Kematian Jusni

Serangan Fajar Prajurit Nakal

Jumat, 20 November 2020 11:06 Reporter : Merdeka
Serangan Fajar Prajurit Nakal Ilustrasi mayat. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang matahari terbit, Jusni dan Ari Amir baru saja selesai pesta di Kafe Dragon Star, Jakarta Utara. Berjalan bersama menuju pintu keluar, mendadak hantaman botol bir mendarat di kepala Jusni. Mereka tidak kenal para pelaku. Hanya mencoba menyelamatkan diri. Segala upayanya dilakukan justru berakhir sia-sia.

Perkelahian tidak dapat dielakkan. Jusni dan Amir mencoba melawan. Tidak jelas alasan pengeroyok pada jam 5 pagi itu. Saat perkelahian terjadi, tiba-tiba salah seorang pengeroyok berteriak. "Cabut pistol!"

Seketika tubuh Jusni dan Amir gemetar. Menyadari bahwa lawan dihadapi bukan orang sembarangan. Beberapa di antara pelaku memang berpotongan cepak.

Mencoba minta perlindungan petugas keamanan bar pun tidak diindahkan. Petugas keamanan kafe terus berkelit. Merasa tidak bisa bantu karena yang dihadapi kedua pemuda itu adalah para anggota TNI. Jusni dan Amir kemudian lari berpencar.

Pelaku belakangan terungkap bernama Oky Abriansyah, seorang tentara berpangkat Letnan Dua (Letda). Saat kejadian awal, Oky bersama tiga orang temannya. Satu tentara dan dua lainnya sipil. Situasi pun makin keos. Oky pagi itu benar-benar terbakar emosi dan memanggil kawan tentara lainnya.

Tidak butuh waktu lama, rekan sejawat Oky tiba. Total ada 11 prajurit TNI berkumpul untuk menghabisi Jusni dan Amir hari itu. Mereka dibagi dua tim untuk mengejar.

Amir mencoba kabur ke atas kafe. Para pelaku pengeroyokan itu mengejar, kemudian menghabisi korban di tangga. Kondisi Amir naas. Gigi patah, muka bengkak dan hidungnya berdarah, akibat pukulan bertubi-tubi.

Puas korban tak berdaya, para pelaku kemudian mencari Jusni. Pemuda 24 tahun lari ke arah gang. Setibanya dekat Masjid Jamiatul Islam, Jusni dihampiri empat pelaku menaiki dua motor berboncengan.

Motor pertama berhenti tepat di depan Jusni. Seorang pelaku turun, mendekati sambil menunjuk ke arah Jusni. Tidak lama kemudian, satu motor lagi menabrak bagian tubuh belakang korban. Jusni terjatuh. Tanpa pikir panjang, satu per satu para pelaku gantian memukul.

Kejadian sekitar pukul 6 pagi itu sangat menyeramkan. Jusni mendapat pukulan bertubi-tubi. Tak lama kemudian, para pelaku lainnya datang. Puas menghabisi Amir, mereka lanjut memukuli Jusni.

Baca Selanjutnya: Tidak hanya memakai tangan kosong...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini