Partai Sempalan Modal Urunan

Senin, 25 Mei 2020 08:42 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Partai Sempalan Modal Urunan Amien Rais konpers. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Hasrat loyalis Amien Rais untuk membuat partai sempalan tidak lagi bisa dibendung. Mereka sudah tidak lagi nyaman bersama Partai Amanat Nasional (PAN). Merasa solid, satu per satu mulai mencari dana urunan.

Gerakan mulanya diinisiasi para senior PAN pro Amien. Para pendiri PAN serta loyalis yakin partai baru nanti tidak butuh modal besar. Cukup urunan seikhlasnya.

Cara lama bakal dipakai. Ketika Amien Rais cs membentuk PAN pada 23 Agustus 1998 silam, demi mendirikan partai mereka rela urunan. Semangat itu yang bakal kembali mereka tularkan.

"Karena ini semangatnya pada ruh reformasi, jadi kita semua urunan. sejarah lahirnya PAN dulu kan seperti itu. Kita semua urunan," kata Muhammad Yunus, salah seorang pendiri PAN pro Amien Rais, kepada merdeka.com, Kamis pekan lalu.

Yunus merasa optimis rencana Amien Rais membuat sempalan PAN. Sampai banyak mantan aktivis reformasi yang mau bergabung dengan partai baru dicanangkan koleganya tersebut.

Ketika di awal berdiri, PAN hanya memiliki modal dasar Rp88 juta. Angka itu cukup besar pada eranya. Semua diklaim merupakan hasil urunan.

Tujuan pendirian PAN yaitu untuk menuntaskan agenda reformasi yang dicanangkan oleh rakyat Indonesia. Saat itu dimotori oleh pemuda dari kalangan mahasiswa.

Pendiri PAN pro Amien lainnya, Putra Jaya Husein, mengaku pendanaan awal partai baru nanti masih digodok. Apalagi sebagai modal penting.

Pemodal besar belum menjadi patokan partai sempalan PAN buatan Amien Rais bisa berkibar. Ajakan para calon kader untuk ikut menyumbangkan dana masih terus digaungkan.

PAN ketika itu lahir dari era reformasi, dibentuk oleh 50 tokoh nasional. Beberapa nama dikenal, yakni Amien Rais, Goenawan Mohammad, Abdillah Toha, Rizal Ramli, Albert Hasibuan, Toety Heraty, Prof. Emil Salim, Faisal Basri, A.M. Fatwa, Zoemrotin, Alvin Lie Ling Piao, dan lainnya.

Bila menengok cari PAN di masa silam, kata Putra Jaya, besarnya modal untuk mendirikan partai sempalan nanti makan tergantung tiap kader. Sehingga perlu satu tarikan napas untuk bisa mengulang kesuksesan di era PAN awal.

"Yang pasti hubungan enggak mungkin partai ditanggungin sama satu, dua orang ya," ungkap Putra Jaya kepada kami.

Baca Selanjutnya: Niat Amien Rais mendirikan partai...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini