Sokongan Menteri Perkuat Alumni Untuk Jokowi

Senin, 18 Februari 2019 13:36 Reporter : Anisyah Al Faqir
Sokongan Menteri Perkuat Alumni Untuk Jokowi Jokowi hadiri Deklarasi Alumni Trisakti. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Joko Widodo datang menaiki sepeda. Mengenakan kemeja panjang putih, bercelana jeans biru muda dan helm putih di kepala. Riuh tepuk tangan dan teriakan menyambut dia naik ke atas panggung.

Keramaian berasal dari ribuan orang berkumpul di Plaza Tenggara kawasan Gelora Bung Karno. Memakai kaos warna kuning. Bertuliskan 'We Are Alumni For Jokowi'. Mereka tergabung dalam alumnus universitas ternama di Indonesia.

Mulai dari Alumni Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Universitas Padjajaran, Universitas Sumatera Utara dan Universitas Trisakti. Semua bersatu. Mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Joko Widodo- Ma'ruf Amin di Pilpres 17 April mendatang.

Capres petahana nomor urut 02 itu tak datang sendiri. Sejumlah menteri mendampingi. Ada Menko PMK Puan Maharani, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretariat Negara Pramono Anung dan beberapa menteri kabinet kerja lainnya.

Kemeriahan deklarasi Gerakan Alumni untuk Jokowi tak lepas dari tangan dingin Fajar Soeharto. Alumni UI jurusan Teknik. Fajar bersama rekan sesama alumni UI bergerak sejak November tahun lalu. Gerakan ini muncul setelah sejumlah alumni UI menyatakan dukungan kepada pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tanggal 7 November.

Fajar mengaku keberatan adanya Komunitas Ikatan Alumni Universitas Indonesia yang menyatakan dukungan kepada paslon nomor urut 02. Sehingga dia ingin menetralisir. Menjelaskan kepada publik, ada juga alumni UI mendukung capres-cawapres nomor urut 01.

"Awalnya memang untuk menetralisir keadaan. Tapi ternyata responnya tidak terduga," kata Fajar saat berbincang dengan merdeka.com pekan lalu.

Lewat media sosial, dia mengajak banyak temannya untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf. Antusias para alumni di luar dugaan. Dia bahkan membuat banyak WhatsApp grup untuk koordinasi pendukung Jokowi.

Pertengahan Desember, Fajar menggelar konferensi pers. Dia mengatakan akan ada deklarasi untuk Jokowi-Ma'ruf dari alumni UI. Beberapa jam setelah pengumuman itu, banyak pihak langsung menghubungi Fajar. Bukan hanya alumni UI saja. Banyak teman lintas kampus pun menghubungi dan tertarik membuat perkumpulan serupa di almamater yang berbeda.

Mereka lantas terkoneksi. Bekerja sama menyukseskan acara deklarasi di Senayan. Tak hanya itu Fajar juga terlibat dalam banyak deklarasi dari berbagai kampus. Seperti Kampus Trisakti, IPB, ITB, Unpad dan sebagainya.

Tak hanya alumni perguruan tinggi. Fajar juga mengenal penggasan deklarasi Alumni SMA se- Jakarta yakni Indra Soeharto dan Donna H Pediarto. Hubungan ketiganya memang dekat. Indra adalah adik kandung Fajar. Sementara Donna sudah seperti adik sendiri bagi Fajar.

Deklarasi alumni SMA se-Jakarta pun sukses terselenggara dengan meriah. Lagi-lagi Jokowi turut hadir dalam acara yang dihelat di Istora Senayan. Ribuan peserta deklarasi pun memutihkan acara dengan kompak menggunakan kaos berwarna putih.

Donna mengaku tidak begitu kesulitan mengumpulkan ribuan orang. Kurang dari satu bulan, dia bisa mengumpulkan alumni dari 371 SMA di Jakarta. Apalagi kalau bukan lewat sosial media. Facebook jadi medium yang sangat membantu untuk menyatukan alumni SMA di Jakarta mendukung Jokowi.

Dia menegaskan, para alumni SMA se-Jakarta ini punya misi memenangkan Jokowi-Ma'ruf di wilayah masing-masing. Utamanya di beberapa wilayah DKI Jakarta yang jadi basis suara lawan. Bahkan sebelum turun ke akar rumput, mereka akan dibekali pengetahuan tentang cara mengampanyekan pilihannya tersebut.

Tak tanggung, pelatihan tersebut dipantau langsung Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. "Minggu depan kami ketemu Pak BKS (Budi Karya Sumadi) untuk membuat pelatihan," kata Donna kepada merdeka.com.

Tak hanya Budi Karya, ada campur tangan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang juga memberikan pembinaan kepada alumni SMA se-Jakarta. Namun, pelatihan tak selalu ditangani langsung Budi Karya. Melainkan ada tim diterjunkan untuk memberikan pelatihan.

Budi Karya tidak menampik berperan penting dalam keterlibatannya deklarasi alumni SMA se-Jakarta. Sela ini dia merasa itu merupakan hak sebagai warga negara. Bukan sebagai Menteri Jokowi. Dia mengaku tiap akhir pekan memang terbiasa bertemu dengan banyak masyarakat untuk meyakinkan pilihan.

Ketua Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) itu mempersilakan bila ada alumni UGM berpolitik. Menyatakan dukungannya kepada salah satu pasangan calon. Keterlibatannya dengan para penggagas deklarasi pun dijawab mengambang. "Tidak mesti saya (yang menghubungi penggagas deklarasi alumni). Saya ikut saja," ujar Budi singkat.

Selain berkomunikasi dengan Budi Karya, Donna juga menjalin komunikasi intens dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf. Di antaranya Ketua Tim Advance Abdul Karding dan beberapa tim kampanye. Komunikasi itu terjalin dalam rangka menghadirkan Jokowi pada deklarasi di Istora Senayan. Dirinya menolak bisa disebut menerima sejumlah dana kampanye untuk menyelenggarakan acara. Sebab, acara tersebut murni berasal dari kantong masing-masing alumni.

Terkait pelatihan pendukung Jokowi, Ketua Tim Komunikasi Politik TKN Usman Kansong, mengaku ikut memberikan beberapa pelatihan untuk para alumni tersebut. Sesuai permintaan. Sebab, alumni SMA maupun universitas biasanya sudah memiliki basis komunikasi yang baik dan mengerti cara mengajak orang.

"Mereka umumnya mandiri karena alumni ini punya posisi, baik profesional, pengusaha dan lain-lain. Kalau dari kita paling fasilitasi kecil-kecil saja," kata Usman.

Biasanya para relawan atau komunitas alumni membutuhkan ekspos media yang jadi tanggung jawabnya. Seperti mengadakan konferensi pers atau masalah undangan acara agar dihadiri capres Jokowi atau cawapres Ma'ruf Amin. Tapi tidak menutup kemungkinan mereka bisa berhubungan dengan tim kampanye dari direktorat lainnya. "Komunikasi dengan TKN bisa dengan siapa saja. Termasuk menghubungi direktorat yang lain," kata Usman menjelaskan. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini