Kolom Sableng

PAN, macan Virgo ho-ji-un (Mujur)

Jumat, 8 Maret 2013 15:01 Penulis : Pipit Kartawidjaja
PAN, macan Virgo ho-ji-un (Mujur) PAN Pasar Anak Negeri. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Lahir 23 Agustus 1998, Minggu Kliwon, Partai Amanat Nasional (PAN) itu Macan Virgo Ho-ji-un (mujur), keturutan semua harapannya: sandang, pangan dan papan. Cocoklah nomor buntut KPU 8. Persisnya dela-PAN, cuapan Sekjen PAN Taufik Kurniawan. Oskepannya Engkong Fengsui chia-hwe (cantik): bintang pesugihan bawa hoki. Wajarlah, tiga pekan berdela-PAN, nomor 6 kelayapan ke PAN. 6 itu jodohnya 8.

Sebagai partai papan tengah, biar mesti ganti papan usai karapan merajaperkasakan Hatta 2010, PAN acap mujur. Pemilu DPR 2004 misalnya, suara 7,3 juta, raupan 53 kursi. Sebaliknya PKB, 12 juta suara, kursi cuma 52. Pasti, PAN berpesugihan malapportionment (perbedaan keterwakilan penduduk dan besaran dapil).

Karenanya, 40 dari 175 kursi Folketing (DPR Denmark) umpamanya, gak dikarapankan, tapi dipakai buat memproporsionalkan hasil pemilu.

Juga di 2009, bercara penghitungan suara kontroversial itu. Tahap I, kursi santapannya suara berBPP (Bilangan Pembagi Pemilih) dapil. Tahap II, sisa kursi disetor secara berurutan bagi yang bersuara sama atau lebih 50 persen BPP, yang setali tiga uangnya metoda divisornya Jefferson/d´Hondt. Tahap III, jika suara masih bersisa, diangkut ke provinsi, disatukan dengan sisa suara dapil-dapil provinsi tersebut. Sisa suara tahap III ini yang bersoal.

Berkat tahap III, PAN nadah tilepan 4 kursi dari dapil Jakarta 1, Banten 2, Kalsel 1 dan NTT 1, hasil sulapan MK, nekuk ketetapan KPU. MK misalnya, menggabungkan sisa suara dapil Jakarta 2 dan 3 yang kursinya ludes terbagi dengan sisa suara dapil Jakarta 1 yang bersisa satu kursi. Alhasil, sisa suara PAN jadi terbanyak, berhak atas sisa kursi Jakarta 1. Agung Laksono contohnya, cuma merem-melek batal manggung.

Entah di kuburan mana MK ngalap wangsit. Azas metoda kuota largest remaindernya Hamilton/Hare dilanggar. Sisa suara selalu dalam sekapan sisa kursi. Jika kursi habis dibagi dalam satu dapil, maka ludes pula sisa suara.

Walau kerap memperoleh rejeki, tokh ucapan wetonnya, suka ceroboh memilih pangan. Bukan pribadi punya sayur lodeh, namun sandang, pangan dan papan negara di-waode. Hasilnya, peringkat keenam liga tilepan 2012 rilisan Seskab.

Sadapan asap kemenyan: selain sukses duniawi, 8 berarti kesedihan. Rantapan Waketum PAN, Dradjad Wibowo, PAN jadi korban kutu loncat. Mau nyetopnya seperti usulan PAN? Ucapan wukunya Watugunung, bosnya Bethara Anataboga, PAN buruk bikin pagar halaman.

Dalam sistem kepartaian gak melembaga, antara lain lewat kedipan Indeks Volatilitas, proporsional daftar terbuka suara, apalagi terbanyak, dituding bikin gelagapan, kayak di presidencialismo de coalizao Brazil. Pemilu legislativonya berongkos tinggi sarat korupsi, diledek sebagai karnaval, sirkus dan titipan. Misalnya dalam pemilu Camara dos Deputados (DPR) 2010, raupan artis kondang Tiririca, 1,35 juta alias 18,5 persen suara partainya, Partido da Republica. Berkatnya, caleg sekutu kecut suara bisa nebeng ber-DPR, sedang caleg saingan bersuara lebih banyak urung, sebab porsi kursi parpolnya habis. Kebekenanpun dimanfaatkan di pemilu DUMA (DPR Rusia) pra 2007.

Tahun 1994 tercatat 22,61 persen kutu Camara dos Deputados terang-terangan loncat. Bermasalah yang diam-diam macam Presidente Lula 2005. Agar governo didukung legislativo, dimainkanlah PAN (Pendayagunagunaan Angpow Negara) buat suapannya oposicao.

Lantaran proporcional de lista aberta (proporsional daftar terbuka) suara terbanyak dibiangkeladikan, maka Maret 2011, dimapankan satu komisi di DPR dan satu di Senat. Tugas antara lainnya, penggarapan sistem pemilu demi penguatan sistem kepartidoan. Opsi kuatnya, proporcional de Lista Fechada (proporsional daftar tetap/tertutup) dan Distrital Misto (sistem campuran).

Alasan Rusia berproporsional daftar tetap/tertutup sejak pemilu DUMA 2007 itu penguatan sistem kepartaian dan pembasmian PAN akibat tingginya amplopan pencalegan sistem mayoritannya (per dapil setengah juta USD, ujar Wladimir Schirinowski, wakil ketua DUMA). Gelagatnya, penguatan sistem kepartaian gak klop sama suara terbanyak.

Maka, PAN mesti rela dikutuloncatin. Usapan wukunya, sering berkenestapaan karena ulahnya sendiri dan beraral dianiaya. Bukankah proporsional daftar terbuka suara terbanyak itu favoritnya PAN selaku Partai Artis Nasional, yang kepengapan sama lalapan wandahamidahan?

Buat 2014, kemelut PerKeSapian jadi sedapannya PAN, begitu kecupan pengamat. Yang bikin gelagapan justru dekapan laknat wukunya. Meski baik buat berbesanan, nomor 7 itu non-jodohnya, kendati logo keduanya ada birunya. Terharu biru pula oleh luapan Raja PAN, berkutu loncat gelap-gelapan, akibat membiru lebamnya sang menantu Sekjen Demokrat, teraniaya oleh uapan ihwal keselipan tilepan sengkunian Hambalang: “Itu fitnah, tidak betul!”.

Guna bebas sial selamat aniaya, perlu dikedepankan sergapan sesajen kupat dan juadah, pangan berbagai rasa: manis, asin, asam, sepet, pedas dan pahit. Kesurupan daging sapi bagusnya dijauhi, agar gegapan dua digit di 2014 bukan isapan jempolan. [tts]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini