahaan pinjaman online ilegal. Pekerjaan ringan. Berbeda dengan pekerjaannya sebelumnya sebagai pengantar makanan online. Usaha rumahan itu tutup akibat dihantam pandemi Covid-19.

infografis pinjol ilegal diberantas
©2021 Merdeka.com

Dengan iming-iming gaji dan fasilitas apartemen dua kamar tidur di bilangan Pluit, Jakarta Utara, AY tak bisa menolak tawaran HH. "Ya maulah cuma ganti kartu, gaji Rp5 juta, dapat apartemen," katanya.

AY bekerja di Pinjol Sinkuka atas ajakan HH. Keduanya kini mendekam di penjara setelah digerebek tim Dittipidiksus Bareskrim Polri. Pemuda berbadan tambun dan berkulit putih bersih ini tak peduli pekerjaannya ilegal hingga meneror banyak orang.

"Tidak (peduli) sih, yang penting dapat duit," kata AY saat diwawancara ekslusif merdeka.com dari balik jeruji besi pekan lalu.

Tugas AY hanya mengisi pulsa, memasukkan SIM Card, dan mengedit kalimat penagihan atau promosi kepada nasabah. Dia mengaku tak tahu aplikasi yang dipakai. Semuanya berbahasa Mandarin. Semua instruksi atasan dijalankan. Mengakali pemblokiran Kominfo. Misalnya, kata pinjaman menjadi pinj4m4n. Kata dana menjadi d4nA.

Aplikasi Pinjol Sinsuka tergolong memiliki teknologi canggih ketimbang aplikasi kebanyakan. Hanya butuh tiga orang pekerja untuk mengoperasikan aplikasi. AY sebagai penagih, HH sebagai pembalas pesan jika ada nasabah yang tertarik dengan SMS promosi. Kemudian ada sosok SZ sebagai pemodal. WN asal China itu kini berstatus buronan Polisi.

Seorang yang tahu detil kasus ini mengungkapkan, SZ adalah orang yang membawa alat modem pool impor dari China untuk dipakai AY. SZ juga orang yang memberikan persetujuan dan mentransfer dana kepada nasabah.

"Begitu nasabah setuju (di aplikasi), data langsung naik ke server di China, dari China diteruskan ke penanggung jawab perusahaan pinjol di sini (SZ). Setelah itu baru diteruskan ke pegawai buat dieksekusi," kata sumber di kepolisian.

Kasubdit IV Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Andri mengatakan, saat ini SZ masih diburu. Soal dugaan server berada di China, dia menolak berbicara panjang lebar. "Masih proses pengembangan," katanya saat dihubungi merdeka.com.

AY sudah tiga bulan bergabung dengan Pinjol Sinkuka. Sementara rekannya yakni HH, sudah bergabung lebih lama. HH digaji Rp15 juta setiap bulannya. Pria yang memiliki tato di lengan kiri atas ini mengaku jarang menonton berita. Bahkan, dia tak tahu bahwa pinjol ilegal telah banyak memakan korban. Banyak yang depresi hingga bunuh diri karena diteror. Dia mengaku baru tahu ketika ditangkap polisi.

Disadari HH, pesan SMS yang kerap disebar ke nasabah bernada ancaman. Tapi, untuk mengubah kalimat penagihan bukan wewenangnya. Dia hanya mengedit isi SMS jika ada perintah atasan. Untuk mengotak-atik aplikasi yang digunakan, dia tak dimengerti. Sebab menggunakan bahasa China.

"Bahasanya juga tidak ngerti," ujar pria 29 tahun asal Tegal ini.

satgas waspada investasi dukung penindakan pinjaman online ilegal oleh polri

Teror Setiap Saat

Citra, seorang mantan pekerja di Pinjol ilegal menceritakan beragam cara melakukan penagihan nasabah yang telat membayar. Salah satunya dengan membuat grup WhatsApp sepihak yang isinya teman-teman nasabah yang utangnya telah jatuh tempo.

Ketika calon nasabah menyetujui aplikasi di Pinjol Ilegal, maka dengan mudah pelaku mengobrak-abrik isi telepon seluler nasabah. Termasuk kontak telepon hingga foto-foto yang tersimpan di HP nasabah. Dari sini kemudian dia mengumpulkan kontak nasabah. Dibuatkan grup WhatsApp. Teror desakan untuk membayar pun dimulai.

"Kita kadang-kadang bikin grup WA, undang teman-teman dia (nasabah), terus kita kasih informasi utangnya di situ," kata Citra.

Kepala Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya, Kompol Made Redi Hartana menjelaskan, pinjol ilegal bisa menguasai seluruh data nasabah. Sebab, nasabah tersebut telah mengizinkan pinjol mengakses seluruh datanya saat melakukan pengisian aplikasi pinjaman. Nasabah kemungkinan tak membaca detil aturan main. Sehingga mengizinkan perusahaan pinjol mengakses seluruh data di telepon selulernya.

"Dan itu kan disetujui oleh si calon peminjam, mau tidak mau ketika mengizinkan, dia menarik semuanya," jelas Made saat berbincang dengan merdeka.com.

Itu hanya satu cara dari beragam yang dilakukan pekerja Pinjol ilegal agar nasabah membayar utang beserta bunga yang membengkak. Para pekerja dipaksa putar otak. Selain tekanan dari atasan, iming-iming bonus besar jika nasabah bayar pun membuat pekerja Pinjol Ilegal melakukan segala cara.

Citra memiliki pengalaman. Ada seorang rekan kerjanya yang mengedit foto porno untuk mempermalukan nasabah. Ada juga yang mendatangi rumah nasabah. Kantor tempatnya bekerja tak memiliki prosedur cara penagihan. Perintah atasan, pekerja harus menagih nasabah sampai utangnya lunas. Dengan cara apapun.

"Kalau teman gue sih ada yang sampai bawa-bawa barang (senjata tajam), ketemu terus mau berantem gitu," kata Citra.

Kompol Made Redi Hartana menceritakan, dari pengakuan para tersangka yang ditangkap, salah satu cara menagih dengan mengedit foto dengan pornografi. Dalam komputer para pekerja Pinjol Ilegal sudah disiapkan gambar porno. Sehingga tinggal melalui proses editing saja. Kemudian konten itu diberikan sejumlah narasi.

Misalnya saja; ’Seorang anak dan ibu melakukan praktik video porno demi bertahan hidup dan membayarkan tagihan pinjaman onlinenya dan membiayai anak orangtua keluarga besar’. Ada juga ’Daftar pencarian orang burunon kasus penggelapan uang online’.

"Misalnya dia tidak punya kemampuan komputer tapi ketika dia masuk ke perusahaan tersebut dia diajarkan," kata dia.

Tempat Citra bekerja berbeda dengan AY. Melibatkan puluhan pekerja. Kantornya berada di bilangan Kemayoran, Jakarta. Citra tak sosok bos besar pemilik modal. Namun dari selentingan di kantornya, pemodal di kantor tersebut berasal dari China.

Ihwal bos besar atau pemodal pinjol ilegal, Kompol Made mengakui ada keterlibatan orang asing. Bahkan, server pinjol ilegal ini berada di luar negeri. Namun dia tak mau mengungkap, asal negara si pemodal

Dia juga mengakui, semua yang ditangkap polisi merupakan bagian teknis. Sementara bos besarnya sampai saat ini masih dalam proses pengembangan. Mengejar para pemodal tersebut pun bukan perkara mudah. Karena bisa jadi, karena ramai pemberitaan, pemodalnya sudah menghilangkan jejak.

Sejauh ini Polri telah menetapkan 57 tersangka kasus Pinjol ilegal selama 12-19 Oktober 2021. Khusus Polda Metro, telah melakukan penggerebekan di sejumlah tempat di antaranya, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Tangerang, dan Jakarta Utara.

"Pemiliknya orang asing juga dan kebanyakan orang asing yang punya (Pinjol ilegal)," ucap Made.

Citra bekerja di pinjol ilegal selama enam bulan saja. Pola rekruitmennya tak seperti perusahaan kebanyakan. Hanya dari mulut ke mulut. Dia diminta datang ke lokasi. Melalui proses wawancara. Gajinya Rp4 juta per bulan. Belum termasuk bonus jika berhasil mencapai target penagihan. Setiap hari, sekitar 30 orang yang wajib dia tagih. Jika tak capai target, dia harus lembur.

Kompol Made mengatakan, pola perekrutan di perusahaan pinjol ilegal hampir serupa perusahaan lainnya. Menyebarkan informasi lowongan pekerjaan lewat iklan daring. Mereka juga memiliki staf HRD.

Made menilai, mereka yang ditangkap mengaku terpaksa bekerja di Pinjol Ilegal karena kebutuhan ekonomi. Perusahaan tersebut beroperasi sejak 2018. Memiliki sekitar 78 karyawan.

"Gajinya untuk penagih Rp3 juta, supervisor Rp6 juta," jelas Made.

Citra tak kerasan. Hatinya menolak. Sebab, cara-cara ilegal yang dilakukan selama bekerja. Dia paham betul, kantornya tempat mencari nafkah ilegal. Akhirnya dia memutuskan keluar. Saat ini Citra bekerja di Pinjol yang legal dan terdatar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bekerja di Pinjol legal sangat jauh berbeda dengan ilegal. Pinjol Legal memiliki prosedur baku dalam penagihan. Tidak boleh menagih sebelum jatuh tempo. Berbicara dengan nasabah pun dengan kalimat yang santun.

"Beda banget. Kalau di ilegal kata-kata kasar tiap hari," kenang dia.

penggerebekan kantor pinjol ilegal di yogyakarta

Tega Karena Tekanan

Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menganalisis alasan para pekerja pinjol ilegal bertahan meskipun profesinya menuai kontroversi. Bahkan, akibat profesi tersebut, ada orang yang depresi hingga meninggal dunia.

Menurut Aully, alasan utama karena mereka butuh pekerjaan. Sehingga mau tidak mau menerima tawaran pekerja meski memiliki risiko yang tinggi. Kedua iming-iming komisi yang tinggi jika sesuai target.

"Semakin banyak mereka achieve, mereka akan mendapatkan komisi yang mereka harapkan," jelas Aully.

Namun Aully menekankan, tidak semua orang memiliki karakter bisa menekan seseorang. Sehingga dia curiga, mereka para collector utang dilatih terlebih dahulu untuk melakukan tekanan terhadap para nasabah yang menunggak bayar.

Dia menilai, biasanya orang akan dilatih untuk berperilaku bagaimana caranya mendorong costumer agar membayar hutang. "Tentu itu by training," jelas dia.

Target menjadi hal penting dalam pekerjaan penagih utang. Hal itu membuat mereka terdorong untuk melakukan tekanan. Rasa kasihan adalah manusiawi. Namun, kadarnya berbeda-beda. Sangat mungkin karena rutinitas mereka, sehingga kadar rasa iba seseorang menjadi turun.

"Misalnya ketika kita pertama kali juga lihat orang kasihan, tapi semakin lama kita melihat bahwa hal itu adalah hal yang biasa terjadi batas toleransi kita semakin rendah.

Alasan lain menyangkut perut dan kehidupan. Ini juga bisa menjadi faktor yang menurunkan batas toleransi manusia. Karena keterdesakan. Seseorang mempunyai batas toleransi terhadap satu hal termasuk dalam profesi menagih utang. Tetapi, berbagai tuntutan hidup membuat mereka menurunkan batas toleransi keibaan dan kepekaan terhadap orang lain.

"Apalagi kalau belum sampai ke pribadi. Kalau misalnya yang kena adalah saudaranya sendiri mungkin dia baru berasa," katanya.

Penulis: Henny Rachma Sari, Ronald, Wilfridus Setu Embu, Dwi Aditya Putra, Randy Firdaus [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini