Saling Menguatkan Lawan Ketakutan

Jumat, 16 Oktober 2020 10:07 Reporter : Angga Yudha Pratomo
Saling Menguatkan Lawan Ketakutan mural covid-19. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Sudah lebih dua pekan, Ramma menjalani isolasi mandiri bersama ibu dan adiknya di rumah. Mereka tak mau larut dalam duka sejak hasil tes usap menyatakan positif corona. Kondisi ini justru membuat saling menguatkan. Percaya bahwa virus ini bisa dilawan.

Pola hidup selama isolasi mandiri tidak banyak berubah. Mereka tetap saling berbincang dan melakukan aktivitas lain. Hanya bedanya harus tetap pakai masker dan saling menjaga jarak di dalam rumah.

Ramma awalnya takut menghadapi kenyataan terinfeksi virus corona. Terutama dengan kondisi sang ibu yang memiliki riwayat sakit jantung. Pikirannya sempat buruk atas kondisi ini. Sedangkan untuk adiknya, dia tidak merasa khawatir. Remaja perempuan itu tampak masih bugar.

"Saya khawatir kondisi ibu. Kalau adik mungkin dia tergolong dalam orang tanpa gejala," ujar Ramma kepada merdeka.com, Rabu, 14 Oktober 2020.

Semua berawal ketika Ramma mengikuti rapid test di kantor dan dinyatakan reaktif. Memang tubuhnya sempat merasa demam selama dua hari. Dari hasil itu membuatnya disarankan untuk tes usap.

Esok harinya dia mengajak keluarganya untuk tes usap di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Hasilnya, Ramma bersama ibu dan adiknya positif. Sedangkan sang ayah tidak terinfeksi.

Semenjak positif corona, karyawan swasta itu langsung diberi kantor libur. Diminta fokus untuk perawatan. Kemudian baru diberikan izin kembali aktivitas setelah dinyatakan negatif.

Bagi pekerja yang terinfeksi corona memang diwajibkan 14 hari isolasi mandiri. Kemudian perusahaan segera melakukan proses pembersihan dan desinfeksi berbagai tempat yang disentuh tangan manusia. Di antaranya meja, lift, dan gagang pintu.

Karyawan positif Covid-19 baru bisa diizinkan masuk kantor jika kondisinya benar-benar sembuh. Kemudian perusahaan segera melakukan pengetatan protokol kesehatan. Dengan cara memasang spanduk besar untuk mengingatkan protokol kesehatan, perintahkan cuci tangan, dan pemakaian masker.

Kantor juga harus memastikan bahwa pegawai yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) wajib bekerja dari rumah. Selanjutnya, perusahaan harus memastikan bahwa pegawai yang bekerja di kantor tidak membawa virus. Caranya dengan melakukan tes secara berkala.

Baca Selanjutnya: Selama di rumah pria lajang...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini