Sengkarut Pencurian Duit Tabungan Nasabah Maybank

Senin, 16 November 2020 10:05 Reporter : Wilfridus Setu Embu, Ronald
Sengkarut Pencurian Duit Tabungan Nasabah Maybank Maybank. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sambil menahan tangis, Winda Lunardi terus mempertanyakan uang miliknya dan sang ibu. Duit sejumlah Rp20 miliar itu raib setelah lama menabung lima tahun di Maybank. Kekecewaan tampak jelas menyelimuti wajahnya. Pihak bank pun seakan tidak memberikan respon yang terang.

Butuh Lima bulan Winda Lunardi alias Winda Earl menunggu proses pengusutan kasusnya oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Duit miliaran itu kini tersisa ratusan ribu saja. Sementara di rekening sang ibu, Floletta Lizzy Wiguna, tinggal belasan juta.

Kamis 5 November 2020, perempuan berprofesi sebagai gamers profesional itu kembali menyambangi Mabes Polri. Dengan didampingi kuasa hukum, Winda berniat mengecek perkembangan kasus dilaporkan Mei 2020 lalu. Rasa stres masih kuat berkelindan dalam benak dia.

Adapun laporan sudah dilakukan sejak 8 Mei 2020. Polri belum juga memproses laporan tersebut dengan Nomor LP/B/0239/V/2020/Bareskrim. Adapun terlapor adalah PT Bank Maybank Indonesia dan Kepala Cabang Bank Maybank Kebayoran Arcade berinisial A. "Aku dan keluarga aku sangat-sangat terpukul," ujar Winda.

Kuasa hukum Winda, Joey Pattinasarany, menjelaskan bahwa pada 2014, Winda oleh keluarganya dibukakan tabungan di salah satu kantor cabang Maybank, untuk dipakai tabungan masa depan. Lalu pada 2015, ayah Winda, Herman Lunardi, mengirim uang sebanyak Rp5 miliar. Pengiriman dilakukan dalam dua kali transfer dengan jumlah yang sama. Dengan demikian jumlah uang yang ditransfer sebesar Rp10 miliar.

Perkembangan tabungan Winda, lanjut dia, dipantau lewat rekening koran yang rutin dikirim pihak bank. Tabungan Winda kemudian ditingkatkan. Ditambah secara bertahap oleh ayahnya. Hingga total tabungan di rekening mencapai sekitar Rp15.879.000.000.

Setelah secara rutin mendapatkan laporan rekening koran tersebut, Ibu Winda, Floletta juga ikut membuka buku tabungan pada 2016. Sang suami kemudian mentransfer uang sekitar Rp5 miliar ke rekening yang baru dibuka itu. Sehingga seluruh total yang di transfer dari 2015 dan 2016 untuk ibu dan anak ini mencapai Rp20.879.000.000.

Menurut Joey, pihak Maybank kala itu menjanjikan bunga menggiurkan. Atas hal itu pihak keluarga berkeyaninan untuk membuka tabungan. "Dengan adanya keyakinan untuk nabung di situ dengan adanya bunga sekitar 10 persen, sebagaimana yang disampaikan kepolisian juga," kata Joey kepada merdeka.com pada 7 November 2020.

Pihak keluarga Winda selalu percaya bahwa uang yang disimpanya aman. Lantaran adanya rekening koran yang dikirim sejak 2015 sampai Desember 2019. Namun rasa percaya itu mulai terganggu ketika memasuki Januari 2020. Kliennya mulai curiga sebab tak ada rekening koran yang datang dari pihak Maybank.

Di bulan Februari Floletta mengecek serta ingin mengambil uang di Maybank Argo Mangga Dua. Sayangnya saat Floletta ingin mengecek dan menarik uangnya ternyata saldonya tidak cukup. Padahal dia yakin bahwa uang masih ada Rp5 miliar. Alangkah terkejutnya Floletta setelah melihat saldonya yang hanya sekitar Rp17 juta.

Floletta tak tinggal diam. Setelah tahu saldo tabungannya tergerus, dia segera menghubungi Winda untuk juga mengecek isi tabungnya yang saat itu sudah berjumlah sekitar Rp15 miliar. Namun nasib naas juga menimpa Winda. Uang pun ikut tergerus. Bahkan lebih parah dari milik Floletta. "Namun nyatanya (tabungan uang tabungan Winda) hanya tersisa Rp600 ribu," katanya.

Berdasarkan pengalaman itu, Floletta segera mengajukan keluhan lewat Kantor Cabang Maybank di Mangga Dua. Namun, merasa tidak puas karena melapor lewat Kantor Cabang akan membuat birokrasi panjang, Wanda bersama Floletta pun melaporkan kasus kehilangannya ke Kantor Pusat Maybank, di Plaza Senayan.

Pada 10 Maret 2020, Winda dan ibunya mendapat nomor keluhuan. Selanjutnya dua hari kemudian dinyatakan bahwa ini masalah sudah selesai. Mereka kemudian menelpon ke call center care, saat itu pihak Maybank menyatakan permasalahan ini sudah ditangani bagian Fraud.

Dua informasi tersebut, ternyata tak berarti bahwa persoalan Winda dan ibunya telah menemui titik terang. Menurut Joey, sampai saat ini kliennya hanya menerima dua informasi tersebut dari pihak Maybank. Karena kunjung tak adanya kepastian maka pada 8 Mei 2020, Herman Lunardi membuat laporan di Bareskrim Polri.

Setelah diketahui adanya laporan ke Bareskrim Polri terkait penggelapan uang, barulah diketahui jika Pihak Maybank sebelumnya telah membuat laporan serupa di Polda Metro Jaya, namun tak diketahui tanggal pastinya.

Terkait kasus ini, Joey menegaskan bahwa kliennya hanya menginginkan uang yang sudah ditabung untuk kebutuhan masa depan itu dikembalikan pihak Maybank. Menurutnya apa yang telah disampaikan pihak Maybank terkait kasus ini tidaklah menyelesaikan kegelisahan kliennya. "Jadi intinya uangnya dikembalikan termasuk bunganya," dia menegaskan.

Baca Selanjutnya: Karopenmas Mabes Polri Brigjen Awi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini