Peta 'Koalisi Gajah' di Pilkada Serentak 2020

Kamis, 10 September 2020 06:03 Reporter : Rifa Yusya Adilah, Raynaldo Ghiffari Lubabah
Peta 'Koalisi Gajah' di Pilkada Serentak 2020 Distribusi Logistik Pemilu 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Syarat dukungan 20 persen kursi parlemen dalam Pilkada memantik fenomena politik. Panas persaingan partai di ranah nasional seolah sirna. Semua berbaur. Saling bekerja sama. Tidak sedikit akhirnya bergabung dan membangun 'koalisi gajah' demi memenangkan calon kepala daerah.

Publik mungkin lebih sering diperlihatkan bagaimana kerasnya partai oposisi kritisi sejumlah kebijakan koalisi penguasa. Seolah tidak ada damai di antara mereka. Fenomena itu kerap kali berbeda 180 derajat ketika memasuki massa Pilkada.

Dalam Pilkada Serentak 2020, sejumlah partai politik sudah membangun koalisi besar di daerah. Tercatat dari data infopemilu2.kpu.go.id, sebanyak 61 daerah membentuk koalisi gajah. Banyak partai berkumpul mendukung satu pasangan calon kepala daerah.

Koalisi gajah misalnya terjadi di Pemilihan Bupati Serang. Pasangan Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa memborong dukungan 10 partai. Sementara lawannya, Nasrul Ulum-Eki Baihaki hanya didukung koalisi kecil Gerindra dan Demokrat.

Tidak sedikit akhirnya jagoan mereka usung malah menjadi calon tunggal. Salah satunya terjadi di Pilkada Kota Semarang, Jawa Tengah.

Peneliti Perludem, Heroik M Pratama, melihat kondisi itu tidak bisa dihindari. Syarat pendaftaran pasangan calon salah satu penyebabnya. Bahkan tiap tahun calon tunggal dalam Pilkada jumlahnya terus meningkat.

"Fenomena calon tunggal yang diusung oleh keseluruhan partai politik di DPRD berkoalisi bersama untuk mengusung 1 pasangan calon yang itu meningkat jumlahnya dari 2015, 2017, 2018, 2020," kata Heroik saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu kemarin.

Selain memenuhi syarat pendaftaran 20 persen kursi, kata Heroik, koalisi besar terbentuk sebagai bagian strategi. Banyak partai berpikir mengusung calon bersama akan lebih mudah memenangkan Pilkada.

"Ketika bekerja dengan parpol lainnya agar lebih mudah. Dalam berkampanye misalnya. Ini merupakan tujuan lain dari berkoalisi," ujar Heroik menerangkan.

Berikut peta koalisi 'gajah' melawan koalisi 'semut' di Pilkada Serentak 2020:

Baca Selanjutnya: Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini