Pahlawan Kesehatan

Senyuman Terakhir Pahlawan Kesehatan

Jumat, 25 September 2020 10:03 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Senyuman Terakhir Pahlawan Kesehatan Perawat Zaenal Khabib. ©Istimewa

Merdeka.com - Pahlawan medis itu tergolek tak berdaya. Kondisinya terus melemah melawan virus corona di tubuhnya. Mendapat perawatan intensif, keadaannya tak kunjung membaik. Semua berbalik. Sampai di hari ke-12, dia harus dipanggil Sang Khaliq.

Sosok pahlawan medis itu bernama Zaenal Khabib. Hari-harinya bertugas sebagai perawat. Karir tersebut dibangun sejak era akhir 90an. Dikenal memiliki segudang pengalaman, Zaenal juga merupakan orang baik. Terutama di mata sang istri, Muslikah.

Sejak pandemi virus corona melanda di Indonesia pada awal Maret, tugas Zaenal semakin berat. Muslikah sadar sang suami harus berjuang di garda terdepan. Beragam resiko sudah dipersiapkan sejak awal. Bahkan sampai hal paling terburuk.

perawat zaenal khabib

Perawat Zaenal dan istrinya Muslikah ©Istimewa

"Hanya satu permintaan almarhum saat di ruang isolasi, Almarhum minta diikhlaskan, insya Allah sekarang saya ikhlas," kata Muslikah saat bercerita dengan merdeka.com, Selasa (22/9) lalu.

Zaenal dinyatakan meninggal dunia dengan status Pasien Dalam Perawatan (PDP) virus Corona. Sosok tersebut merupakan seorang perawat Puskesmas Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Ayah tiga anak ini meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R Koesuma, Tuban, Jawa Timur selama 12 hari. Terhitung sejak tanggal 25 Maret 2020 hingga 6 April 2020.

Hari berlalu, bulan berganti. Muslikah masih belajar mengikhlaskan. Semenjak kepergian Zaenal, seolah ada cahaya yang hilang di kehidupannya. Air mata masih menetes setiap mengenang perjuangan sosok pelita bagi kehidupannya.

Muslikah masih ingat betul bagaimana suaminya berjuang sembuh. Meski bertugas sebagai perawat, sebenarnya Zaenal tidak menangani langsung pasien positif Covid-19 secara langsung. Apalagi di wilayahnya saat itu masil nol pasien terinfeksi.

Pria pekerja keras itu justru mendapat di awal Maret untuk mengedukasi bahaya virus corona. Berbagai penyuluhan gencar dilakukan. Seperti membagikan masker dan hand sanitizer ke pasar, warung, ke masyarakat pokoknya.

Tepat di tanggal 19 Maret 2020, setelah pulang dari penyuluhan. Zaenal mulai merasakan gejala flu. Mengeluhkan kondisi badannya yang mulai tidak fit. Muslikah dan tiga anaknya sudah mengkhawatirkan kondisi tersebut.

Tiga hari kemudian Zaenal merasakan demam tinggi. Bagian dada juga dirasa sesak. Muslikah dan anak-anaknya sempat berpikir bahwa sosok kepala keluarga itu terinfeksi virus corona. Kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Zaenal sempat melakukan rontgen dan melakukan rapid test. Hasilnya non reaktif. Meski begitu dia diminta tetap isolasi mandiri sejak 25 Maret. Saat masuk ke ruang isolasi, Zaenal tidak banyak berbicara kepada anak atau istrinya. Pria berusia 43 tahun itu hanya tersenyum dan menyampaikan pesan kepada keluarganya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

Empat hari setelah dirawat di ruang isolasi, kondisi Zaenal semakin melemah lemah. Muslikah sempat minta ke pihak rumah sakit untuk tidak perlu menyampaikan hasil tes usap kepada sang suami. Apapun hasilnya, dia hanya berharap suami bisa sembuh.

Jelang akhir hidupnya, Zaenal meminta istri tercintanya untuk menemaninya di ruang isolasi. Saat itu, kata Muslikah, Zaenal ingin dirinya terus berada di sampingnya. "Almarhum hanya tersenyum. Dia (Zaenal) malah mengkhawatirkan saya dan anak-anak," ujar Muslikah disertai dengan isakan tangisnya.

Sudah 21 tahun Muslikah menikah dengan Zaenal. Tepatnya pada 6 November 1999 mereka resmi sebagai suami istri. Di mata perempuan 41 tahun itu, sifat sang suami tidak berubah sejak pertama kali mereka berkenalan. Selalu dikenal sebagai perawat yang sangat baik budi.

Buah pernikahannya menghasilkan tiga anak. Anak pertamanya kelas 3 SMA, anak keduanya kelas 1 SMA dan anak terakhirnya saat ini sudah duduk di bangku kelas 2 SD. Anak keduanya sangatlah dekat dengan ayahnya. Bahkan, sampai bercita-cita mengikuti jejak Zaenal menjadi perawat.

Baca Selanjutnya: Petugas Kesehatan Mulai Kelelahan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini