Reshuffle Kabinet dan Desakan Relawan Jokowi

Senin, 21 Desember 2020 11:35 Reporter : Ronald, Wilfridus Setu Embu
Reshuffle Kabinet dan Desakan Relawan Jokowi Pidato kemenangan Jokowi-Maruf di Kampung Deret. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Bolak-balik relawan melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mulai di Istana hingga tempat-tempat rahasia. Mereka berbagi pandangan dari situasi politik hingga dorongan agar presiden melakukan perombakan kabinet. Banyak relawan gusar melihat tingkah pola banyak menteri tidak sesuai visi Jokowi.

Pembahasan reshuffle kabinet makin panas dibahas relawan sejak November lalu. Presiden Jokowi pun merespon. Dari gelagat ditangkap relawan, presiden segera melakukan perombakan sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru.

"Saya yakin dalam waktu-waktu sekarang ini presiden lagi pertimbangkan banyak hal untuk segera memutuskan reshuffle," ujar Sekretaris Jenderal Projo, Handoko, kepada merdeka.com pada Minggu kemarin.

Projo meminta Presiden Jokowi melakukan perombakan besar-besaran. Mereka melihat setahun ini kinerja kabinet kurang memuaskan. Apalagi tantangan ke depan semakin besar. Pandemi Corona membuat banyak aspek hancur. Utamanya masalah ekonomi.

Senada dengan Projo, kelompok relawan Jokowi Mania (JoMan) juga melihat kabinet di periode kedua Jokowi tidak tampil maksimal. Banyak menteri malah sibuk berbisnis hingga akhirnya terciduk KPK. Salah satunya terbukti dari ditangkapnya Edhy Prabowo dalam kasus ekspor benih lobster ketika menjabat menteri kelautan dan perikanan.

Ketua JoMan Immanuel Ebenezer menyebut pada pertemuan terakhir Presiden Jokowi memberi kode segera terjadi reshuffle. Terlihat bahwa berkali-kali Jokowi marah dan menyebut bahwa nama menteri bakal direshuffle sudah di atas meja. "Itu kan bahasa kode dan kita paham itu," ujar Noel, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan merdeka.com.

Sebagai mata dan telinga presiden, kata Noel, banyak yang dilaporkan para relawan. Khusus yang dilakukan JoMan, beberapa kementerian memang menjadi sorotan. Di antaranya KKP, Kemensos, Kementerian Kesehatan dan BNPB. Dalam laporan ke presiden, mereka menyebut banyak broker proyek di sedang berpesta ketika Indonesia dilanda wabah corona.

Adapun desakan reshuffle sebelum akhir tahun dirasa menghemat waktu. Ditambah banyak agenda besar menunggu di depan mata. Sehingga para relawan merasa lebih baik presiden melakukan perombakan besar pula. Bahkan ini menjadi bakal menjadi kado bagi masyarakat.

"Ini bisa jadi ya kado Natal dan Tahun Baru," kata Handoko menambahkan.

Isu perombakan memang muncul saat Presiden Joko Widodo alias Jokowi marah di hadapan para menterinya saat sidang kabinet 18 Juni lalu, di Istana Negara, Jakarta Pusat. Bahkan tak tanggung-tanggung, Jokowi pun mengancam akan membubarkan sejumlah lembaga negara. Kemarahan anggota PDIP ini tak main-main. Sebab, hal ini dikarenakan lambatnya kerja para pembantunya dalam memerangi Virus Corona atau Covid-19.

Pada saat itu, kemarahan Jokowi tertuju pada bidang kesehatan, sosial dan ekonomi. Namun, hingga menuju akhir 2020 isu itu pun tak kunjung datang. Bahkan, bukannya perombakan yang terjadi. Pada di pengunjung akhir tahun ini, Jokowi harus 'tertampar' dengan ditangkapnya dua menteri nya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK.

Dua menteri ini adalah Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo dari Partai Gerindra, dan juga Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kemarahan Jokowi semakin menjadi. Berbagai elemen masyarakat meminta agar Jokowi untuk segera melakukan reshuffle. Dorongan ini perlu segera dilakukan dalam membantu visi misi Jokowi dalam tugasnya sebagai kepala negara.

Baca Selanjutnya: Dalam melakukan reshuffle biasanya Jokowi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini