Repatriasi dokumen Panama

Senin, 18 April 2016 14:07 Penulis : Christianto Wibisono
Repatriasi dokumen Panama Skandal Panama Papers.
2. Repatriasi Panama Papers

Merdeka.com - CW: Panama Papers 2016 dan Offshore leaks 2013 menyangkut hampir seluruh elite kita dari keluarga Wakil Presiden, Kepala BPK, Ketua KADIN, konglomerat bahkan aktivis LSM yang gemar mengkritik pemerintah sebagai neolib terlibat namanya. Bagaimana keluar dari kemelut itu tanpa mengambil langkah drastic seperti mundurnya PM Islandia Sig mundur dan Menperin Spanyol.

BK: Ribuan nama itu pernah membuat SPV Special Purpose Vehicle, perseroan terbatas yang modal formalnya cuma US$ 1 tapi bisa berfungsi sebagai entitas penerima atau pentransfer dana dari pihak ketiga ke SPV ybs. Dalam diskusi tentang Panama Papers di kantor Bisnis Indonesia Senin 11 April Hariadi Sukamdani Ketua Apindo, Sigit Pramono ketua Himbara dan Agus Santoso Wakil Ketua PPATK diakui bahwa terdapat 3 kategori dari penyimpan dana di luar negeri.

Pertama :pengusaha dan masyarakat professional yang ingin mengamankan asset dalam valuta asing, karena pengalaman 71 tahun Indonesia merdeka, didevaluasi 8 kali hingga nilai mata uang merosot dari setara 1 S$ pada awal kemerdekaan sekarang hampir Rp. 10.000 untuk 1 S$. Kedua: para koruptor dan money launderers yang memang harus menyembunyikan dananya dari tuntutan hukum. Yang ketiga adalah yang abu abu memanfaatkan tax avoidance (penghindaran pajak) atau tax evasion (penggelapan pajak). Nah bagaimana resep untuk mengembalikan dana tersebut yang dikenal sebagai repatriasi asset secara efektif dan produktif. Pemerintah secara proaktif sudah mengusulkan UU Tax Amnesty dengan uang tebusan 1,2,3 persen atau 2,4,6 persen untuk jangka waktu 1,3 dan 6-12 bulan berlakunya UU Amnesty bila disahkan oleh DPR bulan April 2016.

Yustinus Prastowo CEO dari Center for Indonesian Tax Analysis (CITA) mengingatkan agar pemerintah jangan terlalu menggelembungkan asset yang ditargetkan pulang dari luar negeri. Yustinus terkejut bahwa Menkeu menyebut angka Rp. 11.450 triliun atau lebih besar dari PDB Indonesia sehingga seandainya 1 persen akan menjadi penerimaan negara sebagai uang tebusan maka nilainya Rp. 114,5 triliun sedang yang Rp 11.300 bisa menjadi dynamo lokomotif pembangunan infrastruktur dan percepatan pertumbuhan ekonomi RI secara signifikan.

CW: PDBI mencatat secara lebih realistis barangkali dana ACU di Singapura yang total assetnya US# 1,2 triliun, hanya 20% yang berasal dari Indonesia sehingga hanya berjumlah US$ 240 miliar. Jika uang tebusan 1% maka minimal Rp.31,2 triliun maksimal Rp. 187,2 triliun (tarip 6 persen). Dulu bapak yang mempelopori pengampunan pajak 1964 kenapa gagal dan terus malah sanering 1965 berdampak bapak lengser 1966.

BK: Waktu itu 1964 Tan Kiem Liong alias Mohamad Hasan dari NU saya angkat jadi Menteri Pendapatan Pembiayaan dan Pengawasan dan menerapkan pengampunan pajak pertama yang akan ditiru oleh Menkeu Radius Prawiro tahun 1984. Waktu pemerintahan saya itu sampai 1963 kan budget dipakai untuk alutsista, membangun Angkatan Laut dan Udara terbesar di belahan bumi Selatan dengan kapal selam dan pesawat jet tempur mutakhir MIG 21 sehingga membebani negara dengan utang US$ 2,5 miliar.

Tidak ada yang gratis di dunia ini bung Chris, kamrad Khruschov juga buka rekening kirim dan menagih utang kita untuk beli pesawat dan kapal selam itu. Saya sendiri terus terjebak pada konfrontasi Malaysia yang memakan beaya lagi sehingga ekonomi semakin terbengkalai walaupun sebetulnya pada 28 Maret 1963 saya mencanangkan Deklarasi Ekonomi. Yang merupakan deregulasi dan liberalisasi dari kemacetan ekonomi etatisme mengandalkan BUMN. Yang ternyata tidak efisien karena dikelola oleh pamen ABRI yang dikaryakan memimpin bekas perusahaan Belanda yang di nasionalisasi 1957.

Semua sudah menjadi sejarah, sekarang ini jika Pemerintah bersatu padu dengan kekuatan pasar yang produktif dan meritokratis dengan semangat Indonesia Incorporated pasti bisa berbeda hasilnya. Karena presiden Jokowi adalah pengusaha yang mengandalkan efisiensi dan pasar berdaya saing global tentu sangat memahami kepentingan mendesak memangkas birokrat pemburu rente. Kalau saya bicara Indonesia Inc saya terus bersemangat karena yakin bahwa jika Indonesia ini bersatu padu maka kita dapat mewujudkan transformasi Indonesia menjadi nomor 4 sedunia pada 2045 Seabad Indonesia dalam satu generasi.

Marilah kita berdoa agar dunia dan Indonesia selamat dari kondisi turbulensi mengenaskan ala Agedez dan kita sendiri menghindari negara gagal karena elite yang bermental Kabil mendendam Habil terhadap sesame elite politik. Saya sudah bisa mengatasi kesedihan mengikuti pandangan mata Thomas Friedman.

CW: Terima kasih bapak tetap bersemangat seperti ketika kita baru merdeka 10 tahun sudah mampu jadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika 18-24 April 1955. Sampai bertemu pada edisi ke -16 Senin 24 April 2016. Catatan CW: Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan tentang tulisan 'Balada The Long Ranger A Hok' di media social ingin saya tegaskan bahwa itu bukan tulisan saya namun hanya memforward dari WA group saja. Seperti juga tulisan penulis lain tentang A Hok & Jaya Suprana yang heboh dulu.

Tulisan otentik saya sejak 1977 adalah kolom Wawancara Imajiner dengan Bung Karno (WIBK) yang merupakan edisi perdana. Kemudian di majalah cetak Detik pimpinan Eros Djarot 1994 dan sekarang ini merdeka.com setiap Senin dan sudah mencapai edisi ke 15 hari Senin 18 April ini. Terima kasih atas respon para pembaca budiman.

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini