Menjaga Pendidikan dan Keceriaan Murid TK Tak Hilang

Jumat, 5 Februari 2021 17:53 Reporter : Yunita Amalia
Menjaga Pendidikan dan Keceriaan Murid TK Tak Hilang Guru TK mengajar saat pandemi corona. ©2021 Merdeka.com/Yunita Amalia

Merdeka.com - Wajah Martha begitu ceria. Duduk di depan layar ponsel, dia sedang asyik bercengkrama. Sejumlah siswa Taman Kanak-Kanan (TK) menjadi kawan bicaranya pagi itu. Pembahasan mereka lebih banyak permainan. Martha terus mencoba beragam metode agar para siswa tetap semangat.

Kelas dimulai tiap jam 8 pagi. Sudah hampir setahun kelas diisi Martha menjalani proses belajar tatap muka via virtual selama pandemi Covid-19. Tak sedikit orang tua siswa ikut mendampingi. Menemani para anak agar mau ikut belajar.

Bukan menjadi hal mudah bagi perempuan 28 tahun itu mengajar semua siswanya. Sulit membuat para murid TK berminat interaksi daring. Mereka lebih cepat bosan dan justru meninggalkan pelajaran. Tidak mudah memang menjalani proses belajar dengan cara ini.

"Anak-anak terlihat tidak semangat, malas menerima pelajaran. Tapi mungkin karena pelajarannya tidak menyenangkan atau memang mereka sudah bosan dengan situasi seperti ini," ujar Martha bercerita kepada merdeka.com pada Selasa, 2 Februari 2021 lalu.

guru tk mengajar saat pandemi corona

Guru TK mengajar saat pandemi corona©2021 Merdeka.com/Yunita Amalia

Suara riang para siswa TK di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, menjadi hal paling dirindukan. Tidak ada lari murid lari ke sana-sini. Tiada lagi tawa dan tangis di kelas yang didengar. Semua kini terpaku di depan layar ponsel maupun laptop. Riuh suasana kelas itu mendadak sunyi akibat pandemi Covid-19.

Martha memahami bahwa usia anak TK sangat tidak nyaman belajar secara daring. Sebab sejatinya, anak pada jenjang awal di dunia pendidikan ini sangat membutuhkan aktivitas fisik dan saling berinteraksi untuk meningkatkan kualitas sosial mereka.

Sebagai pengajar, tentu masalah ini menjadi tanggung jawab berat. Semua cara sesuai aturan pemerintah dan sekolah harus dituruti. Ini demi membantu menekan penyebaran virus asal China tersebut.

Dalam proses belajar daring, durasi kini hanya 45 menit. Waktu ini berkurang cukup jauh. Beragam materi Martha dan guru lain siapkan tiap hari. Mencoba berbagai cara agar anak antusias mengikuti pembelajaran.

Setelah durasi belajar daring usai, anak-anak didik tetap melakukan tugas luring. Hasil mereka kemudian diunggah ke Seesaw, sebuah platform digital bagi murid dan guru saat mengunggah tugas.

"Durasi ini, durasi yang efektif anak-anak menerima pelajaran dengan baik sekaligus ini secara tidak langsung berdampak terhadap guru dengan mempersiapkan materi dengan baik," kata dia.

Tiap pengajar, kata Martha, diminta mengajar yang mampu merangsang kreativitas motorik anak. Caranya para orang tua murid datang ke sekolah sesuai jadwal ditentukan agar tidak menimbulkan kerumunan. Mereka kemudia mengambil learning kit (alat pembelajaran).

Bermacam learning kit diberikan tergantung tema yang akan dikerjakan. Esok harinya, para murid bersiap mengembangkan materi bersama-sama saat belajar daring dimulai. Upaya itu diharapkan mampu menjaga kemampuan murid tidak dalam belajar.

guru tk mengajar saat pandemi corona

Guru TK mengajar saat pandemi corona ©2021 Merdeka.com/Yunita Amalia

Fokus anak-anak di jenjang TK memang untuk bermain dan beraktivitas yang menyenangkan. Tentu perlu diselingi belajar. Jika terdapat paradigma jenjang pendidikan tersebut merupakan kesempatan anak belajar membaca dan menulis maka pemikiran ini banyak ditentang.

"Jadi di TK bukan melatih calistung (membaca menulis berhitung), ini mindset yang keliru," ujar Pakar Pendidikan, Doni Koesuma, Kamis kemarin.

Sebenarnya aktivitas pembelajaran online di masa pandemi menjadi momen berharga bagi orang tua dan murid. Mereka bisa meningkatkan kualitas komunikasi yang mungkin selama ini sangat berjarak. Sehingga peran orang tua di rumah menjadi krusial.

"Bagaimana guru dan orang tua berkomunikasi dalam proses pendidikan anak selama masa pandemi. Komunikasi orang tua tidak harus melalui tatap muka daring kalau alat-alat ini tidak tersedia," kata Doni menjelaskan.

Baca Selanjutnya: Terkendala Masalah Ekonomi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini