Kolom Sableng

Partai Demokrat, Ular Virgo jejadiannya Monas

Jumat, 1 Maret 2013 08:20 Penulis : Pipit Kartawidjaja
Partai Demokrat, Ular Virgo jejadiannya Monas Anas Urbaningrum . ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menggilalah karir Partai Demokrat (PD) itu: dari 55 kursi DPR 2004-09 jadi 148 kursi DPR 2009-14. Cuma, nomor buntut KPU 7 berarti keberutungan masa silam, bisik Engkong Fengshui. Alias kebuntungan masa depan.

PD lahir 9 September 2001, Minggu Pon, berwuku Julungwangi, bosnya Bethara Sambo. PD jejadiannya SBY, berwuku Bala, dinaungi Bethari Durga, menyeramkan. Biar begitu, karir PD itu juga buah kecocokan SBY-Jusuf Kalla. Bethara Kala itu, sangar menakutkan, dalam Wisanggeninya RA Kosasih, lakinya Bethari Durga. Buat pemilu 2014, PD tergantung pula pada kinerja SBY-Boediono. Bila 2004-09 klop, maka SBY-Boediono beda nasib. Boediono, lahir 25 Februari 1943, Kemis Pahing, berwuku Mandhasiya, bosnya Bethara Brama, pikirannya bikin miris, nyenturi. Angka primer 5 SBY itu non-jodohnya angkanya Boediono 8. Nasib partai penguasa gak sama. Dalam parlementarisme Jerman, 15 pos menteri dibagi sesuai perimbangan kekuatan di Bundestag (DPR). Partai sebagai pemutus menyatu sama kanselir yang gak berhak berprerogatif.

Dalam presidencialismo de coalizao Brasil, harus ngawinin legislativo, Presidente berhak berprerogativo. Partidonya acap peyot. Misalnya partido de oposicao PSD dapet lima pos kabinet, tapi partido Presidente Vargas PTB, cuma satu. Presidente leluasa bermain ganda sebab kemandiriannya, tanpa mesti manungaling partidonya.

Presiden RI harus memadu DPR. Dari 34 menteri kabinet Indonesia Bersatu II, 61 persen asal partai. Alokasi pos menteri beda dari perbandingan otot di DPR. Cabinet Coalescence Rate jeblok, ngutip Amorim Neto. Non-partai persuasifan kooptasi non-parlemen posisi tawarnya SBY, juga preventifan terhadap patukan ular virgo.

Kaum federalis AS akur, pengancam check and balances itu legislatif. Bantahan kubu parlementarisme Britania, eksekutif asalnya petaka. Maka, partai perlu, guna mediatorin kedua lembaga. Idealnya presidensialisme itu kesalingmandirian legislatif dan eksekutif, sedang parlementerisme kebalikannya. Maka, perkara presidencialismo de coalizao sukarlah duduknya.

Sebetulnya, wuku-shio-bintang PD ciamik. Bergelar ular virgo nan baik hati. Kata wetonnya, PD punya pesona daya tarik. Maka, di PD Angelina berlena, merana pas KPK tersondang, dibui akhirnya ngandang. Ujar wukunya, PD buruk buat cari nafkah. Kloplah, jika PD berNazaruddinan, rilisan Seskab.

Kata wetonnya, pikiran PD kerap nyleneh. Bila publik ngebet kemujuran, Andi malang kok dimenterikan. Tak putus dirundung malang, hamba ada belang dikira menghambalang. Desis shionya, PD ucapannya logis, enak didengar dan berhumor tinggi. Maka, Ruhut Sitompul tinggal Lulut Situmpul.

Bukan nomor buntut dan klenik, ujar Anas pas ngebut nomor 7. Alias haram diramal. Anas asal Blitar, daerahnya raja berkepala macan dan sakti, Singabarong. Sesuai asap kemenyan, angka 7 bermakna nujum. Pemiliknya berspiritual kuat. Agaknya, Anas itu Baron Singaningrum, berilmu linuwih, bahkan bisa bolak-balik mati kata Akbar Tandjung macam Cak Rahwana, tahu benar gaibnya nomor 7.

Angka 7 itu bintang kekerasan dan perampokan, bisik Engkong Fengshui. Kloplah klenikan Anas soal Gantung Anas di Monas. 7 Februari 2013, Kamis Pahing, berwatak bila kesenggol nakutin marahnya, nasib Anas dibikin nggantung oleh Monsignore Cikeas lewat nabok nyilih tangan KPK dan ngobok nyirep tangan Anas.

Bos Partai Demokrat Bebas Jerman (FDP) , Phillip Roesler, beda nasib. FDP itu mitranya PD. Ujar survei Juni 2012 s/d 19 Januari 2013, elektibiltas FDP, koalisinya penguasa, tiarap 4-5, dibanding 14,6 persen pemilu nasional 2009.

Ngadepin pemilu September 2013, badai internal ngebet nyirep Roesler. Mujur, FDP gak punya Dewan Pembina. Sesuai asas demokrasi, organ tertinggi ya rapat anggota. Dalam pemilu DPRD provinsi Niedersachsen 20 Januari lalu, terpisah dari pemilu nasional, FDP meraup 9,9 persen suara. Roeslerpun ngakak.

Nasib PD bak ular kena palu gadoan akademik survei-survei. Sas-susnya, para dedengkot PD nyengkuni, agar Monas nyihir. Padahal, Mbah Sujiwo Tejo dalam majalah akaldemit Misteri 520/2011 meraba, kala pertengahan 2011 truk bernomor B 9949 AU terjungkal di jalan tol. Pertanda gaib SBY kedepak. Tanggal 9 bulan 9 tahun 49 itu kelahirannya. AU ya Anas Urbaningrum.

Menolak apesnya kelahiran PD, sesajennya nasi kebuli berlauk ayam merah. Juga mesti dipaktaintegritaskan, nasi dang-dangan, lauknya ayam barumbun dipindang, kuluban 9 macam, selaku sesajen deklarasi 17 Oktober 2002, Kamis Legi, wuku Gumbreg. Sebab, biar wuku Gumbreg elok buat berbesanan, tapi nomor 8 (PAN) salah jodoh.

Selain sesajen-sesajen tersebut, perlu didewanpertimbangankan sesajenan penangkis lembar pertama, kedua, ketiga dan keterusannya. Biar Ibas cabut ber-DPR demi fokusi PD contohnya, tapi Ibas titisan kerajaan angker Wengker, berwuku Kurantil, niatnya acap kelibas.

Kemudian, kenaasan PD yang dimadu laknat wuku-shio-bintang SBY: gak bisa mempermak apapun dan apa yang dilakukan selalu merusaknya minta ampun.

Agaknya lantaran miris PD ludes digado, 15 Februari lalu, tanpa sesajen, SBY lantas menggolkar (golakkan karma) Lapindo. Mungkin gaibnya Lumpurkan Atraksi Presidenan Ical Ningrat Dagelan Ompolannya.

Terus, wajiblah sesajen nabok nyilih tangannya suratan weton hari apkirnya bayi haram, Sabtu pon 23 Februari 2013. Karena sengkuniannya: clometannya lembut di depan, di belakang dan belakangan panas.

At last but not least, mutlaknya sesajennya ojo sumeh. [tts]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini