Prostitusi Artis Berbalut Simpanan Gadun

Senin, 4 November 2019 08:26 Reporter : Anisyah Al Faqir, Erwin Yohanes
Prostitusi Artis Berbalut Simpanan Gadun Ilustrasi prostitusi artis. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Prostitusi melibatkan artis maupun selebritis bukan hanya transaksi jual beli seks. Banyak di antara mereka menjadi wanita simpanan. Dengan status itu, pendapatan lebih berlimpah. Ditambah segudang fasilitas mewah juga diterima.

Pemilik wanita simpanan dengan latar belakang selebritis tentu bukan pria biasa. Mereka berkantong tebal. Tajir melintir. Lewat segala fasilitas diberikan ini, para publik figur tersebut bisa merasakan hidup mewah. Istilah di kalangan mereka disebut 'peliharaan gadun'.

Seorang penyidik Polda Jatim yang terlibat pemeriksaan dalam kasus prostitusi artis menceritakan, memang ada di antara mereka merupakan peliharaan. Artis perempuan yang sedang dalam dekapan pria tajir ini termasuk beruntung. Mereka bisa hidup mewah dari kucuran duit berlimpah walau berstatus simpanan.

Bila dalam status 'simpanan gadun', para artis itu biasanya menolak bila mendapat tawaran kencan dari pria lain ketika dihubungi para muncikari. Walau masih ada saja yang menerimanya. Tetapi kebanyakan mereka untuk sementara hanya melayani sang pria yang merawatnya tersebut.

"Mereka ada yang peliharaan gadun," ungkap penyidik itu kepada merdeka.com, Jumat pekan lalu. Dia enggan disebut identitasnya. Namun, dari dua kasus prostitusi yang terjadi di wilayah Jawa Timur, dirinya kerap dilibatkan.

Menjadi simpanan atau selingkuhan bisa masuk kategori prostitusi. Biasanya ada perjanjian khusus antara artis dengan pria hidung belang tajir tersebut.

Penulis buku Jakarta Undercover, Moamar Emka, mengaku biasanya para publik figur dengan sistem wanita simpanan dikunci selama satu bulan atau lebih. Mereka juga meminta berbagai tuntutan lainnya.

Padahal secara hukum pasangan simpanan tidak sah menurut Undang-Undang Perkawinan nomor 16 tahun 2019. Tetapi, praktik semacam ini sulit dijerat hukum. Sebab, lagi-lagi hanya muncikari yang bisa terjerat pasal pidana.

"Sekarang agak susah membedakan prostitusi. Banyak orang pacaran tapi dibiayain, nikah kontrak malah dengan menggunakan materai dan notaris selama 1 tahun untuk pelesir teks misalnya," tutur Emka saat berbincang dengan merdeka.com pekan lalu.

Emka menyebut muncikari kerap dianggap sebagai pihak ketiga yang memperdagangkan pelaku seks kepada pelanggan. Padahal, setiap orang juga bisa berperan sebagai muncikari. Artinya, seseorang bisa berperan sebagai muncikari yang memperdagangkan dirinya sendiri. Fenomena ini kerap kali luput dari perhatian publik.

Hadirnya media sosial mempermudah gerak seseorang terjun ke dunia kelam ini. Pelaku seks menjajakan dirinya lewat media sosial untuk mendapatkan pelanggan. Jika telah terjadi kesepakatan barulah mereka bertemu untuk eksekusi.

Kelas Artis di Dunia Prostitusi

Publik figur penjaja seks terbagi menjadi tiga kelas berdasarkan tarifnya. Pertama, publik figur kelas bawah dengan tarif di bawah Rp10 juta. Kedua publik figur kelas menengah tarif Rp25 sampai 100 juta. Ketiga mereka kelas atas bertarif kencan Rp200 juta sampai tak terhingga.

Publik figur kelas atas ini mendapatkan fasilitas lengkap dari muncikari. Semisal sebuah mobil mewah sampai dilengkapi fasilitas lengkap. Namun, kerja mereka juga tidak mudah. Sebab mereka harus menyetor uang kepada muncikari lebih besar.

Tarif besar publik figur ini biasanya mereka yang sudah punya nama besar. Emka yang pernah menuliskan buku 'In Bed with Models' menyebut prostitusi di kalangan publik figur tidak hanya dalam bentuk persetubuhan di waktu yang telah disepakati.

Hal paling sederhana, yakni menemani pelanggan makan dan sampai membelanjakan. Untuk sampai proses kencan seks di kamar, mereka biasanya juga bertahap. Bisa dimulai dari perkenalan, makan siang dan berujung 'seranjang di kamar'.

"Ada juga yang dari ngopi-ngopi cantik terus ketemu tidak ujug-ujug langsung masuk kamar," ungkap Emka.

Artinya, dia melanjutkan, tiap pertemuan tidak harus ada hubungan seksual. Sekedar menemani makan malam dan memegang tangan pun artis yang dimaksud bisa mendapatkan sejumlah uang. Terkait bayaran tersebut jarang sekali dilakukan dengan cara transfer lewat rekening bank. Biasanya mereka menggunakan tunai.

Transaksi elektronik memang sangat dihindari lantaran rentan ditelusuri pihak lain. Hal ini sangat berlaku di lintas kelas artis penjaja seks. Mata uang dolar jadi pilihan untuk bayarannya. Sebab, nilai mata uang dollar lebih mahal. Sehingga tarif artis yang tinggi bisa dibayar dengan beberapa lembar uang dolar.

Publik figur kelas unlimited biasanya sudah memiliki nama. Biasanya mereka menjajakan diri dengan perjanjian kerja dengan pelanggan dalam kurun waktu tertentu. Bahkan dilakukan perjanjian di depan notaris. Biasanya perjanjian itu dibuat menyangkut hak dan kewajiban tiap pihak.

Paling sedikit bayaran mereka Rp2 miliar setiap tahun. Ini belum termasuk berbagai fasilitas nomor wahid dan uang saku. Misalnya fasilitas asuransi, mobil mewah, tempat tinggal mewah sampai pesawat pribadi dan lainnya. Namun dengan adanya perjanjian kerja ini, sulit untuk disebut sebagai prostitusi.

"Susah juga kalau disebut prostitusi. Selama kewajibannya terpenuhi itu sulit disebut prostitusi. Jatuhnya kan perjanjian bisnis tapi secara moral enggak bagus," ungkap Emka.

Tarif fantastis para publik figur ini berujung pada pertanyaan siapa yang pelanggan mereka. Emka mengaku tidak mengetahui secara rinci latar belakang para pelanggannya. Tetapi dia memastikan hanya orang berduit yang berani membayar mahal para artis ini.

Fenomena prostitusi artis sudah bukan menjadi kabar simpang siur. Di antara publik figur yang pernah tertangkap bahkan berani membuka tabir ini. Anggita Sari, salah seorang model seksi ini nekat mengungkapkan keterlibatannya dalam prostitusi kalangan artis.

Pengakuan Anggita terungkap saat menjalani persidangan di pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, pada Desember 2015 silam. Bekas pacar gembong narkoba, Budiman, ini membeberkan kasus menjeratnya. Kasusnya bermula ketika polisi menggerebek dirinya dalam kondisi teler dan usai kencan dengan seorang pria.

Saat itu, kepolisian Surabaya mengungkapkan mengamankan artis berinisial AS. Anggita membenarkan inisial itu dirinya. Anggita menceritakan, sebenarnya ada tiga lelaki hidung belang siap dilayaninya sebelum digerebek polisi. Dari ketiganya, dia mengaku baru puaskan satu tamu dan akhirnya digerebek.

Semua tamu itu didapat melalui Manajemen Princess. "Waktu itu saya terima tawaran melayani tiga pria dari manajemen Princess, tapi baru satu yang saya terima. Dua lelaki lain belum sempat dilayani karena digerebek duluan," kata Anggita.

Terkait tarif kencan, Anggita membanderol dirinya Rp7,5 juta sekali kencan. Dari nilai itu, manajemen Princess mendapatkan 20 persen dan uang tersebut diberikan kepada Alen Saputra dan Alvania Tiarsasila sebagai tanda jadi. "Tapi setelah di hotel saya nego sendiri," ucapnya.

Dalam kasus prostitusi melibatkan publik figur. Biasanya mereka yang tertangkap merupakan 'sekuter'. Emka memberikan julukan itu, yang merupakan akronim dari 'Selebriti Kurang Terkenal'.

Di era digital seperti ini, Emka menyebut tidak terlalu susah untuk seseorang menjadi artis atau publik figure. Lewat media sosial mereka bisa memperkenalkan diri sebagai publik figur.

Banyak di antara selebritis setelah terlibat prostitusi, namanya semakin moncer. Walau punya kesan negatif, tingkat populer mereka melonjak.

Kehadiran media sosial justru menjadi ladang tersendiri mengumpulkan pundi-pundi. Banyak merek baju hingga makanan meminta sang selebritis itu membantu promosi dengan bayaran cukup lumayan. Mereka memanfaatkan momen ketenaran ini meski dengan status pernah terlibat prostitusi. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini