Operasi Relawan Jokowi di Balik Kudeta Demokrat

Senin, 8 Februari 2021 11:21 Reporter : Ahda Bayhaqi, Wilfridus Setu Embu
Operasi Relawan Jokowi di Balik Kudeta Demokrat AHY dan Ibas di DPR. ©2020 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Keluh kesah silih datang kepada Darmizal. Semua berasal dari para ketua DPC Partai Demokrat Kalimantan Selatan. Curahan hati mereka hampir serupa. Merasa elit di Demokrat tidak perhatian atas bencana banjir pada pertengahan Januari 2021 lalu. Ragam keluhan kemudian dilaporkan kepada Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Nazaruddin. Mereka kemudian sepakat membuat pertemuan di Jakarta.

Para ketua DPC Demokrat itu diterbangkan langsung dari Kalimantan Selatan menuju Jakarta. Semua mendapat pelayanan maksimal. Dari transportasi hingga penginapan, semua dibayarkan Darmizal. Iming-iming fulus Rp100 juta pun menjadi magnet tersendiri. Kabarnya duit tersebut dari pemerintah untuk bantuan korban bencana.

Pertemuan pun dirancang. Mereka memilih Hotel Aston Rasuna, Jakarta, sebagai arena pertemuan. Kamar sudah dipesan untuk tanggal 27 Januari 2021. Segala persiapan diatur Darmizal. Dibantu dua rekannya di Demokrat, Jhoni Allen dan Ihwan Datu Adam. Mereka belakangan disebut sebagai elit Demokrat sebagai Tim Kudeta.

Jelang dua hari pertemuan, Darmizal dirundung berduka. Ihwan Datu Adam, salah seorang inisiator pertemuan sekaligus politikus Demokrat Kalimantan Timur, meninggal dunia. Masih dalam keadaan duka, pertemuan tetap berlanjut. Darmizal tidak mau melewatkan kesempatan. Apalagi sosok Moeldoko sudah memastikan hadir dalam pertemuan.

"Saya itu aktor pertemuan Pak Moeldoko dengan kader Partai Demokrat," kata dia kepada merdeka.com, Sabtu pekan lalu.

darmizal

Darmizal, Ketua Relawan Jokowi (ReJo) dan bekas pengurus Partai Demokrat ©2021 Merdeka.com

Ihwal hubungan Moeldoko dan Nazaruddin, semua dipertemukan Darmizal. Semua dikomunikasikan intensif dengan Moeldoko perihal rencana kedatangan mantan koruptor Wisma Atlet sekaligus bekan Bendahara Umum Partai Demokrat itu. Kala itu Moeldoko tidak merasa sungkan. Semua disetujui. Apalagi selama ini hubungan Darmizal dan Moeldoko sudah lama terjalin.

Pertemanan mereka dimulai sejak 1996. Hubungan itu terus terjalin hingga kini. Bahkan dalam Pilpres 2019 lalu, Darmizal mendirikan Relawan Jokowi alias ReJo. Posisi Darmizal ketika itu sudah mundur sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Partai Demokrat sejak 6 Mei 2018.

Selama bergerak dalam Rejo, hubungan Darmizal dan Moeldoko semakin akrab. Keduanya kerap bertemu membahas pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Meskipun posisi mantan Panglima TNI era SBY kala itu juga masih menjabat KSP. Tapi bukan kendala besar. Karena Jokowi merupakan petahana dan banyak menteri maupun kepala lembaga ikut turun kampanye.

Sosok Darmizal bahkan pernah membela mati-matian Moeldoko dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya. Dia meminta semua pihak tidak mengaitkan KSP ke dalam lingkaran korupsi itu. Meskipun eks Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, salah seorang tersangka, pernah kerja di KSP sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-Isu Ekonomi Strategis.

Dari kedekatan itu, Darmizal pun mengenalkan Moeldoko kepada Nazaruddin. Mantan koruptor kasus Wisma Atlet dan bendahara umum Partai Demokrat, itu diyakini Darmizal sudah berubah. Hidupnya sudah lebih baik setelah bebas dari penjara. Bahkan banyak masjid sudah dibantu pembangunannya. Segala penjelasan itu membuat Moeldoko yakin. Kemudian setuju melakukan pertemuan pada 27 Januari 2021, pukul 9 malam.

"Saya yang atur pertemuan (Moeldoko dan Nazaruddin)," ucapnya.

Di dalam pertemuan, para ketua DPC Demokrat Kalsel tidak mengetahui bahwa Nazaruddin hadir dalam pertemuan. Mereka hanya tahu akan diberi bantuan berupa uang untuk membantu para korban bencana banjir. Moeldoko, sebagai pimpinan lembaga pemerintah, menawarkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Semua kader Demokrat percaya bahwa Darmizal merupakan orang dekat Moeldoko.

Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Selatan, Rusian, mengakui memang ada pengurus DPC diundang ke Jakarta. Jhoni Allen yang mengundang mereka menggunakan alasan pemberian bantuan bencana.

Rusian juga dihubungi jauh hari sebelum banjir. Dia mengaku diajak datang ke Jakarta untuk beberapa hal. Namun, tawaran itu ditolak karena Rusian mengaku sibuk.

Moeldoko bahkan tidak menampik melakukan pertemuan beberapa pihak dari Partai Demokrat. Dia mengklaim pertemuan tersebut bertujuan untuk mendengarkan keluh kesah dari partai yang kini dipimpin Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Saya sih sebenarnya prihatin dengan situasi itu dan saya bagian yang mencintai Demokrat dan muncul isu," kata Moeldoko dalam siaran telekonferensi. Dia pun mengakui tidak hanya pihak dari partai Demokrat yang ditemui. Seluruh pihak pun ditemui oleh dirinya.

Menurut Darmizal, para ketua DPC ini mau menerima bantuan bencana itu karena tidak ada uluran dari pengurus pusat maupun anggota DPR dari Partai Demokrat. "Mereka mengakui jalannya buntu untuk ke sana sulit untuk bertemu," kata Darmizal.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Renanda Bachtar, menampik tuduhan Darmizal terkait kabar para ketua DPC Demokrat tidak mendapat perhatian dari pengurus pusat. Selama ini Partai Demokrat cukup banyak memberikan bantuan kepada masyarakat terkena musibah di Kalimantan Selatan.

Selain itu tidak benar pula bahwa pengurus partai di daerah meraih AHY selaku ketua umum Partai Demokrat. Apalagi sosok AHY sudah beberapa kali keliling ke DPC termasuk wilayah Kalimantan Selatan.

"(Tuduhan) ini tidak benar. Karena Ketum AHY adalah Ketum yang belum juga 3 bulan kepemimpinannya sejak ditunjuk Kongres sudah beberapa kali keliling ke DPC termasuk Kalsel," ujar Renanda kepada merdeka.com

Baca Selanjutnya: Upaya Menggulingkan AHY...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini