Reshuffle Sebentar Lagi?

Senin, 6 Juli 2020 11:07 Reporter : Wilfridus Setu Embu, Angga Yudha Pratomo, Intan Umbari Prihatin
Reshuffle Sebentar Lagi? Menteri Kabinet Indonesia Maju. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Dahi Presiden Joko Widodo mengernyit. Suaranya mulai meninggi. Tampak rasa jengkel dari kerut wajahnya. Berdiri bicara di hadapan para menteri dalam rapat Kabinet 18 Juni 2020, presiden menyoroti hasil kerja beberapa anak buahnya. Ucapan reshuffle pun keluar. Situasi semakin tegang.

Para menteri hanya terdiam. Tatapan mereka ke arah presiden. Sorotan paling pedas diarahkan untuk Menteri Kesehatan Terawan. Jokowi merasa Terawan bekerja belum maksimal. Penyerapan kementerian kesehatan masih kecil. 1,53 persen.

Kemudian dua sektor disoroti Jokowi, yakni kementerian sosial dan perekonomian. Untuk Kementerian Sosial, presiden mendorong agar bantuan diberikan lebih maksimal lagi. Sedangkan masalah perekonomian, banyak keresahan diungkapkan.

Jokowi heran atas kinerja para menterinya yang masih biasa-biasa saja dalam atasi Pandemi Covid-19. Padahal, Bank Dunia (World Bank) memproyeksi ekonomi global minus 5,2 persen tahun ini. Tak hanya itu, Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) turut memprediksi ekonomi global bisa minus lebih dari 5 persen. Tepatnya, ekonomi dunia diproyeksi terkontraksi hingga 6 persen-7,6 persen.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko merasa bahwa ucapan reshuffle di hadapan para menteri merupakan pecutan. Jokowi ingin anak buahnya bekerja lebih maksimal dalam suasana krisis seperti ini.

Harus diakui Moeldoko bahwa persoalan kesehatan memang jadi sorotan. Ada beberapa persoalan yang memerlukan komunikasi. Terutama sinergi antara BPJS, Pemda dan menteri kesehatan.

Kemudian, persoalan pendataan para tenaga medis. Ini tidak boleh salah sasaran. Terakhir terkait regulasi yang lama. Regulasi seperti itu seharusnya tidak digunakan saat kondisi tidak normal seperti ini. Perlu diambil langkah perbaikan.

"Hal-hal seperti ini akan jadi penghambat menteri bekerja. Tapi sekali lagi persoalannya bagaimana cara-cara baru untuk siasati perlu dilakukan," kata Moeldoko kepada merdeka.com, Rabu pekan lalu.

Presiden Joko Widodo memang secara khusus meminta agar Menkes Terawan Agus Putranto tidak membuat prosedur yang bertele-tele untuk pelayanan kesehatan terkait Covid-19. Terawan diminta untuk menyederhanakan aturan. Sehingga masyarakat tidak dirugikan.

"Prosedur di Kemenkes jangan sampai bertele-tele, kalau aturan di Permennya terlalu berbelit-berbelit ya disederhanakan," kata Jokowi dalam rapat terbatas terkait percepatan penanganan dampak pandemik Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Senin, 29 Juni 2020.

Terawan juga diminta segera mempercepat prosedur pembayaran klaim rumah sakit. Hingga tenaga medis yang belum diberikan insentif. Tidak perlu menunggu lama.

Di tengah panas isu reshuffle, Terawan justru berkunjung ke kampung halaman Jokowi di Solo. Mengunjungi beberapa sejumlah rumah sakit. Bahkan Terawan menyambangi warung Ayam Goreng Mbah Karto Timbel di Sukoharjo yang merupakan salah satu tempat makan favorit keluarga Jokowi.

Terawan enggan berkomentar terkait kabar reshuffle. Dengan wajah yang tertutup masker, terdengar hanya suara tertawa kecil dari dirinya. Kemudian dia langsung masuk ke dalam mobil.

Dia sempat menjelaskan kedatangannya hari ini di Sukoharjo. Kegiatan dilakukan menyerahkan penghargaan dan santunan dari Presiden Joko Widodo kepada keluarga tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19.

"Kita menyerahkan penghargaan dan santunan kepada para pahlawan Indonesia yang telah gugur merelakan jiwa raganya. Sehingga beliau-beliau memang layak mendapatkan kepahlawanannya itu dihargai oleh negara," ujar Terawan.

Baca Selanjutnya: Hak Prerogatif Presiden...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini