Pusaran Politik Dinasti di Pilkada 2020

Kamis, 10 September 2020 07:04 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah, Rifa Yusya Adilah
Pusaran Politik Dinasti di Pilkada 2020 Gibran daftar cawalkot Solo di PDIP Jateng. ©Liputan6.com/Gholib

Merdeka.com - Gelaran pesta politik selalu diwarnai polemik. Dalam Pilkada Serentak 2020, misalnya. Politik dinasti salah satu menjadi pembahasan menarik. Banyak anak sampai keluarga pejabat elit sampai terjun bersaing. Seolah memanfaatkan kesempatan.

Sebut saja nama Gibran Rakabuming. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mendapat kesempatan berlaga dalam Pilwalkot Solo. Dukungan pun didapat cepat dari PDIP. Sejumlah partai koalisi pemerintah tidak mau ketinggalan. Mereka berbondong-bondong ikut mendorong.

Ada pula nama Siti Nur Azizah. Putri Wakil Presiden Ma'ruf Amin itu bahkan lama cawe-cawe terjun dalam politik. Statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Agama pun rela dilepaskan. Keputusannya kukuh bersaing dalam Pilwalkot Tangerang Selatan.

Fenomena ini membangun opini publik bahwa dinasti politik subur di Pilkada 2020. Apalagi tidak ada aturan yang melarangnya. Itu setelah pasal 7 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pilkada dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi melalui putusan Nomor 34/PUU-XII/2015.

Dalam aturan itu, menyebutkan syarat menjadi calon kepala daerah tak memiliki kepentingan dengan petahana. Baik hubungan darah, ikatan perkawinan, dan atau garis keturunan satu tingkat lurus ke atas, ke bawah, ke samping dengan petahana, kecuali telah melewati jeda satu kali masa jabatan.

Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati, menyebut MK memutuskan pembatalan lantaran setiap kandidat di Pilkada yang memiliki hubungan dengan petahana belum tentu akan melakukan politik dinasti.

"MK kan memperbolehkan itu tapi yang penting adalah mencegah efek buruknya, jangan sampai politik dinasti atau kekerabatan ini melanggengkan kekuasaan yang kemudian kekuasaan ini hanya bisa dinikmati oleh kelompoknya saja," kata Khoirunnisa saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu kemarin.

Masih banyak nama pasangan calon di Pilkada 2020 dianggap menjadi bagian politik dinasti. Berikut catatan merdeka.com:

Baca Selanjutnya: Kerabat Dekat Penguasa Pusat...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini