KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Wawancara eksklusif merdeka.com dengan Presdir Mitsubishi Indonesia

Selasa, 11 Juli 2017 07:35 Reporter : Syakur Usman
Kyoya Kondo. ©2017 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Kurang dari 30 hari, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), agen pemegang merek mobil penumpang Mitsubishi, punya gawean akbar. Proyek mobil small multipurpose vehicle (MPV) yang digadang-gadangkan sejak satu tahun lalu akan melakukan world premiere di pameran Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS), Agustus tahun ini.

Mobil small MPV ini menegaskan babak baru bisnis Mitsubishi di pasar otomotif Indonesia, yang sudah dimasuki hampir 50 tahun. Selain proyek small MPV, "revolusi" bisnis Mitsubishi di Indonesia lainnya adalah pembangunan pabrik baru mobil penumpang dan niaga ringan di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik dikelola oleh perusahaan baru, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), yang memproduksi Pajero Sport, small MPV, dan L300.

MMKSI adalah perusahaan baru yang efektif per 1 April lalu, buah dari spin off bisnis kendaraan penumpang dan kendaraan niaga/truk Mitsubishi. Sebagai perusahaan anyar, MMKSI pun dipimpin oleh orang baru. Namanya, Kyoya Kondo (50), dengan pengalaman bisnis Mitsubishi di Asia Tenggara (ASEAN). Malaysia, Filipina, dan Thailand menjadi kawah candradimuka Kondo-san sebelum dikirim ke Indonesia.

Untuk mengetahui perkembangan terbaru dari proyek small MPV, dampak aliansi global Mitsubishi dan Nissan di Indonesia, pasar, dan target bisnis, M Syakur Usman dan M Luthfi Rahman dari Merdeka.com berkesempatan mewawancarai Kyoya Kondo, Presiden Direktur PT Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akhir bulan lalu.

Wawancara eksklusif ini dilakukan di kantornya yang sarat furnitur kayu khas Indonesia. Berikut petikannya:

Apa saja perkembangan terbaru proyek small MPV Mitsubishi?

Perkembangan proyek mobil small MPV kami on the track. Apa yang bisa dikatakan adalah kami akan melakukan world premiere small MPV ini di pameran GIIAS 10 Agustus 2017. Sementara produksinya baru dimulai Oktober.

(Informasi yang dihimpun Merdeka.com, small MPV ini akan menggunakan mesin berkapasitas 1.500 cc dengan transmisi pilihan manual dan otomatis. Mobil ini disiapkan untuk bersaing dengan Toyota Veloz dan Honda Mobilio, dengan level harga Rp 200 jutaan).

Benarkah namanya Mitsubishi Expander?

Anda benar-benar ingin tahu namanya? (sambil tertawa). Soal nama sudah, kami fix already. Tapi kami akan buka namanya di GIIAS 2017. Mohon bersabar, hanya tinggal satu bulan. Tapi sebelum itu (10 Agustus), kami akan lakukan pra-event.

Apa strategi Anda dari sisi pembiayaan terutama untuk small MPV?

Kami punya captive finance company, namanya PT Dipo Star. Tapi kami juga punya dengan finance company yang prominent. Kami sedang diskusi dengan mereka soal paket pembiayaan yang pantas dan akan ditawarkan. Karena small MPV ini mass product, maka skema pembiayaan sangat penting supaya konsumen bisa membelinya.

Kami belum ada rencana membuat perusahaan pembiayaan sendiri. Ini domain Mitsubishi Motors Corporation (MMC). Namun, kami akan optimalkan kerja sama dengan mitra perusahaan pembiayaan. Mereka mitra kami yang sangat penting dan sangat membantu.

Saat ini kami bekerja sama dengan 5 perusahaan pembiayaan umum, termasuk Dipo Star. Tapi masing-masing diler sering punya mitra perusahaan pembiayaan sendiri untuk mendukung program penjualan bulanan, dan lain-lain.

Kami ingin tahu dampak aliansi global Mitsubishi-Nissan di Indonesia. Menurut Nissan Indonesia sudah ada kerja sama dengan Mitsubishi Indonesia dalam hal purchasing dan logistik?

Saya paham maksudnya. Iya, tapi sebenarnya kami masih studi untuk kerja sama purchasing dan logistik dengan Nissan Indonesia. Aliansi strategis global ini obyektif besarnya adalah menciptakan sinergi dan kerja sama satu sama lain.

Seperti di Thailand, Mitsubishi dan Nissan sudah setuju mempunyai fasilitas logistik bersama untuk kendaraan CBU. Fasilitas logistik bersama ini untuk menampung kendaraan CBU Mitsubishi dan Nissan sebelum dikirim ke diler, yang dioperasikan secara bersama-sama oleh satu operasional, sehingga bisa menekan biaya back office.


Mungkinkah kerja sama di Thailand terjadi di Indonesia?

Di Indonesia, mungkin bisa dilakukan. Belum fix, tapi masih studi.

Sinergi ini sebenarnya bisa dilakukan di area mana saja dan mana yang tidak?

Backup operation bisa dilakukan bersama sehingga ada sinergi. Tapi konsep besar dari aliansi ini adalah branding, marketing, dan produk adalah unik dan harus punya identitas independen upaya konsumen tidak bingung dan daya tarik merek Mitsubishi dan Nissan tidak hilang. Aliansi ini mencari yang terbaik dari setiap merek. Mitsubishi-ness dan Nissan-ness harus berbeda.

Apa benefitnya bagi konsumen Indonesia di masa mendatang?

Contohnya, Mitsubishi kuat di model SUV, sedangkan Nissan secara gobal besar dengan teknologi sendiri di beberapa area, seperti otonomi driving dan share connectivity. Jadi kami akan tawarkan setiap kekuatan masing-masing dan akselerasi pengembangan produk yang lebih baik dari sisi teknologi, sehingga kami bisa saling mendukung sama lain. Tapi produk dan merek tetap independen.

Mungkinkah aliansi global ini melahirkan proyek mobil kembar, seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia?

Saya tidak bisa komen, karena berbeda konsepnya dengan Mitsubishi-Nissan. Beberapa model dan parts memang dapat disamakan. Tapi yang penting, merek dan daya tariknya tetap independen. Bila hanya ganti emblem dan jual, tidak mungkin, karena akan menghancurkan masing-masing merek. Ini baru permulaan.

Kapan dampak aliansi global ini bisa dirasakan di Indonesia?

Studinya sangat intensif, beberapa perjanjian sudah, tapi detailnya belum fix. Saya tidak dapat mengonfirmasi apa yang sudah.

Anda lama menangani bisnis Mitsubishi di pasar ASEAN, bagaimana pandangan Anda terhadap pasar otomotif Indonesia?

Semua orang yakin Indonesia sangat potensial dengan populasi besar; 260 juta jiwa dan GDP per kapita sekitar US$ 3.000 per kapita. Umumnya, jika GDP per kapita mencapai US$ 3.000, motorisasi di satu negara dimulai. Hal ini sudah rule of time, berdasarkan pengalaman dari beberapa negara.

Maka itu, tahun ini, tahun depan atau beberapa tahun lagi, saya yakin motorisasi akan datang di Indonesia, sehingga kami berharap pasar otomotif akan tumbuh sangat cepat.

Potensi lain datang dari pertumbuhan kelas menengah Indonesia yang memiliki kemampuan beli lebih tinggi dari sebelumnya. (Boston Consulting Group pernah memprediksi pada 2030 Indonesia punya 90 juta konsumer, yang akan menambah konsumsi domestik Indonesia hingga USD 1 triliun).

Ini peluang besar bagi semua pemain. Pasar dua juta unit mungkin saja terjadi di Indonesia di masa depan. Ini potensi bagi Indonesia!

Dari sisi pertumbuhan pasar, kami menyiapkan model dan skema baru di Indonesia. Ini babak baru bagi bisnis Mitsubishi yang eksis hampir 50 tahun di Indonesia. Kami punya pabrik baru dengan kapasitas 160 ribu unit, perusahaan distribusi baru di kendaraan penumpang (PT MMKSI), semula dikelola oleh PT KTB. Kami dapat optimalkan ini semua.

Apa kekuatan Mitsubishi yang akan Anda eksplor dan kelemahan yang diperbaiki di bisnis kendaraan penumpang?

Pada dasarnya, kekuatan Mitsubishi di Indonesia bisa menjadi kelemahannya. Kekuatan Mitsubishi di Indonesia adalah andal, powerfull, sporty, dan driving comfort, seperti model Pajero Sport. Kami nomor 1 di segmen kendaraan niaga dan niaga ringan di Indonesia, sehingga kami punya konsumen loyal yang percaya terhadap heritage Mitsubishi yang andal, powerfull, dan tangguh, terutama lewat model Colt Diesel dan niaga ringan.

Kemudian, kami juga sangat bagus di segmen sport utility vehicle (SUV) dengan model Pajero Sport. We good for off road. Di masa lalu, presentasi tersebut sangat kuat. Bahwa Mitsubishi adalah truck made atau SUV made bagi beberapa orang dan area. Ini heritage kami, yang saya percaya secara keseluruhan ini plus bagi Mitsubishi.

Setelah set up baru, kami optimalkan dan lebih fokus ke mobil penumpang. Kami perkenalkan model baru yang cocok dengan kebutuhan konsumen Indonesia dan layanan purnajual baru. Sebab layanan purnajual untuk mobil penumpang dan truk sangat berbeda.

Truk/kendaraan niaga, sangat ekonomis. Konsumen menggunakan truk untuk berbisnis dan mendapatkan uang. Sedangkan kendaraan penumpang untuk kebutuhan pribadi atau personal commuting. Tapi dasarnya sama, total moving cost harus murah. Ini sangat penting, maka itu harga jual komponen harus murah pula.

Tapi di kendaraan penumpang, elemen penting adalah gaya hidup konsumen. Maka itu, kendaraan penumpang dan purnajual yang bagus buat seluruh keluarga adalah elemen penting. Demi meningatkan kualitas hdup, bukan hanya pemiliknya, tapi seluruh keluarga.

Anda ingin mindset konsumen berubah dari truck/SUV made menjadi passenger car made?

Jika kami bisa menjual mobil penumpang lebih banyak, serta konsumen puas dengan produk dan layanannya, maka kami yakin persepsi orang akan berubah. Kami harus buktikan dengan meningkatkan penjualan.

Cara pertama, kami harus punya produk meyakinkan. Untuk itu, kami akan luncurkan small MPV. Ini model strategis dan utama. Kami akan coba menjaga truck satisfaction customer di model ini. Kami percaya persepsi orang akan berubah.

Kami ingin menjadi mobil penumpang pabrikan. SUV made bagus. Meski kini SUV semakin dekat dengan mobil penumpang. Ini tren global, karena SUV sangat populer di semua negara, yang mana terjadi shifting dari SUV ke kendaraan penumpang. SUV bukan lagi untuk spesifik orang, tapi produk untuk semua orang.

Banyak fitur di SUV yang sangat diterima oleh konsumen mobil penumpang seperti high level sehingga bisa menerobos banjir dan active looking. Kami bukan hanya pembuat SUV, tapi pembuat kendaraan penumpang. Kami akan utilisasi citra SUV kami yang kuat demi meningkatkan merek kendaraan penumpang kami. (Line up mobil penumpang Mitsubishi Indonesia masih sedikit, lewat model Pajero Sport, Outlander Sport, Delica, Mirage, dan Triton).

Sejak tahun lalu, kami punya kampanye baru, yakni Brand New Day. Ini sejalan dengan upaya kami meningkatkan merek Mitsubishi di kendaraan penumpang.

Brand New Day terdiri dari brand new product (model small MPV), brand new service (sangat agresif menambah diler penjualan kendaraan penumpang), dan new people, termasuk saya, orang baru di sini. Lalu kami coba upayakan terbaik untuk utilisasi ini.


Kontribusi Mitsubishi Indonesia

Di laman MMC, tahun fiskal 2017 MMC menargetkan penjualan naik 11 persen menjadi 1,029 juta unit, yang didorong model baru, termasuk Eclipse Cross dan kompak MPV yang diproduksi di Indonesia. Bagaimana pandangan Anda terhadap target ini?

Simpelnya, model baru memang dapat meningkatkan penjualan MMC secara global. Ini normal. Model Mitsubishi Eclipse Cross dan small MPV memang diluncurkan tahun ini dan akan mendorong penjualan secara global. Apalagi pasar otomotif dunia memang meningkat.

Yang saya ketahui, Thailand, pasar otomotifnya naik, Meksiko juga. Pasar Asia Tenggara (ASEAN) secara umum juga tumbuh. India juga positif.

Pasar otomotif Indonesia juga akan naik. Menurut proyeksi Asosiasi (Gaikindo), pasar tumbuh 5 persen menjadi 1,1 juta unit tahun ini. Di Indonesia, kami akan meluncurkan model baru di segmen small MPV, segmen ini besar di Indonesia.

Osamu Masuko, Presiden Direktur MMC, mengatakan rencana mid term-nya adalah penjualan tahunan bisa naik 25 persen menjadi 1,25 juta unit. Berapa besar kontribusi Mitsubishi Indonesia?

Rencana mid term, normalnya tiga tahun; 2017, 2018, dan 2019. Jadi pada 2019, kontribusi kami sekitar 10 persen. MMC sangat fokus di Indonesia, sebagai salah satu pasar terpenting di dunia. Kontribusi 10 persen itu secara global artinya Mitsubishi Indonesia top three, setelah Jepang dan China. Ini jumlah yang besar!

(Menurut tahun fiskal 2016 MMC, Indonesia di-ranking empat dari sisi penjualan MMC dengan volume 76 ribu unit, setelah Jepang, Amerika Serikat, dan China. Indonesia mengungguli Thailand dan Filipina yang masing-masing mencatat penjualan 64 ribu unit dan 55 ribu).

Kami harus berkontribusi ke MMC, seperti yang kami sampaikan saat pembukaan pabrik baru pada April lalu. (Di tahun fiskal 2017, Mitsubishi Indonesia menargetkan penjualan mobil penumpangnya naik menjadi 91 ribu unit dari 67 ribu unit).

Di tahun fiskal 2017, MMC menargetkan penjualan naik 11 persen menjadi 1,029 juta unit dan meraih laba bersih 68 miliar yen, setelah rugi bersih 198,5 miliar yen di tahun fiskal lalu. Seberapa besar kontribusi Mitsubishi Indonesia terhadap target laba ini?

Tahun ini MMC mencoba kinerjanya positif. Untuk tahun lalu, sebenarnya mencatat laba usaha di semester kedua, sehingga dari sisi laba usaha sehat (di laman MMC disebutkan positif 36,7 miliar yen). Namun, karena nilainya masih di bawah rugi di semester satu, maka berdampak ke bottom line.

Maka itu, pada tahun ini, MMC menargetkan margin laba usaha di level 6 persen, supaya bottom line positif. Tapi saya tidak punya informasi berapa kontribusi Mitsubishi Indonesia dari sisi profitabilitas. [ian]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.